Sekitar jam satu siang, mobil yang dikendarai oleh Han ji tiba juga di Kota B.Kota di mana keluarga mereka tinggal.
Di jalanan ada begitu banyak zombie namun mereka tidak bisa melawan kecepatan mobil .Dengan begitu perjalanan masih bisa lancar dan aman.
selang beberapa waktu kemudian akhirnya mereka juga di komunitas di mana tempat mereka tinggal.
Han ji tinggal di gedung C dan aya di gedung D, mereka masih bersebelahan.Tapi mereka tidak tahu , apakah dua keluarga ini sudah bergabung atau belum.
Kejadian mengerikan ini baru berlangsung selama beberapa jam tapi kota B sudah rusak parah.Di jalanan masih ada beberapa manusia yang sedang di santap oleh zombie.
Kepala zombie menengadah ketika melihat mobil han ji lewat. Tapi itu hanya untuk beberapa detik, kemudian mereka membenamkan diri lagi dengan mayat-mayat yang belum habis dimakan.
Setelah beberapa jam bertarung aya dan han ji sudah tidak muntah lagi mencium bau darah dan daging yang terkoyak.
Kecepatan han ji dalam membunuh zombie sudah meningkat dua kali lipat namun aya tidak begitu. Dia masih sama dan berkeringat dingin.
Walaupun demikian aya sudah tidak menggigil saat berhasil membunuh zombie dan kakinya tidak selemah di awal pembunuhan.
Mereka berdua tidak banyak berpikir hanya berlari dan menebas beberapa zombie yang kebetulan lewat.
Zombie zombie ini tidak takut mati dan tidak kenal dengan rasa sakit. Mereka menghalangi mobil dan terkadang sengaja menjatuhkan diri di kap mobil .Sehingga han ji dan aya harus turun untuk membersihkannya sebelum melanjutkan perjalanan lagi.
Baju tebal yang mereka pakai membuat keringat lebih deras berkecucuran.Tapi ini adalah masalah hidup keringat tidak akan menghalangi mereka untuk itu.
Di jalanan tadi aya sempat menemukan toko pakaian dan dia menarik dua atau tiga lapis pakaian musim dingin lagi ke tubuhnya, begitu juga dengan han ji.
Meskipun sedikit sulit dan panas di dalam tapi ini perlu dilakukan untuk bertahan hidup.
Saat ini mereka mengkhawatirkan keluarga di rumah. Jadi tidak sempat memikirkan apapun selain daripada itu.
Untung saja mobil ini sudah diisi dengan bensin yang penuh. Jadi mereka tidak berhenti lama di jalanan ,selain daripada mengusir zombie yang benar-benar menghalang jalan.
Aya sempat berpikir informasi yang dia dapatkan dari novel katanya akan ada inti kristal di otak zombie namun sampai saat ini dia tidak sempat mencoba melihatnya.
meskipun katanya menjijikkan dan baunya tidak akan pernah terlupakan seumur hidup. tapi katanya bintik kesel ini akan menjadi sesuatu yang nyata dan lebih berharga dari dibandingkan dengan uang.
Uang kertas tidak lagi berguna.
tapi keduanya benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan itu dipikiran hanyalah bagaimana kondisi keluarga saat ini apakah mereka baik-baik saja atau dalam kondisi lapar.
Bukankah mereka berdua sudah kembali dengan banyak persediaan makanan di tangan.
"kakak sedikit lagi kita akan sampai kan" kata aya gembira. Dia sudah bisa melihat gedung di mana mereka tinggal dari kejauhan.
"ya kita benar-benar pulang, syukurlah kita bisa pulang"kata hanji yang tidak bisa menyembunyikan isak tangisnya.
Sepanjangjalan han ji berusaha kuat dan tegar tapi sebenarnya ada rasa tertekan di dalam hatinya.
Sekuat apapun ha ji hanyalah seorang gadis muda yang tidak pernah melakukan kekerasan sama sekali. Sekarang dia harus tega dan kejam pikirkan saja zombie sebagai musuh yang nyata.
