Ken yang udah selesai segera pamit dan segera menuju ke depan rumahnya. Ia menatap heran pada sebuah motor sport di halaman sahabat kecil nya itu. Dalam hati ia bertanya - tanya siapa yang sedang bertamu di rumah sahabatnya ini.
...****************...
TOK TOK TOK.
Tidak ada sahutan seperti biasa. Ken mengernyitkan keningnya. Tidak biasa nya myra lama menyahut jika ada tamu. Ken tahu jika selama ini mami dan papi myra tidak mengerjakan pembantu rumah tangga entah apa alasannya. Dia dan kedua orang tua nya tidak tahu saja, rumah myra memang terlihat sederhana dari depan dan tampilannya, tapi teknologi nya canggih. Hampir bisa di samakan dengan teknologi robotic ( ya emang pakai teknologi robotic sih,). Semua itu tidak lepas dari hasil eksperimen myra dan sang papi.
TOK TOK TOK
Lagi, ken mencoba mengetuk pintu lagi. Tapi tetap nihil. Ken yakin myra ada di rumah, karena myra tidak pernah menghabiskan waktu akhir pekan selain membaca buku di rumah. Tapi kemana myra hari ini ?
Ken yang mulai bosan tak ambil pusing lagi. Ia meninggalkan pelataran halaman rumah myra dan pulang ke rumah nya. Mungkin myra masih tidur karena besok mereka sudah mulai memasuki sekolah. Ia akan menghubungi sahabat kecilnya ini saat di rumah nanti. Begitu pikirnya.
💨💨💨
Sementara itu di ruang bawah tanah.
Nampak myra dengan dua orang pria berbeda usia. Mereka adalah om frederick dan anaknya, gery.
Gery nampak melongo mengaggumi interior ruangan di bawah tanah. Sedikit ia tak percaya ada ruangan yang begitu luas di bawah bangunan rumah sederhana dua lantai itu. Apalagi ia tahu dari ayahnya jika di tempat ini lah beberapa ciptaan dari perusahaan dimana ayahnya bekerja di ciptakan di sini. Dan oleh perempuan manis di hadapannya saat ini. Seketika image myra yang ia anggap anak gadis manja nan arogan pun luntur seketika. Memang myra dan gery pernah bertemu kala sang ayah dan papi myra bertemu. Tapi mereka tidak pernah bertegur sapa.
" di minum om, gery, " kata almyra setelah menghidangkan beberapa makanan kecil dan minuman yang di bawakan oleh seorang robot. Kembali gery terkagum kagum dengan penampakan robot yang tengah membawa nampan di tangan robotnya.
(gambar robot hanya pemanis, tidak bermaksud menyinggung instansi terkait. Sumber gambar : google )
" netes tuh air liur, " peringat om frederick yang terkekeh melihat sang putra nampak kagum setelah melihat robot pelayan.
" he.. Hebat yah, " aku gery dengan mata yang tak lepas dari sang robot. Myra terkekeh pelan.
" nanti kamu bisa belajar membuatnya dari nona muda. Bukannya kamu menguasai beberapa skill hacker dari tuan besar ? Nah, nanti belajar membuat program robot nya dari nona muda, " jelas frederick sambil tersenyum. Myra menyesap teh nya anggun dan sesekali mengangguk mendengar ucapan frederick.
" ba.. Baik ayah ," jawab gery. Kesan cool dan datar nya terbang hilang kemana setelah ,melihat ciptaan sang nona muda ayah nya ini.
" jadi, nona muda sudah memutuskan untuk menjalankan perusahaan tuan besar ?" tanya frederick mulai membahas persoalan yang sedari dulu ia nantikan pembahasannya. Pasalnya, ia sangat mengenal tuan besar nya dan ia di percaya untuk mendampingi anak tuannya dalam mengelola perusahaan ketika terjadi apa - apa kelak. Siapa yang tahu jika firasat yang selama ini tuan besar nya khawatirkan terjadi juga.
