" mom, myra pulang ya, sudah sore nih, " pamit myra. Mommy dan ken mengernyit heran terbersit perih di hati nya saat myra mengatakan pulang. Ia berpikir jika myra sedang menghindari nya.
" loh, kok pulang. Nggak mau nginep beneran ?" tanya mommy, setengah hati merasa kecewa. Myra menggeleng pelan.
" myra lagi ada yang di kerjain mom, oh iya, myra bawa pastry nya ya. Hi hi hi " pamit myra. Mommy terkekeh dan akhirnya ia merelakan myra untuk pulang. Sedangkan ken hanya menatap punggung myra yang perlahan menjauh.
" kamu seang tidak bertengkar kan ken dengan myra ?" selidik mommy. Ken sedikit gelagapan. Apa kejadian kemarin itu di anggap sebagai bertengkar ?.
" apa sih mom, nggak lah, ken sama myra baik - baik saja " kilah ken.
" lalu ? Kenapa myra pulang saat kamu baru tiba ?" tanya mommy lagi.
" ya mungkin myra memang lagi ada yang di kerjain mom, " jawan ken tak yakin. Karena setahu nya hari ini mereka tidak di berikan tugas apapun. Lalu myra juga tidak mengikuti kegiatan ekskul satu pun. Ken melengos pergi menuju kamarnya. urung lebih ia juga merasakan keanehan pada sikap yra. Biasanya gadis itu akan menempel pada nya.
' ah sudahlah, mungkin memang ia sedang sibuk ' pikir ken.
💨💨💨
sementara myra sudah memasuki rumahnya. Ia mandi dan bersiap menunggu kedatangan rose dan gery. Tepat jam 4 sore, gery datang dengan rose yang di boncengnya.
TING NONG
" assalamualaikum, myr,"
" myr "
Gery berteriak memanggil myra, karena tak kunjung di bukakan pintu.
" bos, " teriak gery lagi. Rose yang di sampingnya hanya menggelengkan kepala.
Rose menatap sekeliling rumah myra. Nampak lebih kecil di bandingkan dengan rumah yang dulu di miliki nya. Rumah yang kini di sita oleh bank dan mengakibatkannya harus tinggal di asrama sekolah. Beruntung pula ia bisa mendapatkan beasiswa full sekolah.
Ken mendengar samar - samar teriakan memanggil myra. Memang jarak rumah myra dan ken hanya terhalang jalan raya. Ia mengintip di balik tirai jendela dan nampak seorang lelaki di depan pintu rumah myra. Ia mengenali lelaki itu, teman sekelasnya sendiri dan yang duduk bersama myra.
' sebenarnya ada hubungan apa mereka, sampai lelaki itu bisa pergi ke rumah myra, ' batin ken.
' ck, jadi ini urusan yang kau bilang,' batin ken kesal. Ia lantas berhenti mengintip dan lebih memilih melanjutkan mengambil video permainan game nya untuk tabungan upload di channel nya.
Memang ken hanya melihat gery, arena rose sedang memperhatikan bunga yang tumbuh di halaman rumah myra dan terhalang oleh pagar rumah myra.
CEKLEK
" Berisik kaleng rombeng ! Biasa nya juga tinggal masuk, " sarkas myra saat membuka pintu. Gery meringis. Rose segera beranjak dan ikut memasuki rumah sederhana myra.
" biasanya bisa masuk kan karena ada rania, lo pasti lupa aktifkan rania kan " selidik gery. Pasalnya jika rania aktif, ia bisa masuk dengan finger print di tombol bel rumah tadi. Myra menepuk dahi nya pelan.
" oh iya, gue lupa lah, gue baru pulang dari rumah depan, " cengir myra. gery mendengus pasrah. Catat, selain pemalas myra juga pikun alias pelupa !.
Sedangkan rose hanya bisa terdiam mendengar pembicaraan myra dan gery. Lalu, siapa pula rania yang di bicarakan oleh gery dan myra ? Perempuan lain kah ? Seketika hati nya sedikit berdenyut, kurang lebih ia sudah memiliki ketertarikan kepada gery sejak insiden tabrakan tadi siang.
" kau membuat rose patah hati ya ? " canda myra saat melihat wajah rose tertekuk.