Melihat kakak sepupunya ini sudah mulai meneteskan air mata. Aya juga tidak bisa meningkatkan rasa sedihnya.
Secara tidak sadar dia menyentuh perut bagian bawah. Di sana ada sebuah kehidupan yang ingin dia lenyapkan sebelum ini. Tapi kehidupan ini akan menjadi berharga di masa depan.
Keluarga juga belum tahu dan aya tidak yakin bagaimana reaksi mereka untuk menerima anggota baru.
Tapi keluarga adalah keluarga di mana tempat anda kembali.
Sebelum mereka benar-benar tiba di komunitas ,aya segera mengambil telepon dan menghubungi kedua orang tuanya. Dia berniat untuk bertanya di mana mereka sekarang. Jika lokasinya masih di rumah maka dia akan pergi ke sana.
Perlu beberapa waktu menunggu telepon diangkat. Untung saja telepon ini masih berfungsi jika tidak aya sendiri tidak tahu cara untuk memanggil mereka.
" han ji ,kalian ada di mana? apa kalian baik-baik saja tidak ada yang terluka kan? bagaimana dengan aya hem?" tanya seseorang di seberang.
Dari suaranya saja aya sudah mengenali siapa itu.Itu adalah pamannya dan papa dari han ji.
Ini adalah telepon kakak sepupu jadi wajar jika paman ini bertanya kabar Han ji terlebih dahulu.
"Paman, aman kau kah itu? syukurlah kau baik-baik saja Paman.Hem bagaimana dengan mama dan papa?"tanya aya buru-buru.
Aya tidak menyebutkan bagaimana kondisi kakak sepupunya .Tapi dia justru bertanya tentang papa dan mama nya sendiri. Mungkin ini lebih sedikit egois tapi aya benar-benar mengkhawatirkan kondisi mama dan papanya
"oh aya,syukurlah kau baik-baik saja nak , pulanglah dulu nanti kita bicarakan!"Paman tidak marah karena pertanyaan nya tidak dijawab.
Tapi dia yakin han ji juga baik-baik saja jika aya saja selamat kenapa han ji tidak.
"baik paman,tapi kalian di mana ?di rumahku atau di rumah Paman?" tanya aya
"ini di rumah paman cepatlah datang tapi hati-hati oke" katanya lagi.
memanfaatkan waktu ayah tidak ada di rumah kedua orang tuanya memutuskan untuk berbicara di rumah saudara tertua. mereka membawa makan malam dan duduk berbicara sebelum kembali.
Tidak ada yang sempat berpikir jika malam itu bencana dimulai, semua orang tertidur dan saat bangun bencana pun sudah di depan mata.
"oke Paman jangan sembarangan buka pintu ya, itu sangat berbahaya paman "kata aya yang pura-pura kuat.
Padahal selagi berbicara dia sempat meneteskan air matanya.
"Hem "hanya itu jawaban dari Paman sebelum mereka memutuskan hubungan telepon. Mungkin dia juga ingin buru-buru mengabarkan masalah anak-anak yang akan kembali kepada yang lain.
"kakak mereka semua di rumahmu"kata ayah begitu dia menutup teleponnya. jika sudah dipastikan lokasi nya,maka mereka hanya tinggal menujunya saja.
Han ji menganggukkan kepala dan langsung mengemudi ke gedung di mana dia tinggal.
Ciiiiittttt...buk.
Han ji tidak memarkirkan di tempat parkir tapi membiarkan mobil langsung mendobrak masuk ke lantai 1. Mobil yang berdecit dengan keras hanya berhenti saat menghantam dinding.
Jika ini masih di masa yang damai, kemungkinan besar keduanya akan ditarik ke kantor polisi karena menghancurkan fasilitas umum. Tapi sekarang tidak ada lagi polisi dan orang-orang yang bertanggung jawab.Sekarang Aya yakin jika mereka sedang sibuk untuk mempertahankan hidup masing-masing.
Di lantai 1 masih ada beberapa zombie yang berkeliaran mendengar bunyi bising yang terhasil kan dari mobil itu. Semua zombie tertarik dan segera bertatih-tatih menuju ke arah sumber suara.
Han ji sama sekali tidak mempedulikan keberadaan para zombie yang berjalan selambat siput.
Mereka berdua harus memanfaatkan kekakuan para zombie untuk berlari lebih cepat dan menyelamatkan diri lebih awal.
Keluarganya tinggal di lantai 8 tapi ada lift yang perlu yang bisa dipakai. Tidak ada yang berbicara tapi keduanya memiliki pemahaman diam-diam.
Segera saja keduanya turun dari mobil dan berlari cepat menuju lift. aya akan bertugas untuk menekan tombol lift. Tapi hanji masih berjaga-jaga dengan pisau semangka di tangannya.
Selagi berjalan mereka masih bertemu dengan para zombie yang berjalan lamban.
Sret...
Srett...
Stret...
Zombie saat ini memiliki kulit yang lembut. Dengan tongkat baseball yang diayunkan pelan saja leher mereka sudah bisa patah.
Sangking lembutnya aya sekali tebas bisa membunuh dua zombie sekaligus. Namun begitu baik aya atau han ji,mereka tahu ini adalah zombie awal . Jika zombie sudah naik level ,mereka adalah zombie yang berbeda.
Mereka sudah lebih fleksibel dan berkulit keras.
Ini adalah masalah nanti tapi sekarang mereka hanya ingin menemukan keluarga dan memastikan semua orang dalam keadaan hidup.
Masalahnya sekarang bagaimana mereka bisa naik ke lantai 8, dimana semua keluarga sudah menunggu. Apapun langkah yang akan mereka ambil semuanya mengandung resiko yang sama-sama berbahaya.
Tapi walau bagaimanapun berbahayanya itu ,mereka berdua harus tetap naik dan berusaha untuk tidak mati.
"kakak!" seru aya.
Han ji sedikit lengah, dia tidak menyadari ada zombie di belakang punggungnya .Untung aya sempat mengingatkan dan han ji sedikit merunduk menghalangi zombie itu untuk.
Tapi posisi nya jadi sedikit rendah dari zombie sendiri. Aya yang melihat posisi han ji sedikit tidak baik, dia maju dan mengarahkan tongkat bisbolnya langsung ke leher zombie tersebut.
Tak..
Leher itu putus hanya dengan satu lambayan lembut saja.
Han ji sama sekali tidak memiliki waktu untuk berterima kasih mereka masih harus bekerja keras menuju pintu lift.Sebenarnya mereka berdua tidak yakin harus menggunakan lift atau tidak.
Tapi jalan naik menggunakan tangga akan memakan waktu dan masih akan berbahaya. Siapa tahu ada orang yang mencoba melewati tangga darurat.Orang orang ini besar kemungkinan sudah berubah menjadi zombie yang selalu lapar.
Jadi mereka lebih suka mengambil resiko dengan naik lift.
Karena han ji yang memegang pisau semangka ,maka aya yang bertugas memencetkan tombol. Begitu pintu lift terbuka segera dua sosok mengerikan keluar dari sana dan bergegas menyerang makanan yang tersaji di depan mata mereka.
Tapi aya dan han ji sudah bersiap-siap, dengan keras 2 zombie itu dijatuhkan.
Srett
Srett
dengan mudah 2 zombie lembut ini jatuh ke tanah dengan kepala yang terpisah. tidak perlu menunggu waktu dan terpegun keduanya langsung masuk ke dalam lift dan memutar nomor yang familiar.
Perjalanan ini tidak akan mudah, khawatir di lantai 8 sudah ada beberapa zombie yang menunggu di depan pintu lift.
Sudah bisa dipastikan akan ada beberapa orang yang berlarian. Begitu mereka sadar ada keanehan terjadi di sekitar tentu saja mereka akan lari dan tindakan pertama adalah mencari lift.