" om fred di bilang jangan panggil nona muda, panggil saja myra, " myra protes. Frederick tersenyum kikuk dan mengangguk.
" myra sudah memikirkan selama seminggu ini om, myra akan menepati janji myra kepada papi mami dan mengambil alih perusahaan. Tapi myra masih belum bisa untuk tampil di public. Myra masih kecil, lagipula myra hanya menguasai produksi nya. Manajemen perusahaan myra masih nol banget, " keluh myra menggemaskan.
Bagi nya ia tak bisa apa - apa hanya karena belum bisa manajemen perusahaan. Padahal jika di tilik dari usia dan pencapaian yang myra dapatkan, dia termasuk anak yang super jenius ! Bagaimana tidak ? Ia bisa menciptakan program untuk robot dan game, myra juga hacker , gamer profesional. Hanya saja memang myra tidak ingin ada yang tahu. Bahkan tetangga plus sahabat kecil nya saja tidak tahu tentang kenyataan ini. Sungguh myra sangat pandai menyembunyikan keahliannya. Sepandai ia menyembunyikan penampilan sesungguhnya.
Frederick tertawa tertahan mendengar keluhan nona muda nya ini. Sungguh ia memuji bagaimana tuan dan nyonya na mendidik myra yang selalu rendah hati. Mengingat tuan dan nyonya nya, membuat ia berubah sendu dan diam - diam berjanji di hati nya dia anak menjaga anak semata wayang dari mereka.
" no.. Eh myra nggak usah khawatir tentang manajemen perusahaan, biar om yang urus. kamu sekarang hanya perlu sekolah dan sesekali memantau perusahaan. Besok kalian sudah mulai masuk kan ?" kata frederick.
" kalian ?" beo myra kaget.
" oh saya belum bilang ya, gery akan pindah sekolah dan akan menemani nona muda serta merangkap sebagai asisten dan tangan kanan nona muda, " jelas frederik yang lagi - lagi lupa menyebut myra nona muda lagi.
Gery yang sedari tadi masih asyik mengamati robot pelayan akhirnya menoleh ke arah myra yang juga tengah menatap nya. Gery mengangguk membenarkan perkataan sang ayah. Ia memang sudah di wanti -wanti ayahnya jika ia akan menjadi calon asisten dari nona muda ayahnya. Itu juga merupakan amanah yang di tinggalkan oleh papi myra. Papi myra percaya jika nanti nya gery akan sehebat sang ayah dan dapat membantu putri nya menjalankan perusahaan kondou inc.
" jadi, dia akan satu sekolah denganku ?" tanya myra meyakinkan
" betul, mungkin malah bisa satu sekolah, saya akan mengaturnya untuk hal itu, " kata frederick. Siapa yang bisa mengira jika frederick memiliki koneksi untuk mengatur semua itu ? Myra tidak mau ambil pusing karena ia sudah tahu bagaimana kuasa tangan kanan mendiang papi nya ini. Terbukti cekatan, sigap, dan kritis.
" baiklah, myra setuju. " kata myra. Frederick mengangguk puas dengan jawaban nona muda nya.
" lalu, apa ada yang harus myra siapkan untuk program game baru kita om ?" tanya myra lagi.
" oh itu, aku baru ingat sekarang. Nampak nya kamu harus mengurus mengenai beberapa gangguan di server kingdom of kondou. Dia banyak nge- lag nya karena banyak yang memainkan secara serentak setelah di luncurkan minggu lalu. Jaringannya tidak stabil karena lonjakan pengguna jadi agak lemot " kai ini gery yang menjawab. Karena ia adalah ketua tim yang bertugas saat proses launching game ini. Berbeda dengan sang ayah, gery nampak lebih santai dalam berbicara dengan myra. Myra mendengarkan penjelasan gery dengan seksama.
" sebegitu booming nya kah ?" tanya myra sungkan. hal ini karena baru seminggu sebelum kecelakaan mami dan papi nya game itu di luncurkan.
" hemm, semua karena cinta kecilmu yang memviralkan, " kekeh gery.
Myra melotot.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments