Sesampainya diruang guru, Lily duduk di salah satu yang disediakan. Disitu tampak Pak Tri dan beberapa pembina OSIS sedang duduk seakan akan seperti akan membahas sesuatu yang penting.
"Tahu gak, ini membahas masalah apa?,. " Tanya Aziz pada Lily selaku wakil ketua OSIS.
"Aku juga tidak tahu, tiba tiba dipanggil aja. " Jawab Lily santay.
"Nanti juga tahu sendiri kalian. " Ucap Ryan selaku OSIS bagian keagamaan.
Setelah Pak Tri dan para guru pembina membuka dengan salam, lalu Pak Tri dan para guru pembina menyampaikan bahwa sekolahan akan mengadakan mujadah dan dzikir bersama. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan gangguan dari mahluk ghaib yang sering berbuat ulah disekolahan. Tentu saja hal tersebut sangat membutuhkan OSIS dan para murid untuk bekerja sama dalam menertibkan acara tersebut supaya dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
Setelah rapat darurat tersebut selesai, Lily pun kembali ke kelasnya dan mengikuti pelajaran seperti biasanya. Tidak berselang lama kemudian, bel pulang berbunyi.. teng teng.. menandakan waktu pelajaran telah usai. Dan saatnya untuk pulang sekolah. Hal ini tidak berlaku bagi Lily dan para anggota OSIS lainnya. Karena mereka akan rapat sebentar membagi panitia yang akan memimpin jalannya acara mujahadah dan dzikir bersama disekolahan nantinya.
Rapat pun berjalan dengan lancar dan Lily segera pulang ke rumah, karena ingat janjinya untuk menemani bapak pergi menjenguk temannya yang sakit. Sesampainya dirumah rupanya bapak sudah bersiap menunggu Lily.
"Ganti seragam dan makan dahulu, bapak tunggu disini ya. " Ucap Bapak pada Lily.
"Iya Pak. " Jawab Lily pelan sembari meletakkan tas sekolahnya dikasur.
Setelah selesai berganti baju, Lily pun lanjut makan, dan segera bersiap untuk menemani bapak pergi ke rumah sakit. Ditengah perjalanan, Lily seperti melihat Prameswari duduk di sebelah nya. Sembari tersenyum pada Lily. Prameswari berkata kepada Lily.
"Aku tahu kamu pasti ingin bertanya soal perjanjian itu kan. " Ucap Prameswari pada Lily.
"Benar, tapi percuma aku bertanya, karena kamu tidak akan menjawabnya. " Ujar Lily kembali.
"Terimakasih Putri, kamu sudah mengerti isi hatiku. " Jawab Prameswari kembali.
Dalam hati Lily tidak percaya jika neneknya terdahulu melakukan perjanjian dengan mahluk ghaib tersebut. Karena yang selama ini Lily dengar dari cerita ibunya, bahwa nenek buyut Lily merupakan orang yang baik dan disukai semua warga.
"Mengapa kamu tidak bisa menceritakannya?,. " Tanya Lily kembali dengan penuh rasa penasaran.
"Maaf putri, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, lain kali aku akan menjelaskannya kepada Anda. " kata Prameswari kembali pada Lily.
Walaupun Lily sebenarnya agak sedikit kecewa dengan jawaban Prameswari yang tidak bisa menceritakan tentang perjanjiannya seperti apa. Tetapi disisi lain Lily merasa khawatir tentang siapa sebenarnya dirinya dimasa lalu itu.
"Baiklah Prameswari, tapi janji ya lain kali saat ketemu kamu akan menceritakannya padaku semuanya yang kamu tahu, terutama tentang diriku ini. " kata Lily pada Prameswari kembali.
"Baik, aku janji.. putri. " jawab Prameswari kembali pada Lily.
Dan setelah mengucapkan kata kata itu, Prameswari kembali menghilang dari hadapan Lily.
"Ayo, malah ngelamun. " Ujar Bapak pada Lily.
Sesampainya dirumah sakit, Lily melihat berbagai macam hantu yang sangat banyak. Bahkan sebagian dari mereka menyapa Lily. Seolah olah mereka lupa jika sudah berada didunia lain.
"Hey.. gadis cantik. Mau menjenguk siapa kamu. " Tanya salah satu hantu itu pada Lily.
"Teman bapak. " Jawab Lily sembari tersenyum pada hantu tersebut.
"Woy.. dia cantik. Seperti kakakku dulu. " Ucap hantu lainnya.
