Hari hari berlalu begitu cepat. Semua terasa bagaikan seperti mimpi, tetapi itulah kenyataan yang memang harus Lily hadapi setiap hari. Di hari libur minggu pagi seperti biasa, Lily membantu ibu membersihkan kolam ikan kecil di depan rumah. Saat Lily sedang membersihkan kolam tiba tiba Prameswari muncul di hadapannya.
"Putri, lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar putri sekarang?, maafkan hamba tidak bisa terus menemani putri, karena ada suatu urusan. " Tanya Prameswari kepada Lily secara tiba tiba.
"Kamu ngagetin aja Prameswari, hihh. Lain kali mau muncul jangan tiba tiba didepan dong, kayak hantu aja mau menampakkan diri menakuti aku, huh!. " Jawab Putri pada Prameswari sembari cemberut karena kaget dengan kehadiran Prameswari yang tiba tiba muncul.
"Kabarku baik tapi tidak terlalu baik, rasanya aku kayak akan mengalami suatu peristiwa aneh lagi. Entah mengapa perasaanku mengatakan begitu padaku Prameswari. Apa benar memang begitu Prameswari?,. " Tanya Lily kembali kepada Prameswari dengan muka penuh tanda tanya seakan ingin mengetahui hal apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh jiwanya kepada dirinya.
"Sebenarnya aku juga ingin memberitahukannya kepadamu Putri, tetapi apalah daya hamba, hamba dilarang memberitahukannya kepada anda Putri. " Jawab Prameswari kembali pada Lily.
"Kenapa kamu dilarang memberitahukannya kepadaku Prameswari, dan siapa yang melarangmu memberitahukannya kepadaku?. " Tanya Lily kembali kepada Prameswari.
"Itulah masalahnya Putri, jika hamba memberitahukannya kepada Anda, maka hamba tidak akan bisa menemui anda lagi Putri. " Jawab Prameswari dengan lirih, seakan menunjukkan bahwa dari sorot matanya terlihat suatu kesedihan jika berpisah dengan Lily.
"Baiklah kalau memang itu alasannya aku tidak akan memaksamu lagi untuk memberitahukan apa yang ingin aku ketahui lagi. "
Tiba tiba terdengar suara ibu memanggil Lily dari dalam rumah.
"Lily, ayo masuk istirahat dulu, nanti lanjutin lagi setelah makan dan sholat dzuhur. " Kata ibu kepada Lily.
"Iya makkkk sebentarrr lagi selesai ini, nanggung. " Jawab Lily sembari berteriak menjawab panggilan ibunya yang menyuruhnya untuk beristirahat sebentar.
"Kamu tuh kebiasaan deh, ya udah sana diselesaikan dahulu, kalau sudah istirahat, makan, dan sholat dzuhur ya?. " Kata Ibu pada Lily.
"Siapp komandan pasukan. " Jawab Lily sambil senyum senyum sembari menggoda ibunya.
"Aku pamit dulu ya Putri, maaf tidak bisa menemani lama lama, karena masih ada suatu urusan yang harus aku selesaikan, selamat tinggal, sampai jumpa kembali Putri. " Ucap Prameswari sembari menghilang perlahan dari hadapan Lily.
"Oke, selamat tinggal Prameswari, hati hati dijalan. " Balas Lily pada Prameswari.
Lalu setelah menyelesaikan pekerjaan nya membersihkan kolam ikan, Lily pun kemudian mandi dan bergegas untuk segera menunaikan sholat. Lalu setelah selesai sholat Lily langsung menuju meja makan, disana sudah tersedia sayur tumis cah kangkung kesukaan Lily dan juga telur goreng padang serta sambal ijo. Di saat Lily sedang asyik menikmati makanannya, tiba tiba terdengar suara pintu ruang tamu diketok.
"Tok, tok, Assalamu'alaikum, mbak, Pak Deka sedo (meninggal). " Kata Mbak jilah Tetangga Lily yang rumahnya berjarak sekitar 3 rumah dari rumah Lily.
"Waalaikum salam, sinten seng sedo mbak?, pak Deka bukannya tadi pagi habis ngantar istrinya berobat. " Jawab Ibu Lily pada Mbak Jilah dengan raut muka kaget seakan tidak percaya.
"Siapa yang meninggal makk?, bukannya Pak Deka tadi pagi sehat sehat. " Kata Lily pada Mbak Jilah dan Ibunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
delisa putriazzahra
yuhuuu
2023-05-15
1
Lailya Anis Afifah
meninggal krna apa?
2023-04-14
2