...~Happy Reading~...
Hari demi hari berlalu. Sejak kejadian saat itu, Raka benar benar menepati janji nya untuk tidak menemui Ryana lagi. Ia sudah tidak pernah lagi datang untuk menjenguk Ryana atau sekedar mengirimkan pesan chat saja tidak. Raka benar benar menghilang bak di telan bumi.
Sementara itu kesehatan Ryana pun juga sudah semakin membaik bahkan sudah di perbolehkan pulang. Hanya saja, ia harus tetap datang untuk kontrol satu minggu sekali. Seperti siang ini, sepulang dari rumah sakit untuk check up, ia memutuskan untuk mampir di pemakaman seorang diri.
Ya, seorang diri. Sebenarnya ia pergi check up bersama mom Nasya, hanya saja, ketika pulang ia ingin sendiri dan menyuruh mom Nasya agar pulang terlebih dulu. Awalnya, Mom Nasya juga merasa keberatan dan tidak tega, akan tetapi ia akhirnya memberikan waktu untuk putri nya menenangkan diri.
“H—halo ... “ gumam Ryana pelan dengan suara yang sedikit bergetar dan air mata yang sudah membanjiri wajah nya.
Tangan nya terulur untuk menyentuh sebuah pemakaman kecil berbaris tiga yang begitu kecil dan mungil. Jantung nya semakin berdetak begitu kencang dengan tubuh yang bergetar hebat.
“Maafkan Bunda Sayang, maafkan Bunda yang baru datang untuk kalian hiks hiks hiks.” Ryana merasa tidak cukup mampu untuk bersuara, setiap kata yang ia keluarkan rasanya ia membutuhkan begitu banyak perjuangan.
Rasanya begitu sesak bahkan sangat sesak. Membayangkan ketiga bayinya yang sudah tiada di depan matanya. Seandainya mereka masih ada, mungkin saat ini sudah memasuki usia sekolah, dan pasti akan sangat menggemaskan ia memiliki tiga anak seperti itu.
“Seharusnya Bunda bisa menjaga kalian dengan baik. Seharusnya Bunda bisa lebih hati hati lagi dan seharusnya—hiks hiks hiks.” Ryana menutup wajah nya dengan tangan, isak tangis nya terus terdengar hingga membuat seseorang yang berdiri di balik pohon itu merasa sangat ingin menghampiri nya.
“Andai boleh memilih, bunda akan meminta agar Tuhan mengembalikan kalian, dan menggantikan Bunda yang ada di sana, seandainya begitu mudah.” Imbuh Ryana terus bergumam di sela isak tangis nya.
Ryana memeluk ketiga makam itu sabil terus menangis dan bergumam, dan mungkin perlakuan nya itu sudah mengundang perhatian beberapa orang yang mengunjungi pemakaman tersebut. Akan tetapi, Ryana tidak memperdulikan nya.
Empat tahun dirinya melupakan ketiga anak nya, dan kini dirinya baru memiliki kesempatan untuk mengunjungi mereka. Sungguh, rasanya sangat sesak, batin Ryana. Karena terlalu lama menangis dan bergumam akhirnya Ryana merasa kelelahan dan tertidur di pemakaman.
...🍁🍁🍁...
“Ryan, jadi gimana? Kamu yakin mau tetap beli rumah itu?” tanya Raka membuka suaranya.
Saat ini, kedua pemuda itu sedang menikmati secangkir kopi di J&F cofee and resto, dimana sebua kafe dan Restauran yang menyajikan menu yang hampir lengkap. Tepat yang begitu luas dan juga memiliki begitu banyak desain menarik hinga membuat pengunjung betah dan selalu ingin kembali lagi.
Dan berkat itulah Raka dan Ryan ingin membuka bisnis makanan juga. Karena mereka terinspirasi dari Kafe legend sepanjang masa yang sudah berdiri puluhan tahun tersebut.
“Aku sih ingin. Tapi bagaimana lagi? Pemilik rumah itu sangat sulit untuk di temui, apalagi untuk menego,” keluh Ryan langsung menghela napas nya dengan berat.
Membayangkan kembali pertemuan nya dengan sang pemilik rumah yang membuat nya masih bingung dan berpikir panjang mengenai orang tersebut.
“Pasti ada cara,” saut Raka dengan cepat dan berfikir keras, “Apa kita datangi rumah itu lagi buat mancing si pemilik rumah?” usul Raka yang membuat Ryan seketika langsung menatap Raka dengan tatapan sedikit aneh.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Yuantusha
raka bukan yah yang liatin ryana dibalik pohon
2023-03-25
2
yatun divia
Cafe legendaris banget ini Raka..jadi keinget Jenar dkk jg Arya..Dimas dan Bian 😍❤️
2023-03-03
1
yatun divia
Raka kah yg berada dibalik pohon ??
2023-03-03
1