Sebenarnya, apa pekerjaan myra .. ?" pertanyaan ken membuat gery kaget. Ia bahkan sampai terpeleset tangannya hingga karakter nya kalah. Ken meringis, sebegitu terkejutnya kah gery dengan pertanyaan yang menurutnya simpel.
" ap.. Apa maksudnya ? Kan lo tau sendiri dia punya toko elektronik, bahkan gue sama rose kerja sambilan di tempatnya, " dengan gugup gery menjawab pertanyaan ken. Ken masih belum sepenuhnya percaya.
" benarkah ? Tapi kenapa dia terlihat sibuk, lalu tadi ? Divisi produksi ? apakah toko memiliki tempat produksi barang yang di jual nya ?" desak ken lagi. Gery terlihat menormalkan ekspresi nya. Sebisa ia mengatur ritme jantung nya yang mendadak berpacu bak balapan kuda.
Gery nampak menghembuskan nafas nya kasar. Ia mengambil lagi stik game nya. Dan dengan tenang menjawab.
" myra sibuk karena cabang juga alhamdulillah lagi rame, trus tadi divisi produksi mah cuma plesetan buat gudang penyimpanan, " jawab gery dengan santai.
" lagi pula kami kan baru bocah sma, baru kelas satu pula, memangnya tahu apa mengenai produksi dan divisi - divisi lain nya, " sambungnya sambil sesekali melirik ken yang mendengarkan penjelasannya.
Ken terlihat termenung dan nampak berpikir. Benar juga apa yang di katakan gery. Ia segera menepis pikiran yang beberapa buln ini mengganggu nya. Ia mencoba mempercayai perkataan gery tadi.
Sementara itu di ruang kerja myra.
Myra tengah mengoperasikan laptop nya. Mengecek cctv yang tadi sempat di kirim gery setelah menerima laporan dari kantor pusat. Tak lama kemudian terlihat rose menyusul dan segera memposisikan diri nya di samping myra. Ia ikut melongokkan kepalanya ke arah cctv itu.
" benar hanya human error ?" tanya rose.
" hmm seperti nya iya, aku bisa jamin tim produksi, mungkin mereka kelelahan karena gue terlalu forsir, " jawab myra sambil mengacak pelan rambutnya. Nampak raut muka nya yang penuh penyesalan.
" bukan salah lo, mereka yang bersemangat hingga nggak mau di beri libur, " hibur rose. Ia menepuk - nepuk pelan bahu myra.
Myra nampak terdiam. Ia memikirkan langkah apa yang akan ia ambil.
" gimana kalau proses produksi nya kita beri jeda.. Gue akan kasih libur mereka selama 1 bulan. biar mereka healing. anggap saja ini pengganti waktu libur mereka sebelum nanti mereka bekerja keras lagi, " kata myra meminta pendapat rose. Rose terlihat mengangguk - anggukkan kepala nya. Ia ikut berpikir bagaimana baiknya.
" bagus juga, aku setuju," jawab rose tersenyum.
Myra ikut tersenyum, nanti ia akan mengonfirmasi info ini kepada frederick dan juga ketua tim produksinya. Human error terjadi bukan hanya karena kesalahan personal, ia juga merasa bersalah meskipun emang dari awal tim produksi nya yang tidak mau di beri waktu libur. Mereka terlalu antusias dengan ide - ide myra dan juga karna mereka tengah menerima pesanan dalam jumlah besar.
" ya udah ayo kita kembali, mereka berdua pasti sedang bermain, " ajak myra.
" yuk, tapi hati -hati. Jangan sampai keceplosan lagi, kayaknya ken sedikit curiga sekarang, " peringat rose. Myra mengangguk.
Mereka berdua segera menyusul ken dan gery.
Sampai di ruang keluarga, ternyata suah ada tambahan personil. Gerald datang. Ia tersenyum ke arah myra dan sedikit mengernyitkan kening nya saat melihat rose juga ada di sini.
" bukankah lo anak kelas B ?" tanya gerald. Rose tersenyum kecil dan mengangguk.
" iya, dia rose anak kelas B, ikut kerja gue sama gery d toko papi ger, " jawab myra tersenyum. Gerald nampak mengangguk mengerti.
" wah, kalian sudah mencoba season 2 ? Bukankah belum rilis ?" teriak gerald saat memalingkan wajahnya menatap layar tv.
