Masa lalu

...~Happy Reading~...

“Na, kalau gue suka sama lo gimana?”

“Jangan ngaco! Gue gak mau!”

“Kenapa?”

“Ya gue gak mau aja!”

“Kasih gue satu alasan kenapa lo gak mau sama gue?”

“Karena lo brengsek!”

Bukan marah karena cinta nya di tolak, laki laki itu justru tersenyum, lalu tertawa dengan begitu kencang hingga membuat yang gadis mengerutkan dahi nya menatap bingung pada laki laki di depan nya.

“Ryana Bimantara, gue pastiin lo akan jadi milik gue. Dan saat itu tiba, gue akan buat lo gak akan bisa ngelepasin gue!” Setelah mengatakan itu, ia langsung beranjak dan pergi meninggalkan taman tersebut.

Namun, baru beberapa langkah, ia kembali berbalik untuk menatap Ryana, “Lo simpen kunci ini dan simpan baik baik.” Ucap nya seraya melemparkan sebuah kunci kepada Ryana.

“Ini kunci apa?” tanya Ryana bingung.

“Kunci hati gue! Lo bisa ambil barang nya di tempat biasa,” jawab nya seraya mengedipkan sebelah mata nya, “Kalau lo kangen sama gue, cukup panggil nama gue tiga kali, dan saat itu juga gue bakal datang buat lo!” Teriak nya lagi dengan berjalan mundur sambil tersenyum menatap Ryana.

...🍁🍁🍁...

Bayangan demi bayangan masa lalu antara dirinya dan Raka, begitu terngiang di kepala nya hingga membuat dada nya kian terasa begitu sesak.

Masih berada di depan lemari walk in closed nya, Ryana meneteskan air mata sambil menatap lekat pada benda yang sudah ia simpan sekian lama.

Sebuah miniatur rumah mewah, memiliki halaman luas serta mobil dan motor. Lengkap dengan dua patung kecil laki alki dan perempuan dan beberapa anak di depan rumah tersebut.

Miniatur rumah yang terbuat dari pensil milik Ryana yang pernah di curi oleh Raka sejak saat mash duduk di bangku sekolah dasar. Ternyata laki laki itu menggunakan pensil itu untuk membuat sebuah kerajinan rumah.

Awalnya, Raka menempatkan miniatur itu di sebuah apartemen milik nya, saat itu keduanya masih duduk di bangku kelas dua SMP. Dan kunci yang di berikan kepada Ryana saat itu adalah sebuah kunci kamar. Sedangkan untuk pin apartemen, Raka sudah mengatur dengan menggunakan tanggal ulang tahun Ryana.

Ryana yang merasa bahwa pensil itu adalah milik nya, langsung membawa nya pulang ke rumah dan menyembunyikan nya di dalam kamar, agar Raka tidak melihat nya.

Ryana takut jika miniatur itu akan kembali di minta oleh Raka, tanpa ia tahu justru Raka merasa senang karena Ryana mau mencuri benda itu darinya. Raka merasa bahwa hasil curian nya di hargai oleh pemilik asli nya.

Ryana menarik napas nya dengan cukup dalam, ia membuka pintu kecil yang ada di rumah pensil tadi, membuat air matanya semakin mengucur deras saat kata demi kata yang pernah di ucapkan oleh Raka kembali terngiang di kepala nya.

...Flashback on .....

Empat tahun yang lalu, Raka memberikan nya rumah baru untuk tempat tinggal nya bersama anak anak mereka. Rumah yang di desain oleh Raka sendiri, mengikuti persis seperti desain rumah pensil yang di buat oleh Raka kala itu.

‘Surprise!’ pekik Raka saat membukakan pintu di rumah baru nya.

“Raka ini .. “ Ryana begitu takjub saat memasuki rumah tersebut.

Di ruang tamu, mereka akan langsung di suguhi oleh foto pernikahan Raka dan Ryana yang begitu besar, membuat siapapun yang bertamu di sana pasti sudah bisa menilai bahwa rumah itu milik mereka.

“Apa kamu suka?” tanya Raka yang langsung memeluk Ryana dari belakang seraya mengusap perut istrinya yang begitu besar.

“Suka!” jawab Ryana menganggukkan kepala nya dengan cepat. Dirinya merasa sangat bahagia, sampai membuat air matanya menetes membasahi wajah nya.

“Hey, kenapa menangis?” tanya Raka, laki laki itu langsung berdiri di hadapan Ryana dan menghapus air mata nya, “Aku sengaja membuat rumah ini untuk kamu, dan untuk anak anak kita. Agar nanti saat mereka lahir, mereka bisa memiliki kamar sendiri.”

Raka tersenyum sabil menarik napas nya dengan begitu dalam, “Kelak saat mereka mulai bisa berjalan, mereka akan bermain di sana. Aku sengaja mengosongkan bagian sana untuk membuat playground mereka nanti. Hihihi pasti akan sangat menyenangkan, saat aku pulang kerja dan di sambut sama kamu dan anak anak di sana.”

Flashback off .

“Aarrrrkkkhhhhh!” Teriak Ryana begitu melengking sambil menjambak rambut kepala nya saat mengingat semua kenangan nya dulu bersama Raka.

Rasanya begitu sesak dan perih saat mengingat saat dimana dirinya masih hamil dan impian Raka tentang masa depan yang ternyata kini sudah pupus karena dirinya yang begitu lemah tidak bisa menjaga ketiga anak nya.

...~To be continue......

Terpopuler

Comments

Lalisa

Lalisa

wahh so sweet s raka

2025-03-30

0

Dyah Oktina

Dyah Oktina

ayuk.... semangat.. berusahalah jgn jd lemah lagi...ryana

2024-07-29

0

Nami chan

Nami chan

sosweet banget 😭😭😭

2024-05-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!