Penasaran

...~Happy Reading~...

Seperti yang di katakan oleh Raka, hari ini dirinya dan juga Ryan benar benar kembali ke rumah kosong yang akan mereka beli.

Lagi dan lagi, saat mereka memasuki kawasan halaman tersebut, keduanya langsung terdiam saat di sambut oleh suara teriakan seseorang dari dalam rumah.

"Kamu ngerasa ada yang aneh gak sih?" tanya Ryan tanpa melirik ke arah Raka, karena kini tatapan matanya terus tertuju pada sebuah bangunan megah namun terbengkalai di depan nya.

"Apakah rumah ini di huni?" gumam Raka balas bertanya.

"Aku rasa begitu, tapi—"

"Tapi kenapa di jual? Dan di sana jelas tertulis bahwa rumah ini sudah kosong selama tiga belasan tahun," potong Raka dengan cepat sambil berfikir.

Keduanya benar benar sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam rumah tersebut.

"Apakah sebelumnya kau pernah kemari?" tanya Ryan yang kini menatap ke arah Raka.

Raka pun langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat, "Aku baru kemari bersama mu waktu itu."

Seketika itu juga, Ryan langsung menghela napas nya dengan berat, "Seharusnya, sebelum kemari kau survey dulu. Selain menghubungi nomor yang ada di iklan kau juga harus memastikan kawasan disini terlebih dulu."

"Aku menunggu kamu. Anggap saja waktu kita baru datang itu sudah termasuk survey pertama," kata Raka tetap tidak mau di salahkan.

Saat keduanya tengah berdebat tentang wilayah sekitar rumah tersebut, tiba tiba keduanya kembali di kejutkan dengan adanya suara teriakan yang lebih melengking dari sebelum nya.

"Aaaarrrkkkkkhhhh!"

"Astaga!" Pekik Raka langsung beringsut mundur dan bersembunyi di belakang Ryan, "Fiks ini manusia bukan setan. Rumah ini ada penghuni nya!" gumam Raka pelan seperti orang takut.

"Aku rasa juga begitu, bagaimana kalau kita masuk?" ujar Ryan mengerutkan dahi nya dan terus menatap ke arah pintu utama yang ada di rumah itu.

"Gila kamu! Ini udah sore, bentar lagi malem. Jangan ngaco kamu Yan!" pekik Raka menolak dengan keras usul dari Ryan.

"Daripada penasaran! Toh orang orang sini juga tidak ada yang perduli. Bagaimana jika ternyata yang di dalam itu adalah korban penculikan?" kata Ryan seketika membuat Raka terdiam.

"Anggap saja itu orang gila. Udahlah kita balik aja, kita cari tempat lain aja, ayo!" ajak Raka mm segera menggandeng tangan Ryan dan mengajak nya pergi.

"Kita masuk!" ucap Ryan bergantian menarik tangan Raka dan mengajak nya masuk ke dalam rumah.

"Enggak Yan, aku gak mau! Lepasin aku Yan, lepasss!" pekik Raka menahan berat tubuh nya agar Ryan tidak kuat untuk menarik nya.

"Shitt!" umpat Ryan langsung menghempaskan tangan Raka, "Bisa diem gak sih! Kenapa kalah jadi seolah aku mau perkosa kamu!" imbuh Ryan berdecak dengan begitu kesal.

Bagaimana tidak, jika Raka malah berteriak seperti itu. Membuat nya merasa seperti seorang pemaksa yang akan mengajak korban nya untuk memasuki rumah kosong untuk melakukan kejahatan.

"Hehehe habisnya kamu begitu, udah ah ayo balik aja." kata Raka masih menolak untuk masuk ke dalam rumah.

"Sedang apa kalian!" seru seseorang dari arah belakang seketika membuat langkah kaki Ryan terhenti.

Kedua laki laki itu langsung membalik badan dan menatap pada seorang laki laki paruh baya yang memiliki tampan sedikit menyeramkan.

Tubuh kekar berotot dengan kumis tebal serta rambut yang gondrong, dan jangan lupakan dengan tatapan matanya yang begitu tajam seolah hendak menerkam Raka dan Ryan.

Terpopuler

Comments

Lalisa

Lalisa

lahh si Raka Cemen oyy

2025-03-30

0

Lalisa

Lalisa

🤣🤣🤣

2025-03-30

0

Nami chan

Nami chan

wkwkwk iya juga ya respon raka geli amat

2024-05-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!