" he he he, gery dapat dari orang dalam, " cengir ken.
Rose dan gery saling melirik dan mengulum bibir mereka menahan tawa. Sedangkan myra hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
' bukan hanya orang dalam, tapi perancang nya langsung ' batin gery dan rose.
" asikk, mau dong gue nanti. install di hape gue ya nanti ?" pinta gerald dengan mata berbinar dan memohon. Gery melirik ke arah myra dan myra mengangguk.
" oke, tapi lo harus janji buat nggak sebarkan ini dulu, " peringat gery.
" oke oke, bisa di atur gerald mah. Rahasia apapun bakalan aman di tangan gerald, ya kan myr, " jawab gerald sambil menaikturunkan alisnya menggoda myra. Myra memalingkan wajahnya yang merona. Sedangkan gerald malah tertawa.ken hanya memandang bingung ke arah gerald dan myra. Tapi ia tak ambil pusing. Rose dan gery berpandangan lalu mengangkat bahu nya.
' apa gerald juga tahu jika suka sama ken ya,? ' batin myra.
" dasar nggak jelas deh lo rald, " kata myra setelah menormalkan mimik wajahnya. Gerald hanya mengulum bibirnya.
Mereka akhirnya meneruskan permainan mereka. Sesekali mengobrol hal hal yang berkaitan dengan persiapan semester baru nanti.
.
...****************...
.
Sudah pukul 13.00
Ken dan gerald pamit pulang karena mereka akan menghadiri pertemuan ekskul nya. Mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan antar SMA di kota W nanti.
" nanti pas aku bertanding, kamu datang ya, " kata ken kepada myra saat mereka hanya berdua. Gery sedang bertiga dengan gerald dan rose. Mereka sedang memindahkan game ke hape milik gerald sekalian memberikan banyak sekali aturan kepada Gerald mengenai game yang belum di rilis itu.
" memang kapan ?" tanya myra. Ia sedang asyik menjalankan karakter di game nya. Ia belum sempat mencoba game yang bahkan ia rancang itu.
" mungkin sekitar dua mingguan lagi, " jawab ken. Ia sedang memperhatikan myra yang sedang memainkan game kingdom of kondou itu.
" hemmm, insya allah. Kalau toko ngga ada kendala ya, " jawab myra.
" nggak aku sangka kamu memainkan game, "" kata ken sambil merebut hape milik myra. Myra kaget dan cemberut.
" kembalikan ken, ih sudah mau menang tadi tuh, " kata myra sambil berusaha menggapai hape yang sedang di pegang oleh ken. Ken menghindari tangkapan myra dan malah meninggikan tangannya.
" ha ha ha, sebentar saja dulu. Apa mau bertanding denganku ?" tantang ken. angan myra berhenti menggapai dan mulai berpikir.
" hemmm oke, siapa takut, ayo sini kembalikan hape ku, " pinta myra. Ken mengembalikan hap milik myra. Ia juga bersiap untuk login ke game nya untuk bersiap bertanding dengan myra. Dengan percaya diri ia menantang myra. Tanpa ia tahu jika yang ia tantang adalah orang yang bahkan merancang game nya itu sendiri.
" yakin nih kingdom of kondou ?" tanya myra lagi.
" iya, kenapa ? Takut kalah ?" tanya ken mengejek. Myra tertawa.
" ha ha ha, lihat saja siapa nanti yang kalah. Yang menang dapat apa nih ?" tanya myra sembari bersiap dengan game nya.
" yang menang boleh minta sesuatu dari yang kalah, selama dalam batas wajar ya tapi " kata ken.
" hoke, yuk mulai, " kata myra. Bagi nya bukan masalah apa yang akan ia dapat. Tapi kebersamaan ken yang sangat jarang ia rasakan adalah yang terpenting. Karena memang ia akui selama hampir setengah tahu ini mereka jarang bertemu karena myra sibuk dengan proyeknya.
Ken dan yra sedang mengasah kemampuan mereka dengan bertanding. Level permainan nya tentu berbeda karena lawan nya juga tangguh. Ke yang seorang yo*Tub*r game tentu hebat. Tapi myra pun tak kalah hebat. Jangan lupakan fakta tentang siapa myra.
" aaww.. Sue, kalah gue, "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments