Segera jenazah ke dua orang tua almyra segera di bawa ke ruang jenazah untuk di lakukan prosesur pemulangan. Tak lama kemudian, sosok remaja 16 tahun nampak berlari menuju arah almyra yang tengah di peluk mommy dan daddy nya. Ya, anak itu adalah Kennedy. Anak dari tetangga depan rumah almyra. Pria kecil yang diam - diam di sukai oleh almyra sejak pertama kali pindah ke lingkungan perumahan orang tua nya.
Ken langsung mengambil alih tubuh almyra yang di peluk mommy dan daddy nya.
" hu hu hu ken, hiks. mami sama papi ken , " tangis myra akhirnya pecah saat ia berada di pelukan pria yang dicintai nya. Seakan berusaha untuk meluapkan kesedihan yang sedari tadi ia tahan.
" ssssttttt, semua akan baik - baik saja, ikhlaskan mami dan papi ya, masih ada aku, mommy dan daddy. maaf aku baru datang. Aku tadi ikut menyiapkan acara untuk perpisahan kita di sekolah." ujar ken menenangkan. Ia merengkuh tubuh ringkih nan mungil itu.
Jenazah kedua orang tua almyra sudah selesai di kafani dan bersiap untuk dibawa pulang. Mommy da daddy pulang duluan untuk mempersiapkan segala keperluan di rumah. Sedangkan almyra dan ken mengikuti ambulan yang membawa jenazahnya.
💨💨💨
kedua jenazah sudah sampai di rumah dan sudah ada beberapa tetangga yang tengah mengurusi beberapa keperluan. almyra berada di kamar sesaat setelah sampai dirumah nya. huniannya kini ramai akan tetangga, bukan sedang bersuka cita, melainkan karena berduka.
mommy ken tampak menghampiri myra yang tak kunjung turun, di putarnya knop pintu kamar dan terbuka lah, menampakkan siluet gadis 15 tahun yang tampak bergetar. myra sedang menangis, meluapkan kesedihan yang terpendam. mommy segera meraihnya. mendekapnya ke dalam pelukan yang hangat. sebisa mungkin ia juga meredam tangisannya, karena bagaimanapun mami myra adalah tetangga, teman, bahkan sahabat yang asyik untuknya.
" sudah ya sayang, ikhlaskan mami dan papi, myra harus kuat ya,nak " pinta mommy. di tangkup nya wajah gadis yang tanpa make up ini. gadis ini ayu, teramat cantik padahal. entah karena apa sang mami meminta nya untuk menyembunyikan penampilannya dengan berkacamata tebal dan berkontak lens.
" nanti, akan ada saat nya untuk myra menampilkan kecantikannya. hanya untuk mahram nya "
begitu yang di ucapkan mami myra saat mommy menanyakan alasannya. dan karena ini pula, ia memiliki ide untuk menyembunyikan status anak laki - laki satu - satu nya sebagai pewaris dari kekayaan sang suami. berharap jika kennedy bisa berdiri sendiri tanpa nama keluarga di belakangnya.
dan ia sempat mengajukan perjodohan antara kedua nya, myra dan ken.
" mami sama papi tega,mom. myra di tinggal sendiri, hu hu hu " isak tangis myra masih intens. mommy tersentak dari lamunannya. ia mengusap sayang kepala myra.
" ini semua sudah takdir yang di atas, sayang. kamu harus merelakannya. nggak boleh menentang kehendak yang di atas, myra sayang mami dan papi kan ? " tanya mommy. myra mengangguk sambil masih terisak.
" kalau begitu, myra harus kuat, harus ikhlas. myra harus doakan mami dan papi, agar di terima di atas sana. myra harus melanjutkan kehidupan myra. tunjukkan kepada mami dan papi, jika myra bisa. myra bisa hidup dengan baik dan buat mereka bangga " nasehat mommy. myra tertegun. benar apa yang di katakan oleh mommy. bukankah mami dan papi nya meminta ia agar hidup bahagia. bahkan ada amanah berupa perusahaan yang di titipkan oleh sang papi.
Perlahan myra mengangkat wajahnya dan menatap senyum teduh dari mommy nya ken ini. Dia perlahan menghirup nafas dan menghembuskan secara perlahan. Mencoba untuk melonggarkan kesesakan dada nya. Myra tersenyum tipis dan membuat mommy lega melihat nya.
" masih ada kami yang akan menemani myra, myra percaya sama mommy dan daddy kan ?" ujar mommy dengan lembut seraya mengelus rambut myra. Myra sekali lagi menatap bola mata mommy dan mengangguk. Mommy kembali memeluk myra dan myra tidak menolak untuk itu.
💨💨💨
Myra dan mommy turun ke lantai bawah yang sudah di penuhi dengan orang yang takziah. Ia juga melihat daddy dan ken nampak sedang menyambut beberapa tamu. myra bersyukur ia masih memiliki tetangga yang sangat baik kepada nya.
Myra menuju pojok ruangan, salah satu sudut yang selalu mami dan papi nya gunakan untuk sekedar bersantai minum teh dan mengobrol. Ia duduk di salah satu kursi dan termenung mengingat kenangan itu.
Tiba - tiba, muncul dua sosok di hadapan nya. Myra mendongak menatap siapa yang datang. Terdapat dua orang pria, satu paruh baya mungkin beberapa tahun lebih muda dari sang papi. Dan satu lagi adalah lelaki yang nampak se usia dengan nya.
" selamat siang nona muda, " sapa pria paruh baya dengan tersenyum ramah.
' nona muda ?' batin myra mengernyit heran. Tapi sesaat ia inga apa yang di ucapkan sang papi kala itu jika ia mewarisi sebuah perusahaan yang di pegang oleh orang kepercayaan sang papi.
" om.. Frederick ?" tanya myra untuk memastikan.
" benar nona, saya frederick. Dan in anak saya, gery " jawab sopan frederick.
" nggak usah terlalu formal om, panggil saja almyra, " kata myra balas tersenyum kepada kedua nya. Gery nampak mengulurkan tangannya kepada myra.
" gue gery " kata gery. Myra menjabat tangan gery.
" myra. " jawab myra singkat.
" kami turut berduka cita atas meninggalnya tuan dan nyonya, no.. Myra, " ucap frederick sendu. Bagaimanapun sosok papi dan mami myra adalah penyelamat bagi frederick. Kala itu, ia dan almarhum istri nya sedang kesulitan karena di usir oleh keluarga nya karena orang tua sang istri tidak menerima frederick yang menikahi sang istri. Mereka nikah muda dan saat itu sang istri sedang mengandung 9 bulan. Tapi, ada beberapa saudara istri nya melakukan perbuatan keji dengan ingin membunuh mereka berdua. mami dan papi segera menolong mereka dan membawa mereka ke indonesia. Meskipun akhirnya sang istri meninggal karen mengalami pendarahan hebat saat persalinan gery.
" terima kasih om, " ucap myra tulus.
" tuan sudah menyiapkan sesuatu untuk mu, no.. Myra, " ucap frederick canggung. Ia masih salah memanggil myra. Myra terkekeh.
" papi dan mami sempat bicara saat sebelum meninggal om, myra sudah tahu sebagian. Bisakah kita bahas ini setelah 7 harian nanti ?" pinta myra. Ya, myra sudah bertekad akan menata hidup nya. Dan menuruti permintaan papi dan mami nya.
" tentu nona. Nanti saya dan gery akan menemui nona lagi untuk membahas semua, " ucap frederik. Gery hanya diam saja. Nampak nya ia tipe orang yang pendiam seperti myra. Di tangannya memegang sebuah tab yang sesekali menampilkan grafik sebuah game.
Myra mengangguk setuju. Dua orang itu segera pamit. myra kemudian menuju ke ruangan di mana kedua jenazah orang tua nya di baringkan. Nampak garis kesedihan terpancar di wajahnya meski sudah tidak ada air mata yang mengalir.
' mi, pi. Myra janji. Myra akan bahagia, sesuai keinginan kalian ' batin myra sambil menatap sendu jenazah dua orang tua nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Yuli Yanti
👍
2023-11-24
1