...~Happy Reading~...
“Apa yang kalian lakukan disini?”
“Kami—“
“Bukankah sudah saya katakan, kalau rumah ini tidak di jual dan tidak akan pernah di jual!” ucap laki laki pemilik rumah tersebut.
“Kami akan bayar dua kali lipat dari harga yang di tawarkan,” Seketika itu juga Raka langsung membulatkan matanya dengan sempurna dan menatap Ryan dengan begitu tajam.
Mereka baru akan merintis karir, bagaimana bisa Ryan mengatakan akan membayar dua kali lipat dari harga sebelumnya. Sedangkan, mereka saja masih berniat akan bernego soal harga. Sungguh, Raka semakin tidak mengerti dengan kemauan Ryan saat ini.
Padahal, jelas jelas Ryan sendiri yang mengatakan bahwa ia ingin memulai semuanya dari nol tanpa campur tangan kedua orang tua mereka. Sedangkan sekarang, dengan mudahnya Ryan mengatakan akan membayar dua kali lipat yang otomatis pasti laki laki itu akan meminta dana tambahan dari orang tua nya.
“Jangankan dua kali lipat, bahkan jika kau membayar lima kali lipat pun, saya tidak akan mau menjual rumah ini!” balas pemilik rumah dengan begitu tegas.
“Kalau begitu sepu—“
“Oke sudah cukup! Baiklah kalau memang anda tidak mau menjual nya, kami akan pergi, terimakasih dan selamat sore!” ujar Raka dengan cepat memotong pembicaraan Ryan saat laki laki itu hendak menyebut nominal sepuluh kali lipat.
Entah apa yang merasuki saudara ipar nya itu, Raka sampai bingung dan tidak mengerti dengan jalan pikiran nya. Uang sepuluh kali lipat dari harga asli rumah itu bukanlah sedikit. Dan hanya karena sebuah teriakan suara asing, Ryan sampai mau mengorbankan segala nya.
‘Benar benar di luar nalar!’ gumam Raka dalam hati nya ingin merutuki Ryan.
“Come on Yan, pakai akal sehat mu. Jangan gila!” ucap Raka berdecak kesal saat sudah tiba di mobil.
“Ka, aku itu semakin yakin kalau di dalam sana ada sesuatu nya,” kata Ryan yang masih begitu penasaran.
“Iya memang ada sesuatu. Dan sesuatu itu yang udah merasuki otak kamu. Yang di tinggalin istri itu aku, tapi kenapa yang gila kamu sih! Astaga!” Raka sampai harus memijit pelipis nya yang kian terasa pusing memikirkan kemana arah pikiran Ryan.
Tidak ingin berlama lama dan takut jika Ryan akan semakin melantur, Raka pun segera menjalankan mobil nya untuk pulang ke rumah.
Ya, pulang ke rumah. Sudah beberapa hari ini, Ryan memilih untuk tinggal di rumah Raka untuk menemani laki laki tersebut. Rumah yang seharusnya di huni oleh Raka dan Ryana, akan tetapi karena Ryana belum mau menerima Raka kembali, jadilah Ryan yang menggantikan nya.
Sebenarnya, Ryan sendiri ingin tinggal di apartemen, akan tetapi karena permintaan Raka, jadilah laki laki itu ikut dan mau menerima penawaran Raka.
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Ryana masih terus berguling ke kanan dan kiri mencari posisi tidur ternyaman nya. Mencoba untuk memejamkan mata, namun begitu sulit.
Bayangan demi bayangan masa lalu nya sudah memenuhi isi kepala nya, hingga membuat nya sangat frustasi dan selalu ingin merutuki dirinya sendiri.
Beranjak dari tempat tidur nya, Ryana beranjak menuju walk in closed untuk membuka sebuah lemari kecil yang berada di tengah tengah pakaian bergantung. Sebuah lemari yang sudah sangat lama tidak ia buka, mungkin lebih tepat nya saat dirinya masih berada di masa putih biru, yakni SMP.
Cklek!
‘Bisakah semua kembali lagi?’ gumam Ryana pelan saat melihat isi dari lemari tersebut.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
❁્᭄͜͡🐈⚞ል☈⚟ᝰ
Yana ada rasa juga kah sama si Raka waktu mereka masih Bocil ???
2023-02-21
1
Yunia Afida
tidak bisa ryana, isinya apa sih baju baby kah
2023-02-20
1
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
perlengkapan bayi kah itu isi lemari
2023-02-20
0