Lily pun hanya diam dan tersenyum sembari berjalan dibelakang bapaknya sambil menatap mereka. Sesampainya disalah satu ruangan, tempat teman Bapak Lily dirawat, Lily dikejutkan oleh kehadiran hantu anak kecil yang selalu berdiri didekat ranjang tempat tidur teman Bapak. Hantu anak kecil tersebut tampak sedih sembari memegang tangan teman Bapak yang sedang sakit.
"Hey, apakah kamu bisa melihatku?,. " Tanya hantu anak kecil tersebut pada Lily.
Lily hanya menjawab dengan senyuman sambil mengangguk mengiyakan. Seakan sedang memberikan jawaban iya pada hantu anak kecil itu.
"Terimakasih, akhirnya ada yang bisa melihatku. " Ucap hantu anak kecil itu kembali.
Setelah Obrolan yang panjang dengan teman Bapak, akhirnya waktu pulang pun tiba. Bapak mengajak Lily untuk berpamitan dengan temannya yang sakit. Sesampainya dirumah, Lily pun langsung mandi dan bersiap untuk mengaji sore ditempat pak ustadz Danu.
Selesai mandi Lily langsung berangkat mengaji bersama dengan Ayu teman masa kecilnya yang juga tetangga samping rumahnya.
Yups, rumah Lily dan Ayu hanya berjarak lima langkah. Lily dan Ayu pun berteman sejak mereka masih kecil sampai sekarang ini. Kemana mana selalu berdua.
Bahkan sekolah Tk pun sama. tetapi saat SD Lily bersekolah dijogja, sedangkan Ayu bersekolah di dekat rumahnya. Dan saat SMP mereka kembali bersekolah ditempat yang sama yang dekat dengan rumah mereka.
Saat diperjalanan mengaji Lily selalu melewati pohon beringin besar yang didepannya terdapat sumber mata air yang sampai kini dijadikan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari mereka.
Menurut cerita warga sekitar sumber mata air tersebut ada tujuh lubang dahulu, dan sudah ditutup empat lubang. Sehingga hanya tersisa tiga lubang sampai sekarang.
Tempat disekitar sumber air tersebut dahulu sangatlah angker sampai akhirnya Pak Ustadz Danu yang sebagai warga dari luar datang dan menetap di sekitar sumber mata air tersebut hingga membangun sebuah tempat belajar mengaji untuk anak anak di desa sekitar.
Dulunya setiap kali ada pedagang keliling seperti pedagang siomay atau pedagang cilok keliling selalu di sasarkan oleh mahluk ghaib ketika melewati sumber mata air tersebut.
Para pedagang ini disasarkan ke tempat lain yang mereka lihat tempat lain tersebut seperti ada tontonan yang sangat ramai kayak semacam tontonan reog atau wayang.
Padahal mereka sebenarnya sudah masuk ke alam lain, dan yang para warga lihat para pedagang ini akan dikembalikan oleh mahluk halus setelah jam 12 malam ke atas.
Biasanya para pedagang keliling ini akan dikembalikan disekitar sumber mata air dan dalam keadaan linglung atau seperti orang bingung.
Sampai ditempat mengaji Lily dan Ayu pun mendengar gosip dari anak anak lainnya kalau istri Pak Ustadz Danu sering digangguin oleh mahluk halus yang tinggal di pohon beringin dekat sumber mata air.
Katanya mahluk itu sering menelpon istri Pak Ustadz Danu dijam jam tengah malam. Bahkan ketika teleponnya diangkat yang terdengar hanya suara cekikikan seorang wanita tua.
"Ihhh.. serem ya Yu, coba kamu bayangin deh kalau kamu yang diposisinya apa yang mau kamu lakuin yu?. " Tanya Titi pada Ayu.
"Ku bantinglah hpku. " Jawab Ayu sambil mengeryitkan dahi sambil membayangkan apa yang terjadi.
"Hushh.. Pak Ustadz datang, nanti lagi ngobrolnya." Kataku sama Ayu dan Titi yang sedang asyik bergosip.
Sembari memotong pembicaraan Ayu dan Titi Lily pun samar samar melihat hantu wanita tua berbaju putih itu menatapnya dengan tatapan tajam. Siapakah hantu wanita berbaju putih tersebut. Mengapa hantu tersebut menatap Lily dan teman temannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
delisa putriazzahra
good
2023-04-09
1
delisa putriazzahra
,
2023-03-09
1