" hah ?" beo gery yang bingung.ia menoleh ke arah rose yang mendadak salah tingkah. Myra cekikikan.
" hi hi hi, tenang saja rose, gery nggak kayak pikiranmu kok, " kata myra mengedipkan sebelah mata nya yang malah menambah grogi rose.
" apa sih, " gerutu rose malu -malu.
" Oke baiklah,ehem " myra berdeham pelan. Gery nampak biasa sedangkan rose bingung dengan kelakuan myra.
" system active "
" wellcome princess salsabila, please your password, "
" salsabila kennedy lou "
" password accept, can we help you ?"
" tidak saat ini rania, "
Tak habis kaget saat melihat perubahan suasana rumah myra saat myra mengatakan system aktif, kembali ia di kagetkan saat ada suara yang menyahut myra. Dan lagi di akhir sahutan, myra menyebutkan kata ' rania '. Rose masih melongo bingung.
Gery yang sudah sering mendengar pun masih terkagum - kagum.
" gue masih aja ngeri kalau rania lagi ngomng " kata gery meremang. myra hany memutar bola malas. Ia malah tertarik dengan ekspresi terkejut dan kebingungan yang di perlihatkan rose. Ia menyenggol bahu gery pelan dan mengarahkan mata nya ke arah rose. Gery paham.
" jangan takut rose, tadi adalah sistem di rumah myra, " jelas gery. Ia memapah rose untuk duduk di sofa keluarga. Rose masih shock.
" sis..sistem ?" cicit rose masih dengan bingung. Myra yang paham jika rose belum paham pun berinisiatif memanggil robot pelayan.
" rania, tolong hidangkan teh untuk tamu. For Three person's."
" yes,my lady "
Rose bingung lagi. Dari mana asal suara yang menyahut myra. Myra yang nampak santai malah mengambil tab yang di sodorkan oleh gery.
" tunggu sebentar, nanti akan ku jelaskan, " kata gery lembut. Rose mengangguk. Ia lebih memilih menjernihkan pikirannya. Mencoba untuk tetap waras.
Tak lama kemudian, hanya 15 menit berselang, sebuah robot pelayan datang dengan dua nampan di tangan robotnya. rose membelalakkan mata nya, kaget, kagum, takjub membaur menjadi satu. Ia bahkan mengucek mata nya berulang kali guna memastikan apa yang ia lihat bukanlah ilusi semata.
( gambar hanya pemanis. Tidak bermaksud menyinggung instansi terkait. Sumber : google ).
Sedangkan gery kembali kagum.
" gue kira cuma ada di bawah ternyata di sin juga ada ?" kata gery sambil mendekat ke arah robot. Kembali, maniac robot nya keluar. Ia mengamati lagi detail robot di hadapannya setelah menurunkan teh dan cemilan yang di bawa sang robot.
" terima kasih rania " gumam myra.
" my pleasure, my lady"
" ada satu unit masing - masing jenis, " jawab myra terhadap pertanyaan gery.
" bi.. Bisakah ada yang menjelaskan kepadaku?," cicit rose. Myra dan gery menoleh, seketika mereka menepuk dahi nya pelan.
" sorry sorry rose, hi hi hi. Baik lah baiklah. Ehem. Singkat nya, rumahku sudah memiliki fasilitas robotic, .. "
" tunggu, apa maksudmu rumah berbasis teknologi robotic seperti di luar negeri,lebih tepatnya negara adidaya ?" sela rose.
" yaps, benar sekali. Rumah ini memang sudah memiliki fasilitas itu. Tapi memang hanya ku aktifkan jika aku mau saja. Jika tidak ku aktifkan, rumah ini ya kayak rumah biasa pada umumnya, "
" lalu, rania yang gery bilang tadi adalah nama sistem buatanku, bukan nama perempuan lain di hati gery " tambah myra dengan menggoda rose. Rose grogi.
" mak.. Maksud buatanmu ? Jangan bilang jika ... "
" ya, sesuai dengan pikiranmu, aku yang membuat sistem di rumah ini, lebih tepatnya kerjasama ku dengan almarhum papi ku, tuan kenshin kondou dari kondou inc "
" APA !! "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments