Tujuh hari sudah terlewati setelah berita kematian mami dan papi almyra. Kini myra sedang berada di kediaman tetangga tercinta nya, kennedy. Nampak di ruang tamu tengah berkumpul. Ada mommy, daddy, ken dan almyra sendiri.
" myra, sekarang myra mau tinggal di sini ? " mommy bertanya sambil merangkul bahu almyra.
" nggak mom, myra akan tetap tinggal di rumah sendiri, " jawab myra sambil tersenyum. Ia membenarkan kacamata super tebal nya.
" tapi kan myra cuma sendiri, " kata daddy cemas. Bagaimanapun myra adalah gadis kecil yang masih berusia 15 tahun. Tidak sampai hati ia dan istri nya membiarkan tetangga cantiknya ini tinggal sendiri.
" nggak apa - apa dad, myra kan tinggal lompat kesini kalau ada apa - apa " myra terkekeh dengan ucapannya sendiri. Mommy dan daddy juga ikut tersenyum. Sedangkan ken hanya menyimak apa yang sedang di perbincangkan oleh kedua orang tua nya.
" kamu akan melanjutkan di sma yang sama dengan ken kan sayang ?" tanya mommy. Almyra mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah ken. Sedangkan ken saat itu juga sedang menoleh ke myra dengan tersenyum. Jantung myra berdebar saat melihat senyuman ken.
" belum tau nanti mom," jawab myra.
" iya dong mom, myra kan biar ada yang jaga nanti nya, biar ada teman juga , " bukan myra yang menjawab, melainkan ken. Dalam hati myra bersorak ken akan menjaga nya. tapi ia tak tahu akan di daftarkan dimana oleh frederick nanti nya.
" myr sudah seperti adik sendiri buat ken, jadi ken harus jaga myra, " sambung ken yang langsung melunturkan senyuman di bibir myra. Mommy yang melihat perubahan di wajah myra yang terlihat sendu pun segera mengkode ke arah daddy.
" ken, myra, sebenarnya ada yang ingin daddy dan mommy bicarakan, " daddy yang paham akan kode sang istri pun angkat bicara. Ken dan myra sama - sama menanti apa yang akan daddy ucapkan.
" sebenarnya ini di bicara kan saat mami dan papi masih ada, kami memang sudah merencanakan semua, ... " daddy menggantung ucapannya yang menimbulkan banyak pertanyaan di benak ken dan myra.
" sebenarnya ada apa dad, suka banget deh bikin penasaran, " sela ken sudah nggak sabar. Daddy nampak terkekeh melihat putra semata wayangnya tidak sabar. Sedangkan myra hanya diam menyimak.
" sebenar nya kami sepakat untuk menjodohkan kalian, " kata daddy.
DEG
DUAAR
Lain myra lain pula ken dalam menanggapi berita yang di sampaikan oleh daddy ken ini. Jika almyra tentu nya bahagia dan bersorak gembira, lain hal nya ken. Dia nampak shock. Dia terbiasa dengan keberadaan myra sebagai sahabat dan tetangga kecilnya. dan dalam pandangan ken, myra hanya gadis biasa dengan penampilan yang sederhana pula. Hal ini karena myra memang tidak pernah menampilkan wajah asli nya kecuali kepada mami, papi, daddy dan mommy ken.
Pergaulan ken yang sedikit bebas, mengenalkan dia kepada wanita - wanita yang berpenampilan cantik dan seksi. Meskipun ia tidak sampai merokok, minum, dan free s*x. Setidak nya ia memiliki standar wanita pilihannya sendiri dan dia berpikir almyra tidak masuk pada kriteria nya.
" tapi mom, dad, kami hanya sahabat biasa. Bagaimana kami bisa menikah ? Dan lagi kami baru saja akan asuk SMA " bantah ken berusaha untuk menolak.
" mommy dan daddy tahu. Lagian juga kalian sudah terbiasa berdua. Apa salah nya kalian menikah ? Kalian malah sudah tahu kesukaan dan kebiasaan masing - masing, " jawab mommy.