Sebagai langkah antisipasi keduanya menyusut di dinding kiri dan kanan. Tidak lagi berdiri persis di depan lift. Mereka memperkirakan zombie akan tertarik dengan suara lift dan sudah menunggu untuk masuk.
Keduanya menatap tombol lift yang segera naik 1..2..3...4..5..6 dan Ting..
Seperti yang sudah diperkirakan begitu pintu lift terbuka 4 zombie buru-buru masuk dengan gerakan mereka yang kaku.
Tapi 4 zombie yang kaku sebenarnya bukanlah lawan dari pisau semangka dan tongkat bisbol. mereka cukup mudah disingkirkan.
Namun begitu bagaimana dengan zombie-zombie yang terus berdatangan dari lorong lantai 8.
Ada lebih dari 20 zombie yang bertatih-tatih menuju ke arah mereka berdua.
"ayah ayo maju hanya tinggal sebentar lagi kata Handi yang memberikan semangat.
baik wajah dan rambut mereka berdua sudah basah kuyup dengan darah dan juga keringat.
ini sangat panas mengingat tubuh mereka sekarang dibalut dengan tiga lapis pakaian musim dingin
Tapi ini diperlukan untuk mempertahankan hidup.
Aya segera menggenggam lebih erat lagi tongkat bisbol yang sudah berlumuran darah ini. Dia masih saja takut namun ada rasa untuk membunuh perasaan takut itu.
lagi pula kedua orang tua hanya dipisahkan oleh di pintu saja semangat semakin menjadi-jadi dan mereka membunuh tanpa kenal lelah.
sret..
sret...
sret ...
buk..
zombie lemah dan kaku itu dengan mudah dilumpuhkan sampai lorong 8 di lantai 8 ini benar-benar bersih dari zombie.
Setidaknya itu yang dipikirkan oleh dua saudari ini.Sebenarnya di balik pintu tertutup masih banyak keluarga yang bersembunyi di dalam rumah masing-masing.
Mereka tidak mau keluar sama sekali tapi masih mau mengintip dari balik pintu .Bagaimana dua saudari ini beraksi membunuh para zombie yang mengerikan.
Penampakan aneh dari keduanya membuat wajah gadis kecil itu tidak begitu jelas.Jadi mereka tidak mengetahui sama sekali siapa orang yang berani bertarung dengan zombie.
Beberapa keluarga yang mengintip hanya melihat tapi tidak menegur sama sekali mereka takut suara akan mengundang zombie-zombie lain.
Baru setelah menghabiskan semua zombie itu.Han ji mengetuk pintu meminta untuk masuk.
Karena kedatangan keduanya memang sudah ditunggu sejak beberapa menit yang lalu. Pintu segera terbuka tapi ditutup dengan cepat begitu keduanya masuk ke dalam rumah.
Begitu melihat dua gadis yang sudah masuk ke rumah beberapa orang memeluknya dan tertawa.
Senang bisa kembali.
"Mama huhuhu...
Han ji sudah lama menahan tangisan akhirnya pecah itu saja.Dia melihat ibu kandungnya yang ada di depannya.
Han ji menangis tapi takut menimbulkan suara berisik.Tapi Aya bingung karena dia tidak melihat Mama dan papanya.
Ketakutan tiba tiba muncul di hatinya karena itu.Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Mama dan Papa.Tapi di mana mereka semua.
"Paman,mama dan papa di mana?"tanya Aya dengan putus asa.
"Ada di dalam, tapi...
"Me.. mereka berubah?"tanya Aya lemah.Apa yang di takut kan akhirnya terjadi juga.Bagaimana dia bisa hidup tanpa ke dua orang tuanya.
Ini tidak mungkin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Rizky Rahmawan
Aya atau ayah Thor
2023-06-28
1
Putri Minwa
kalau zombie pasti nggak pernah mati, capek deh melawannya
2023-04-10
1