Sosok perempuan berambut keriting sebahu itu nampak tidak lelah setiap malam selalu mencakar tembok dekat jendela ruang tamu Lily. Sebenarnya ingin bertanya kepada sosok perempuan tersebut. Mengapa selalu ingin memasuki rumahnya. Akan tetapi, hati kecil Lily menyuruhnya untuk jangan mendekati sosok hantu perempuan tersebut. Hati kecil Lily mengatakan kepadanya, jika sosok hantu perempuan tersebut sangat berbahaya.
Hari itu hari minggu, seperti biasa Lily selalu aktif membantu bapak melatih anak anak muda yang ingin belajar beladiri. Disaat Lily sedang fokus melatih anak yang paling kecil, tiba tiba anak tersebut berkata kepadanya..
"Kak Lily cantik, mereka mengawasimu. " Teriak anak kecil tersebut.
Tentu saja Lily tidak menghiraukan ucapan gadis kecil tersebut. Dan Lily hanya membalasnya dengan senyuman. Baginya setiap orang memiliki garis takdirnya masing masing. Tinggal orang tersebut bagaimana cara menjalani dan melewati rintangannya. Lily masih teringat kata kata itu dari Nenek.
Hari berganti hari, seakan semua yang terjadi telah ditentukan. Lily selalu merasa bahwa apa yang terjadi memang sudah digariskan. makanya setiap kali sebelum ada peristiwa tertentu pasti Lily merasa seperti sudah diberikan tanda tanda terlebih dahulu. seakan akan seperti ada yang ingin memberitahukan Lily mengenai peristiwa penting apa yang akan terjadi di hari esok.
Yah, seperti kejadian kecelakaan yang terjadi di dekat rumah Lily. kejadian meninggalnya teman dan orang di sekitar tempat Lily. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut seperti tidak mungkin, tetapi bagi Lily hal tersebut membuat dirinya sangat merasa tidak nyaman.
Bahkan tubuh Lily akan dingin sangat terasa dingin ketika berdekatan dengan mahluk mahluk tak kasat mata. Yups, tangan Lily terasa seperti sedang menggenggam es karena terlalu dingin, dan setiap kali berdekatan dengan mahluk mahluk tersebut, jika usianya semakin tua lima ratus tahun atau bahkan lebih dan auranya positif maka tubuh Lily tidak akan sampai gemetaran. tetapi sebaliknya, jika usia mahluk tersebut tua dan auranya negatif maka tubuh Lily akan gemetaran dan kedinginan serta membeku seperti es. Hal inilah yang membuat Lily merasa sangat tidak nyaman.
Bahkan teman dan guru guru disekolah Lily sampai terheran heran jika secara tidak sengaja menyentuh tangan Lily. Bagi mereka Lily mungkin terkena suatu penyakit yang bisa menyebabkan suhu tubuhnya menurun dan menjadi kedinginan. Sampai sampai Lilly pernah diperiksa oleh dokter disekolahnya, dan tentu saja hasilnya tidak ada penyakit serius. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya, sehingga Lily pun disekolah sering dijuluki sebagai putri es.
Siang itu seperti biasa Lily bermain di sekitar rumahnya. yups, karena ini hari minggu jadi Lily libur sekolah. Tanpa sengaja ketika Lily memejamkan matanya Lily melihat dibawah tembok rumahnya ada sebuah kolam kecil. Disana mata airnya sangat jernih. Di sekeliling kolam dipenuhi tumbuhan hijau dan juga ada sebuah gua yang sudah dipenuhi lumut. Tiba tiba ada suara yang memanggil Lily.
"Lily.. Lily.. main kesini.. " kata suara itu pada Lily.
Terdengar suara lirih sayup sayup memanggil nama Lily. Sontak Lily pun kaget dan mencari arah sumber suara tersebut.
"Siapa ya?, " tanya Lily pada suara tersebut.
"Aku yang menghuni kolam disini.. " ucap suara itu kembali.
Jantung Lily pun berdegup kencang, karena mulai berpikiran bahwa ini sudah pasti hantu. Sembari menatap kolam didepannya Lily masih merasa penasaran dengan sosok suara tersebut.
"Apakah kamu ingin melihatku?, " tanya suara itu kembali pada Lily.
"Kamu tidak takut padaku Ly?, " tanya suara itu lagi.
Setelah bertanya jawab dengan suara tersebut, Lily pun mulai memantapkan hatinya supaya tidak takut pada sosok suara tersebut. Pelan pelan ia mulai mengatur hembusan nafasnya supaya tidak terlihat seperti ketakutan. Jujur dalam hati Lily sebenarnya ia merasa ketakutan, tetapi disisi lain ia merasa penasaran.
Setelah sosok itu mulai menampakan dirinya. Lily pun masih merasa penasaran dengan apa yang dilihatnya tersebut.
Mahluk yang berdiri didepannya terlihat seperti ikan, dengan kepala yang masih berwujud manusia dan tubuh yang bersisik serta ekor yang runcing.
"Apa kamu sejenis ikan?, " tanya Lily kepada mahluk tersebut.
"Aku bukan ikan, tapi aku tinggal di kolam ini sudah lama, mungkin sebelum kamu lahir. " kata mahluk itu kembali.
Sejenak Lily berpikir.. sebelum dia lahir.. artinya itu sudah terlalu lama. Tetapi ada satu yang membuat Lily merasa canggung pada hantu tersebut, yaitu parasnya yang rupawan dan terlihat muda seperti sebaya dengan Lily.
"Berapa usiamu?, " tanya Lily kembali.
"Aku masih muda seratus lima puluh tahun. " jawab mahluk itu.
Sontak Lily pun kaget dan kagum dengan usia mahluk tersebut. Disisi lain Lily merasa ketakutan. Akan tetapi rasa penasaran yang tinggi mengalahkan rasa ketakutannya itu.
" Oh ya, siapa namamu kalau boleh tahu, " tanya Lily pada mahluk tersebut.
"Perkenalkan, namaku Atreya. Biasa dipanggil Trey sama teman teman. " kata mahluk itu kembali pada Lily.
"Baik Trey, perkenalkan namaku Lily, aku seorang gadis pelajar SMP, yang manis dan imut. " Jawab Lily kembali.
Sembari tersenyum kecil dan memamerkan gigi depannya yang kurang rapi, Lily pun nampak asyik mengobrol dengan mahluk ikan tersebut. Seakan Lily lupa bahwa dia sedang mengobrol dengan hantu, bukan manusia. Anehnya Lily tidak merasa takut dengan Trey. Lalu Siapakah Trey.. mengapa ia tinggal didalam kolam ghaib dirumah Lily.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
delisa putriazzahra
wow seperti putri duyungkah
2023-02-14
2