Awalnya Lily tidak sepenuhnya mempercayai cerita hantu wanita itu. Tetapi setelah hantu wanita itu memberikan petunjuk kepada Lily, dan menyebutkan nama orang orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Lily pun mulai percaya dengan cerita hantu tersebut. Karena hati kecil Lily juga mengatakan jika hantu itu berkata jujur.
Setelah mendengar kisah hantu wanita cantik tersebut, hati Lily menjadi terenyuh.. seakan ikut merasakan kesedihan yang wanita itu alami. Dan tanpa sadar air mata Lily pun menetes perlahan di pipi halusnya.
"Aku tahu kamu aslinya baik kok tidak jahat, kamu pasti merasa sedih, sehingga kamu terpaksa melampiaskan kesedihanmu dengan menculik anak anak dan menganggu orang dijalan, benar kan?. " Tanya Lily kembali pada hantu wanita tua itu kembali.
"Terimakasih Lily, kamu adalah mahluk paling pengertian yang pernah kutemui selama ini. " Ujar hantu wanita itu lagi.
Akhirnya Lily pun tidak jadi masuk ke dalam rumah, dan menemani hantu itu keluar dan duduk didepan pintu, sembari menatap bulan yang mulai menampakkan sinarnya. Sampai akhirnya terdengar suara Ibuk memanggil Lily.
"Nakkk..kok diluar, cepat masuk hari sudah mulai malam, nanti kamu terkena flu loh. " Ucap Ibuk pada Lily.
"Iyah buk.. Aku masuk dulu yah, ngobrolnya dilanjut kapan kapan lagi. " Ucap Lily pada hantu wanita itu.
***
Malam semakin larut, tapi Lily tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya merasa terganggu dengan cerita hantu wanita itu. Rasanya ingin sekali membantunya. Tetapi bagaimana caranya.. Karena menurut hantu wanita itu, dendamnya akan hilang jika dirinya sudah mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi dimasa lalunya. Tentu saja hal itu terasa berat. Karena kelelahan berpikir, akhirnya Lily pun tertidur dengan sendirinya..
Begitulah perkenalan singkat Lily dengan hantu wanita tua itu. Walau sebenarnya Lily tidak merasa heran dengan cerita hantu hantu lainnya yang sama sedihnya. Yah, tentu saja Lily tidak merasa kaget dengan hal tersebut, karena Lily sudah sering dicurhatin oleh para hantu yang ingin didengar kisah masa lalunya oleh Lily. Walau awalnya terasa aneh, tetapi karena terbiasa lama lama Lily pun tidak merasa takut dengan mereka lagi.
Hari hari berlalu begitu cepat, seperti biasa Lily bersekolah. Tetapi pagi itu Lily merasa selalu ada yang memperhatikan dan mengikutinya sejak dari rumah sampai di dalam kelas disekolahan. Bahkan Lily merasa ada hantu yang sengaja mengikutinya sampai dia duduk dibangku kelas, hantu itu juga mengikutinya duduk disebelahnya.
Teng teng... Bel tanda masuk berbunyi, Pak Guru pun bersiap siap untuk segera memasuki kelas. Sesampainya didalam kelas tempat Lily berasa, Pak Guru kaget dengan apa yang dilihatnya. Hal ini karena Pak Guru merasa Lily diikuti oleh sosok hantu di belakangnya. Hingga jam pelajaran pun berlangsung. Pak Guru mengabsen semua murid, dan tibalah giliran nama Lily yang dipanggil.
"Lilyana?, ada?. " Tanya Pak Guru kepada Lily.
"Iya Pak siap, ada. " Jawab Lily dengan tegas kepada Pak Guru sembari mengacungkan jari telunjuk untuk membuktikan bahwa dia berada dikelas.
"Lalu teman teman barumu itu namanya siapa?. " Tanya Pak Guru kepada Lily sambil menunjuk
samping Lily.
"Teman yang mana Pak?. " Kata Lily sambil pura pura binggung seakan tidak tahu kalau yang ditunjuk Pak Guru adalah hantu hantu yang sering mengikutinya.
"Iya itu, teman teman baru disampingmu, yang pucat pucat mukanya. " Kata Pak Guru kembali pada Lily.
"Gak ada Pak, beneran. " Jawab Lily kembali dengan agak gugup, karena curiga Pak Guru nya mempunyai mata batin yang bisa melihat dan merasakan keberadaan hantu seperti Lily.
"Ahh.. Pak Guru, jangan nakut nakutin dong Pak." Kata Ira pada Pak Guru dengan nada ketakutan.
"Apakah sekolah kita ada hantunya Pak Guru?. " Kata Toni pada Pak Guru dengan nada penasaran.
Lalu Siapakah sebenarnya Gurunya Lily ini. Mengapa dia bisa melihat teman Lily. Apakah Guru Lily memiliki kekuatan tersembunyi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Lailya Anis Afifah
hmmmm
2023-03-22
2