"Iya memang tadi pagi masih sehat mbak Lily, tapi setelah nganter istrinya katanya pusing kepalanya terus mau beli obat aja di apotik eh malah jatuh saat naik sepeda motor terus meninggal. " Kata Mbak Jilah pada Lily.
"Jadi meninggalnya karena jatuh dari sepeda motor mbak atau ketabrak, bingung aku mbak dengan ceritamu." Tanya Lily kembali pada Mbak Jilah.
"Jatuh sendiri mbak Lily, terus pas ditolongin orang udah berhenti bernafas, ya meninggal to itu artinya. " Jawab Mbak Jilah kembali dengan nada agak jengkel pada Lily, karena Lily tidak paham paham dengan ceritanya.
"Oh jadi begitu, hehehe, jangan marah to mbak, nanti gak jadi awet muda lo. " Kata Lily kembali menggoda Mbak Jilah supaya tidak marah kembali padanya.
"Iya iya, yowes ya aku cuma ngasih tahu aja meh ngeronce bunga dulu, sampaiin ke ibukmu ya mbak Lily, suruh bantuin nyari bunga yang mau dibuat roncean nanti. " Kata Mbak Jilah kembali pada Lily.
"Siapp, tante cantik Jilah. " Jawab Lily sambil ketawa kecil.
"Makkk, disuruh Mbak Jilah suruh bantuin nyari bunga buat dironce. " Teriak Lily pada Ibunya di dalam rumah.
"Iya, jangan teriak teriak, anak gadis gak baik teriak teriak. " Jawab Ibu pada Lily sembari menasehati Lily supaya jangan teriak teriak didalam rumah.
"Iya iya deh makk. " Jawab Lily sambil tersenyum kecil pada Ibunya.
"Li, jangan lupa pintunya dikunci ya kalau dikamar, gak usah main diluar dulu sementara, kan banyak orang lewat nanti. " Kata Ibu pada Lily sembari menutup pintu lalu berangkat takziah.
"Iya buk. " Jawab Lily kembali pada Ibunya.
"Kok aneh ya, padahal aku hari apa itu lupa cuma batin kayak e bakalan ada yang meninggal deket rumah, eh ternyata sekarang kejadian. mudah mudahan hanya kebetulan belaka. " Kata lily sambil bicara didalam hatinya sendiri.
Seminggu setelah kejadian Pak Deka meninggal, lalu tiba tiba muncul kabar kalau mak dawah juga meninggal mendadak tanpa sakit terlebih dahulu, dan meninggalnya hampir persis dengan Pak deka menderita pusing sesaat, lalu terjatuh dan meninggal.
Tentu saja hal tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar, terutama masyarakat disekitar tempat tinggal orang meninggal tersebut.
Sampai sampai ada yang menduga ada yang memelihara pesugihan sehingga membutuhkan tumbal manusia sehat.
Tentu meninggalnya orang orang tersebut menimbulkan praduga negatif dari masyarakat sekitar. Apalagi setiap habis ada yang meninggal, terdapat jejak aneh disekitar jalan jalan raya rumah dekat yang meninggal tersebut.
Jejak aneh tersebut berupa bunga tujuh rupa yang selalu disebar oleh seseorang tanpa sepengetahuan masyarakat sekitar tempat tinggal Lily.
"Trey, menurutmu aneh gak kematian orang orang ini?,. " Tanya Lily pada Atreya alias Trey si manusia ikan hantu penghuni rumah Lily.
"Aneh gimana Lily, kematian menurutku sudah ada garisnya masing masing. " Jawab Trey pada Lily.
"Yah memang sih, cuma menurutku ini ada yang janggal, kenapa bisa sama persis gejala meninggalnya. Aku agak curiga ada orang jahat dibalik ini. " Kata Lily pada Trey.
"Memang si, feelingku juga mengatakan ada sesuatu dibalik ini, tapi aku juga tidak tahu. " Jawab Trey pada Lily.
"Kamu kan hantu, harusnya lebih tahu dong. " Jawab Lily kembali sewot pada Trey.
"Tak kasih tahu ya, aku ini hantu, tapi kau juga tidak bisa tahu segala galanya, gitu." Jawab Trey pada Lily.
"Tapi kemaren sebelum kejadian q batin sih, kamu sendiri kan tahu, aku terkadang tidak bisa mengontrol apa yang ingin aku batin kan secara tidak sengaja. " Kata Lily pada Trey kembali.
"Iyap, betul, itulah kelebihanmu, artinya dirimu ingin memberitahu kepadamu kalau akan ada yang meninggal gitu, bukan berarti batinanmu penyebab orang itu meninggal, begitu, paham. " Jawab Trey pada Lily.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
delisa putriazzahra
hadirrr
2023-05-15
2
Lailya Anis Afifah
wowww
2023-04-26
3
Lailya Anis Afifah
yuppsss
2023-04-22
3