" lagian juga kalian nikah nya nggak sekarang, tapi nanti pas lulus SMA. Sekarang kami hanya ingin memberi tahu kalian , " sambung mommy lagi.
" tapi mom, .. "
" dengarkan apa kata mommy kamu ken, kalian bisa lebih dekat lagi, " potong daddy saat ken masih ingin mengelak.
' gimana ini ? Gue nggak suka sama myra, dia sudah ku anggap sahabat dan teman akrab. Myra juga pasti berpikir yang sama denganku, ' batin ken sambil melirik ke arah myra yang sedari tadi masih terdiam.
" mom, dad, nanti aja di bahas nya. Myra pulang dulu ya , " pamit myra tiba - tiba. Bukan tanpa sebab sebenarnya ia pamit, mendengar ken yang terus - terusan mengelak dan berusaha untuk menolak perjodohan dengannya membuatnya sadar jika seperti nya ken belum ada perasaan kepada nya. Tapi, apa dia akan menyerah ? Oh tidak semudah itu, fernando !.
" iya nih, nanti saja dibahas lagi. Kami masih SMA juga. Itu pun belum resmi masuk, " kata ken berbinar karena masih bisa menghindar dengan pembahasan perjodohan. Perjodohan ? Oh ayolah, ini bukan jaman siti nurbaya lagi. Dan lagi calonnya adalah seorang sahabat baiknya.
" hah, ya sudah lah. Yang jelas perjodohan ini pasti akan terlaksana. Nah ken, antar myra sampai rumah, "titah mommy ken.
" nggak usah mom, myra juga berani. Lagian juga cuma di depan rumah nya, " tolak myra halus. Ia masih canggung menanggapi ken nanti nya jika mereka berduaan.
" ngga apa - apa , yuk aku antar. " entah karena merasa kasihan atau apa, ken malah menawarkan diri. Ia berjalan terlebih dahulu meninggalkan myra yang masih cipika dan cipiki dengan mommy nya. Lalu myra bergegas berlari menyusul ken yang sudah sampai teras.
Keduanya berjalan perlahan menuju rumah myra. Dalam keheningan malam yang hanya di temani oleh suara - suara hewan nocturnal yang saling bersahutan. Seakan menambah kesan canggung yang terjadi di antara mereka.
Ken mungkin memang belum ada rasa suka ataupun cinta kepada tetangga nya ini. Tapi ia seolah tidak pernah membiarkan myra sendiri jika akan pergi. Entah karena terbiasa dengan keberadaan myra yang sejak berumur 9 tahun sudah bersama nya atau karena ada perasaan yang lain.
" ehm, myr, " kata ken memecah keheningan dan kecanggungan diantara mereka. Myra yang kaget segera mendongak menatap ken.
"kenapa ken ?" tanya myra dengan lembut. Percaya lah, jantung nya saat ini sedang berdisko karena dekat dengan ken. Apalagi setelah pembahasan perjodohan.
" omongan mommy tadi jangan di ambil hati ya, " kata ken sambil terkekeh kecil.
DEG
' tuhan, apa maksudnya dengan itu ?' batin myra. Ia menggenggam jari jemari nya. Ia menunggu apa yang selanjutnya ken ucapkan.
" kita kan bersahabat sejak kecil, nggak mungkin banget kan jika kita menikah ? Ha ha ha, mommy dan daddy memang ada - ada saja bercanda nya, "
' kenapa ngga mungkin ?' batin myra lagi.
" suatu saat nanti pasti ada yang kamu dan aku sukai kan, makanya untuk saat ini biarkan saja mommy bilang apa, "
' tapi yang aku suka itu kamu ken, ' jerit myra lagi. Tapi ia hanya bisa berucap dalam hati. Ia masih diam menanti kelanjutan ken.
" aku hanya menganggap mu sebagai sahabat baikku myra, aku berjanji aku akan tetap menjagamu dan menemanimu. Sampai suatu hari akan ada yang kita sukai, jadi jangan anggap ucapan mommy tadi beban untuk mu ya, " kata ken sambil menatap myra.
' DEG '
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments