...~Happy Reading~...
Ryana menarik napas nya dengan cukup dalam. Ia menghapus air matanya lalu kembali memukul mukul dada nya , mencoba untuk menetralkan perasaan nya. Berharap rasa sesak itu sedikit berkurang dan membuat hatinya merasa sedikit tenang.
‘Cukup panggil nama gue tiga kali, saat itu juga gue bakal datang buat lo ck!’
Bayangan dan suara Raka yang mengatakan hal seperti itu dengan gaya khas nya sambil mengedipkan sebelah mata nya, membuat Ryana semakin tak kuasa menahan tangis nya.
‘Ra—Raka ... hiks hiks hiks. Raka, apakah jika aku memanggil nama kamu sekarang, kamu akan benar datang kemari? Hiks hiks hiks, tidak. Kamu tidak akan kemari hiks hiks,” gumam Ryana langsung terduduk di lantai sambil menelengkupkan kepala antara kedua paha nya.
‘Kenapa takdir harus se menyakitkan ini hiks hiks, kenapa harus terjadi sama aku, sama kita?’ gumam Ryana begitu lirih hingga akhirnya ia ia terpejam dan tertidur di sana dengan posisi masih terduduk bersandar lemari .
...🍁🍁🍁...
Pagi harinya, Ryana terbangun saat sinar terang matahari sudah menyinari bumi hingga memasuki kamar nya melewati celah celah gorden yang tertiup angin.
Ryana mulai membuka mata nya, ia menatap ke sekeliling dan kembali terduduk heran. Ia masih ingat bahwa dirinya tertidur di walk in closed nya, namun mengapa ia kini sudah berada di dalam kamar dan di atas tempat tidur? Batin nya sedikit heran.
Dua kali dirinya merasakan hal aneh, yang pertama saat di pemakaman, dan sekarang di kamar nya sendiri. Benarkah dirinya sudah pikun atau mengidap penyakit aneh yang membuatnya lupa kalau sudah berjalan sendiri?
“Apakah daddy semalam ke kamar ku?” gumam Ryana sedikit menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ia menguap sedikit lalu beranjak bangkit untuk mandi dan bersiap.
Setelah beberapa saat, Ryana sudah menyelesaikan aktifitas nya dan segera bergegas untuk turun ke lantai bawah dan bergabung di meja makan.
“Selamat pagi Mommy, daddy dan dua tuyul!” ucap Ryana menyapa dan mengecup pipi semua keluarga nya.
“Pagi sayang,” balas daddy Adnan tersenyum, “Kamu mau kemana hari ini?”
“Hemm gak kemana mana,” jawab Ryana tersenyum simpul.
“Kakak kan pengacara Dad, kenapa masih di tanya!” imbuh Raihan sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.
“Pengacara darimana? Kakak kamu kuliah bukan di jurusan itu,” sambung mommy Nasya menggelengkan kepala nya.
“Iks Mommy gak ngerti plesetan Raihan sih. Maksud nya tuh, pengacara pengangguran banyak acara,” jelas Raihan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang empu nya.
“Rai .... “ geram Ryana sambil mengarahkan pisau dan garpu ke arah adik bontot nya.
“Dih, kan Raihan bicara fakta. Kakak belum mau kerja ikut Daddy ke kantor,” ucap Raihan yang memang ada benar nya.
“Atau kenapa kakak gak bantu Mommy aja mengurus bakery?” imbuh Rayyan ikut bersuara, “Lumayan daripada galon terus di kamar.”
“Galon galon, kamu tuh kendil!” cetus Ryana berdecak semakin kesal.
“Iya Kak, daripada kamu diem di rumah. Bagaimana kalau ikut Mommy ke bakery saja? Kamu bisa dapat kesibukan dan bisa mendapat angin segar,” ucap mommy Nasya seolah setuju dengan usul putra nya.
Hampir lima tahun terakhir ini memang Mommy Nasya membuka usaha toko kue. Awalnya hanya sebuah hobi, namun daddy Adnan justru malah membukakan usaha untuk istri nya. Dan siapa sangka, jika kini toko kue milik mom Nasya sudah memiliki cabang lebih dari sepuluh di beberapa kota.
“Nanti Ryana pikirkan lagi Mom. Ryana mau ke tempat Audi dulu, mau keramas,” jawab Ryana sedikit malas.
Bukan tidak mau membantu ibu nya bekerja, hanya saja dirinya malas karena di toko kue itu begitu banyak karyawan mom Nasya memiliki mulut julid, mengingatkan nya tentang sosok pembantu di rumah nya dulu.
Maka dari itu, sebisa mungkin Ryana menghindar dari beberapa orang yang menurut nya memiliki sikap dan sifat yang kurang baik.
...~To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
yatun divia
Coba aja Na saram dari adik kamu siapa tahu dg berinteraksi dg banyak orang dg berbagai karakternya kamu bisa berpikir lebih dewasa dan realistis dan jg itung" buat terapi nyembuhin trauma masa lalu kamu
2023-03-05
3
Dwi Pujansih
bwrdamai dengan hatimu ryana, pasti yg mindahin raka, menlindungi dalam diam
2023-03-03
0
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
udah ingat tp masih bersandiwara 😔😔
2023-02-26
0