...~Happy Reading~...
"Bagaimana bayi mu? Apakah mereka sudah mati?"
"Tapi, akan lebih baik jika kamu juga ikut mati!"
"Ah sepertinya di tangan tidak akan mempan. Bagaimana jika disini?"
"J—jangan... aku mohon, jangan! Jangan sakiti anak anak ku, ja— aaaarrkkkk!"
"Rakaaaaaa!" teriak Ryana tiba tiba dan langsung membuka mata nya.
Napas nya langsung memburu dengan begitu hebat, air mata nya semakin deras mengaliri wajah nya dan jangan lupakan tangan yang langsung mencengkram erat perut datar nya.
"Na, are you oke?" tanya Grace langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Ryana.
Tak hanya Grace, kini Audi pun juga ikut menghampiri Ryana, menatap sahabat nya dengan penuh rasa kekhawatiran.
"Kalian berdua jawab gue!" kata Ryana langsung menatap kedua sahabat nya dengan begitu intens, "Ada hubungan apa gue sama Raka?"
Deg!
Seketika itu juga, Grace dan Audi langsung terdiam dan saling menatap satu sama lain. Keduanya bingung apakah mereka harus jujur atau tidak.
Bukan tidak mau jujur, hanya saja mereka takut jika mengambil keputusan yang salah. Mereka tahu jika nanti kejujuran nya akan membuat luka Ryana kembali terbuka dan membuat wanita itu kembali mengalami depresi.
"Jawabb!" seru Ryana semakin berderai air mata, "Kenapa gue selalu nyebut nama dia? Kenapa gue selalu mimpiin dia, kenapa—" Ryana menghentikan ucapan nya, saat dimana kepala nya tiba tiba kembali berdenyut dengan begitu nyeri.
Bumi seolah berputar dengan begitu kencang. Memejamkan matanya dengan erat, Ryana langsung mencengkram sprei yang dan bantal di sekitar nya.
"Aaarrkkkhhhh!" pekik nya, semakin tak kuasa dan kini tangan nya kembali mencengkram kepala nya sendiri.
Panik dan takut, itulah yang di rasakan Grace dan Audi. Mereka benar benar ketakutan melihat Ryana yang seperti menahan sakit luar biasa.
"Grace, cepet hubungi Raka atau Ryan! Sekarang!" ucap Audi meminta tolong kepada Grace, sedangkan dirinya berusaha untuk menenangkan Ryana.
"Na, tenang dulu. Jangan terlalu di pikirkan. Rileks Na," ujar Audi dengan suara bergetar.
"Sakit Di, sakittt!! Hiks hiks hiks, kenapa harus seperti ini? Gue kenapa?" tanya Ryana terus meracau sambil menjambak rambut nya, hingga tak berapa lama dirinya mulai lemas dan kehilangan kesadaran.
"Ryanaa!" pekik Audi semakin khawatir.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu, di tempat berbeda. Raka dan Ryan baru saja menemui sang pemilik rumah yang akan ia beli.
"Kalau memang tidak di jual, mengapa harus di pasang iklan?" tanya Raka langsung menghela napas nya dengan berat, ketika ternyata ia mendapatkan informasi yang salah.
"Bahkan saya sendiri tidak tahu ada yang memasang iklan tentang rumah saya!" jawab sang pemilik rumah.
"Maaf ya Pak, daripada rumah ini tidak di urus, terbengkalai dan merusak pemandangan. Akan lebih baik jika di jual dan jadikan tempat baru yang lebih baik agar enak di pandang!" sambung Ryan ikut mengeluarkan suara.
"Tidak! Rumah ini peninggalan, jadi saya tidak akan menjual rumah ini?" ucap pemilik rumah itu dengan begitu kekeuh.
Saat ketiga orang itu sedang berdebat dan mencoba menegoisasi, tiba tiba Raka dan Ryan mendengar sesuatu dari arah dalam rumah.
"Ka, kamu denger sesuaty?" tanya Ryan langsung mengerutkan dahinya menatap adik ipar.
"Ada yang teriak?" gumam Raka pelan sambil menatap ke arah sekitar, dimana banyak rumput dan tanaman liar yang begitu tinggi tinggi.
Jendela kaca yang yang hampir memenuhi dinding rumah itu membuat mereka bisa melihat keadaan di dalam nya yang sangat gelap gulita.
"Pak, apakah—" ucap Ryan menoleh kembali setelah melihat ke arah dalam rumah.
"Hah!" sontak kedua laki laki itu langsung melongo saat sudah tidak menemukan keberadaan orang pemilik rumah yang sejak tadi mengobrol dengan mereka.
...~To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Lalisa
mungkinkah ingatan Ryana udah kembali?
2025-03-29
0
Halimah
kok ngeri" sedep ya
2023-12-17
2
yatun divia
Waduuuh mommy koq bikin parno bgt ya auto merinding nich
2023-03-02
2