Keesokan hari nya almyra bersiap menuju ke sekolah. Mulai hari ini ia resmi menyandang status sebagai murid sma di INTERNATIONAL HIGH SCHOOL bersama dengan ken dan juga gery. Myra nampak berangkat sendiri menggunakan ojek online. Karena ken masih belum membalas pesannya dari kemarin. Dan ia berpikir ia akan berangkat sendiri.
Ia sampai di depan bangunan super megah. Bertuliskan " INTERNATIONAL HIGH SCHOOL". sekolah dengan taraf international dan memiliki fasilitas super lengkap pilihan frederick ini `memang mantap. semua hampir ada. Lapangan yang lengkap, sepak bola, basket, voli. Laboratorium komputer, kimia bahkan ada yang untuk penelitian program it. Sesuai dengan minat myra.
' om fred emang nggak kaleng - kaleng deh,' batin myra terkikik.
Setelah membenarkan posisi kacamata anti radiasi nya ia lalu melangkahkan kaki nya menuju kelas. Sistem ospek memang sudah di tiadakan karena menghindari aksi perpeloncoan. Di balik gerbang di samping pos security, terlihat gery dengan stelan seragam sma nya. Ia juga nampak mengenakan kacamata besar. Terkesan culun seperti milik myra. Tapi Siapa yang tahu jika kacamata kedua nya adalah kacamata khusus yang papi myra rancang. Di dalamnya ada alat penyadap dan juga gps serta ada kamera super mini.
" ayahmu benar - benar totalitas nyariin kita sekolah ger, " kata myra saat sudah di depan gery. Gery membetulkan letak kacamata nya sebelum menjawab.
" ya kan biar semua aman, lagian juga biar bisa satu sekolah dengan cintamu, " kata gery dan berbisik di akhir kalimatnya. Myra melotot penuh peringatan kepada gey, dan gery hanya mengendikkan bahu acuh.
kedua nya lantas mulai memasuki area sekolah dan mulai mencari info dimana kelas mereka. Frederick benar - benar memenuhi perkataanya kemarin, ia menempatkan gery satu kelas dengan myra.
" kamu mau duduk sama siapa nanti ?" tanya gery saat mereka melangkah menuju kelas mereka.
" coba nanti liat dulu, kalau ada ken aku mau duduk sama dia. Tapi jika ken nggak mau ya duduk sama lu, " jawab myra malu - malu. Gery melongo. Dia hanya cadangan !.
" jadi, gue jadi cadangan doang ? Oh god, bisa - bisa nya, " geram gery. Myra terkekeh pelan.
Keduanya sudah memasuki sebuah kelas. Myra dan gery masuk di kelas 1A. Saat sudah masuk kelas, ia melihat sudah ada beberapa murid lain yang ada di dalam. Di lihat dari penampilan mereka, nampak mereka berasal dari keluarga berada. Hanya myra dan gery yang berpenampilan sederhana meski merk tidak bisa berbohong.
Myra melihat ken yang tengah mengobrol dengan temannya. Myra berinisiatif mendekat ke ken untuk meminta maaf dan bertanya tentang kesediaannya untuk satu meja. Gery hanya membiarkan nya.
" ken, " panggil myra saat sudah dekat. Ken dan temannya menoleh.
" myra, kamu juga sekolah di sini ?" bukan ken yang langsung menjawab. Tapi Gerard.
" iya, " jawab myra sambil tersenyum tipis. Ken nampak biasa saja melihat kedatangan myra.
" ken, maaf buat yang kemarin, aku ada kegiatan mendadak dan tidak membawa handphone, " myra menjelaskan sekaligus meminta maaf,
" tidak apa myr, santai saja " ken menanggapi nya dengan santai.
" mau kah kamu satu meja denganku ?" pinta myra.
" sorry, aku sudah dengan Gerald, " jawab langsung ken. Myra nampak kecewa dengan jawaban ken.
" oke deh, nggak apa. Kalau gitu permisi dulu. " pamit myra meninggalkan ken dan Gerald.
Ken dan Gerald menatap kepergian myra.
" lu yakin bro ? Mau menjauh dari myra ?" tanya Gerald setelah myra sudah menjauh.
" uhm, mungkin dengan aku menjauh dan nantinya myra menyukai seseorang, perjodohan kami akan di batalkan, aku hanya menganggapnya sahabat, " ada rasa perih sebenarnya saat berucap. Tapi ken menepis jauh perasaannya. Ia berpikir jika ia terlalu sering bersama myra.
" hah, ya sudahlah. Tapi jangan nyesel " peringat Gerald. Ken mengangguk sambil tetap menatap ke arah myra.
💨💨💨
" kenapa ? dia nggak mau sebangku denganmu ?" tanya gery meledek. myra mengangguk lemas.
" ya sudah, duduk dengan ku saja, " kata gery. mereka memilih duduk di barisan belakang paling pojok. sedangkan ken menatap intens myra yang terlihat akrab dengan seorang lelaki selain diri nya.
' siapa lelaki itu, aku tidak pernah melihat nya ' batin ken. ken berusaha untuk mengabaikan. ia lantas memilih tempat duduk di kursi bagian depan dengan gerald.
kelas myra termasuk kelas ekslusif, di mana semua siswa memiliki kecerdasan otak yang lebih daripada kelas lain nya. ken yang terlihat tampan, dan cool langsung saja menarik banyak perhatian. belum lagi ia bersama dengan gerald yang juga sama - sama memiliki wajah tampan.
kelas sudah di mulai, myra nampak memperhatikan penjelasan dengan cermat. ia fokus dengan pelajaran yang di sampaikan. begitupun dengan siswa lainnya yang berjumlah hanya 25 orang itu. saat menengok ke samping tempat duduknya, ia malah melihat gery yang malah tidur dengan pulas nya. myra geleng - geleng kepala melihat kelakuan gery. beruntung guru tidak memperhatikan gery.
jam istirahat tiba. myra segera membangunkan gery.
" wey dodol, bangun, " myra menggoyang - goyangkan lengan gery untuk membangunkannya. ia melirik sekilas ke arah ken yang sudah beranjak keluar kelas bersama gerald diikuti.
" eugh, sudah selesai? " tanya gery menguap. ia membuka mata perlahan sambil menatap sekeliling yang mulai sepi.
" dasar, malah tidur, gue aja nahan - nahan kantuk, " gerutu myra. mereka beranjak untuk makan. myra tidak beli makan ke kantin, ia membungkus bekal dari rumah. ia membawa 2 porsi, tadi nya ingin di berikan ken. tetapi saat merasa ken menghindar dari nya, ia putuskan memberikan kepada gery.
" penjelasan guru tadi bagaikan nyanyian nina bobo, hi hi hi, " gery terkikik. kedua nya akan menuju rooftop. dengan kacamata khusus mereka, mereka dengan mudah menemukan rooftop dan mulai berpikir untuk membuat basecamp di sana.
" lu nggak mau dekati ken lagi ? " tanya gery. tangannya sibuk menyuapkan makan siang nya. myra terdiam sejenak, ia menghela nafas kasar.
" sepertinya dia masih merajuk karena kemarin ia ternyata ke rumah saat kamu dan om fred berkunjung. dia ingin mengajakku keluar. dan aku tidak membawa handphone saat itu, " keluh myra. ia masih berpikir positif. berpikir jika ken hanya belum memaafkannya. padahal ken berniat untuk menghindari nya untuk membatalkan perjodohan mereka. gery hanya diam mendengarkan cerita myra. bagaimanapun ia tidak tau isi hati ken.
mereka segera menyelesaikan makan siang mereka, myra mengajak gery untuk ke mushola. mereka melaksanakan kewajiban sebagai muslim. gery dan frederick adalah mualaf.
saat ingin kembali ke kelas, myra dan gery melewati lorong koridor yang panjang.
" ken, aku suka kamu, jadikan aku kekasihmu, "
sayup - sayup myra mendengar ada pembicaraan di taman belakang sebuah kelas. gery yang sedari tadi sudah mendengar hanya menyimak. ia ingin tahu myra akan bertindak apa.
myra mencari arah suara dan akhirnya menemukan ken dengan seorang siswi yang nampaknya senior mereka. cukup cantik,dengan tubuh aduhay, tinggi meskipun lebih tinggi ken. ken hanya menatap datar senior itu. diam - diam myra menggigit bibirnya.
' baru satu hari masuk aja sudah ada yang mengajaknya pacaran, '
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments