Chu Xia menunggu bagaimana reaksi dari Fang Yu Qin saat ini.
" Chu Xia !! Kau berkata demikian seolah aku juga mencintaimu ". Ucap Fang Yu Qin.
" Jika tidak untuk apa kau sampai repot-repot membawaku kemari , sudahlah jangan terlalu naif ". Kata Chu Xia.
Chu Xia menyandarkan kepalanya ke bahu Fang Yu Qin .
" Aku hanya takut jika suatu saat nanti benar-benar melupakanmu , salahkah aku jika sudah mencintaimu ?". Lirih Chu Xia.
" Kau sama sekali tidak salah , namun kuberitahukan padamu jika aku bersama denganmu maka akan ada banyak masalah yang akan datang ". gumam Fang Yu Qin.
" Aku mencintaimu bahkan sudah bertekad untuk hidup bersamamu apakah masih belum cukup ". Kata Chu Xia.
" Xiaxia ?". lirih Fang Yu Qin dengan menangkup wajah Chu Xia.
" Katakan padaku jika kau juga mencintaiku . Kau hanya takut saja aku terlibat dalam masalahmu ". Ucap Chu Xia disertai senyuman manis.
Fang Yu Qin tidak bisa lagi menahan pesona dari Chu Xia membawa tubuh kecilnya kedalam dekapannya.
" Maafkan aku ." Lirih Fang Yu Qin sambil membelai kepala Chu Xia dengan lembut.
Chu Xia mengeratkan pelukannya hingga terciptalah suasana yang romantis .
" Aku hanya ingin menikah denganmu karena seluruh jiwa dan raga ini kupasrahkan padamu , karena kaulah yang aku cintai bukan orang lain ". Ucap Chu Xia.
" Untuk saat ini aku harus menyelesaikan kewajibanku ". Kata Fang Yu Qin.
" Aku siap menerima segala rintangan bersama denganmu . Berpegangan tangan meski keadaan tidak memihak ".
Perkataan Chu Xia membuat tubuh Fang Yu Qin berdesir apalagi ditambah dengan pelukan hangat yang diberikan oleh Chu Xia.
" Kau benar-benar tidak akan menyesalkah karena sudah mencintaiku , aku bukan pria yang baik untukmu . Bahkan ibumu tidak menyukaiku ".Ujar Fang Yu Qin.
" Aku tidak peduli ". Ucap Chu Xia dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Fang Yu Qin hingga hanya berjarak nafas saja.
Fang Yu Qin sungguh tidak bisa menahan hasratnya lagi, Dia mentautkan bibirnya untuk meraih bibir ranum mungil yang menggodanya saat ini.
Chu Xia sangat antusias saat Fang Yu Qin benar-benar menciumnya dengan penuh kelembutan.
Malam ini adalah malam yang spesial bagi Chu Xia , dia benar-benar berhasil menahlukkan hati keras Fang Yu Qin.
*
*
*
Pagi harinya , Linxi membangunkan Chu Xia dari tidurnya.
" Nona ? Nona bangunlah ". Kata Linxi seraya mengangkat tubuh Chu Xia.
" Linxi kau mengganggu tidurku saja ." Ucapnya dengan suara parau.
" Cepat bangunlah , Pangeran Ketujuh sudah menunggumu ". Kata Linxi.
" Ahhh masih ngantuk ". Keluhnya .
Selir Lin menyusul Chu Xia ke dalam kamarnya karena sudah terlalu lama menunggunya hingga tidak enak sendiri pada Pangeran Ketujuh.
" Xiaxia !!!!". teriak Selir Lin dari luar.
Chu Xia masih belum bersiap-siap bahkan belum mandi dan bersiap-siap.
Linxi yang harus kenak imbasnya akibat dari tidak becus membangunkan Chu Xia.
Selir Lin mengancam Linxi akan di pulangkan ke desa jika tidak bisa mengatasi Chu Xia dengan baik karena menurutnya lebih baik menggantikan dengan Pelayan baru.
" Linxi , maafkan aku . Kau tenang saja ibu tidak akan memulangkanmu ". Ujar Chu Xia .
" Nona , jika itu sudah takdirku maka akan kuterima dengan lapang dada karena aku memang gagal dalam bekerja ". Lirih Linxi .
" Berani mengatakan seperti itu lagi maka aku akan mengunci mulutmu ". Kata Chu Xia.
Linxi menyiapkan pakaian Chu Xia yang akan dikenakan hari ini untuk menemani Pangeran Ketujuh berkeliling pasar ibukota.
" Kali ini aku akan menemaninya bermain , lihat saja nanti ". Gumam Chu Xia.
"Nona jangan membuat masalah lagi pada Pangeran Ketujuh ". Sahut Linxi.
" Selama tidak ada ibu tidak akan menjadi masalah . Oh iya Linxi , aku sudah mendapatkan hati Fang Yu Qin ". bisiknya lalu tersenyum seraya mengingat kebersamaannya .
Linxi benar-benar tercengang mendengar ucapan dari Chu Xia.
" Pria tampan , tegas , keras dan berwibawa sudah bisa ditahlukan . Kau hebat luar biasa nona !?." Pujinya.
Chu Xia segera menemui Pangeran Ketujuh yang sudah menunggu cukup lama.
" Aku sudah siap !". ucap Chu Xia.
" Baiklah mari kita berangkat ". Kata Pangeran Ketujuh.
Didalam kereta keduanya diam tanpa kata , namun Pangeran Ketujuh mengajaknya lebih dulu.
" Bagaimana hari-harimu selama ini ?". tanya pangeran ketujuh.
" Cukup baik ".
" Aku akan mengajakmu ke Paviliun Huang karena tempat itu paling enak suasananya ". Kata Pangeran Ketujuh.
Chu Xia tidak bisa mengendalikan dirinya karena terlalu senang.
" Benarkah ? ". mata Chu Xia berbinar-binar.
" Tapi mampir ke toko buku sebelahnya dulu ya karena buku yang sudah kubaca telah selesai ".
" Ya , baiklah ".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments