Tabib Fang tidak ingin Yu Qin menjadi seperti dirinya karena faktanya dia adalah seorang yang penting di kekaisaran Qi.
Menginjak umurnya ke 7 tahun barulah tabib fang membawanya ke sebuah sekte untuk berguru .
Tabib Fang menemukannya ketika masih berumur kurang lebih 5 tahunan tapi sudah memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk anak seumuramnya.
Kini Fang Yu Qin telah menginjak dewasa dengan umurnya yang sudah 21 tahun seharusnya sudah siap untuk menikah.
" Qin'er ? berhati-hatilah ketika menyambut tamu dari negara lain itu ". Ujar Tabib Fang.
" Ayah tenang saja , Eagle sharp tidak akan pernah jengah dalam bertindak ". Ungkapnya dengan gagah.
" Aku bangga padamu nak ". Kata Tabib Fang .
Perlu diketahui jika tabib fang menemukan sebuah racun yang menyerang seluruh tubuhnya sewaktu kecil , kemungkinan ada yang sengaja menginginkannya mati namun siapa sangka jika anak kecil yang masih keturunan kekaisaran masih bisa bertahan untuk hidup.
Dengan kemampuannya yang luar biasa kini sosok Fang Yu Qin menjadi seorang Jendral berpangkat tinggi didalam Kekaisaran Qi.
Di Gerbang Ibukota , Fang Yu Qin menjemput tamu dari negara Peng Utara .
Fang Yu Qin tahu jika beberapa orang dalam rombongan memisahkan diri entah apa maksutnya.
" Berikan jalan untuk tamu kehormatan kita dari negara peng utara ". Teriak dengan lantang prajurit yang memiliki kemampuan terbaik.
Mata Fang Yu Qin tetap fokus ke arah depan namun siapa yang tau jika dia memiliki ketajaman mata seperti seekor elang yang mematikan.
Rombongan pasukan dari negara peng utara sudah memasuki Ibukota dan akan memasuki istana kekaisaran.
Fang Yu Qin menggunakan kedipan mata sekali saja untuk memerintahkan pasukan elitnya untuk mengatasi beberapa orang peng utara yang memisahkan diri tanpa ikut kedalam rombongan.
" Yang Mulia Pangeran kedua , menurut rakyat asli negara Qi ada sebuah paviliun yang lumayan terkenal dan memiliki fasilitas terlengkap . Bagaimana jika kita kesana saja ". Ujar pelayan yang berada disisi Pangeran yang berasal dari negara peng utara itu.
" Baiklah , pergi kesana karena aku akan menikmati makanan dari negara Qi ini ". Ungkap Pangeran peng.
Pangeran Kedua dari negara Peng Utara bernama Jun Guo Chen .
Dia ditugaskan pergi ke Negara Qi untuk menjadi mata-mata dan yang akan bertemu dengan Kaisar Qi adalah Pangeran Mahkota dan Putri Jun Ruying .
Putri Ruying suka sekali mengikuti kakaknya yang selalu ditugaskan ke berbagai negara , dengan sifatnya yang sangat manja namun begitu dikasihi oleh Kaisar Peng.
" Pangeran Mahkota Jun Guo Ren dan Putri Ruying memasuki Istana ". Ucap Pengawal Istana.
Kaisar meminta Kasim Du untuk mengantar tamu kehormatan ke Paviliun Feiyang yang mana tempat khusus menyambut tamu dan tempat istirahat.
Pada saat yang bersamaan , Chu Xia dan kedua tamu saling berpapasan .
" Tunggu ". Ucap Pangeran Guo Ren yang menghentikan langkah Chu Xia.
Chu Xia sendiri tidak menghiraukan panggilan dari Pangeran Guo Ren , dia tetap dengan kukuhnya berjalan seperti tidak ada beban hidup.
" sombong sekali wanita itu sampai tidak menghiraukanmu ". kesal putri Ruying.
" Sudahlah , biarkan dia pergi tapi suatu saat aku tidak akan membiarkannya bersifat sombong lagi ". ujar Pangeran Guo Ren.
Chu Xia sudah memasuki istana dan bertemu dengan Kaisar bahkan Permaisuri.
" Salam hormat saya kepada Yang Mulia Kaisar , Permaisuri , Selir Agung , Selir kekaisaran Qi sekaligus para Pangeran ". Ucap Chu Xia.
Kedatangan Chu Xia memang banyak mencuri perhatian , namun hanya satu orang yang tampak biasa saja.
" Yang Mulia , dia adalah Chu Xia putri dari bangsawan Chu dan adik perempuan Jendral Chu Xian ". Ujar Permaisuri.
" Baiklah , Pangeran Ketujuh datanglah ". Titah Kaisar.
Pangeran Ketuju segera menghampiri Chu Xia untuk menghadap Kaisar.
" Hamba menghadap Yang Mulia ". Kata Pangeran Ketujuh.
" Pangeran Ketujuh , bagaimana menurutmu tentang Chu Xia ini ." Tanya Kaisar .
Chu Xia segera menundukkan kepalanya agar Pangeran Ketujuh tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
" Dia.. maksut saya Chu Xia sosok gadis yang sopan ". Ujar Pangeran Ketujuh.
" Jadi kau setuju apabila bertunangan dengannya hari ini ". Ucap Permaisuri.
Seketika kepala Chu Xia langsung melihat ke arah depan .
Dia ingin mengatakan sesuatu namun langsung didahului oleh Pangeran Ketujuh.
" Hamba setuju Yang Mulia ". Kata Pangeran Ketujuh.
Chu Xia menatap ke arah Pangeran Ketujuh dengan tatapan yang sangat tajam seperti tidak sependapat dengannya.
" Baiklah , Chu Xia dan Pangeran Ketujuh dinyatakan telah resmi bertunangan ". Kata Kaisar.
Mendengar pernyataan dari Kaisar , sekujur tubuh Chu Xia seperti tak mampu untuk menopang lagi namun dia sekuat tenaga untuk menahan.
Selepas dari Istana , Chu Xia langsung pergi dengan perasaan yang tidak karuan . Pangeran Guo Ren sengaja menunggunya dan menghentikannya.
*Grepp*
Tubuh Chu Xia ditarik kedalam pelukan Pangeran Guo Ren , Chu Xia yang merasa terkejut seketika langsung menghajarnya dengan penuh emosi.
" Apa yang telah kau lakukan ? " . Ucap Pangeran Guo Ren.
" Jaga sikapmu , kau pikir aku wanita murahan ". Emosi Chu Xia.
" Memang kau wanita seperti apa . Jangan menjual mahal tubuhmu , aku tau kau pasti menyesal jika menolakku ". Ucap Pangeran Guo Ren.
* Plak*
Chu Xia menampar pipinya dengan sangat keras agar dia menyadari apa yang barusaja dikatakannya.
Pangeran Guo Ren merasa tidak terima dengan perlakuan kasar Chu Xia , dia ingin membalas perbuatannya namun tangannya dicegat oleh seseorang.
" Jangan berbuat kasar pada wanita yang terlihat lemah , Pangeran Guo Ren ". Gumam seseorang itu dengan tatapan tajamnya.
Pangeran Guo Ren menurunkan tangannya dan segera pergi .
" Ikutlah denganku , aku tidak akan menyiksamu ". Ujar Seseorang itu .
Ketika Chu Xia melihat wajahnya barulah mengetahui siapa yang membantunya.
" Kau ?". Kata Chu Xia.
" Kita bicara di luar Istana saja karena berbahaya disini . Apalagi saat ini kau adalah tunangan Pangeran Ketujuh ." Ungkapnya.
" Aku benar-benar tidak sudi ". Ucap Chu Xia.
Sesuai dengan anjuran seseorang itu , Chu Xia menunggunya di luar Istana.
*Swoshh*
Chu Xia terkejut kala mendapati dirinya terbang diatas angin , namun perutnya sedikit mual .
" Astaga , apakah aku sedang terbang seperti burung ... aduhh kepalaku pening ..Hoekkk ".
Chu Xia diturunkan ditempat yang sepi agar bisa leluasa mengobrol .
" Hoekkk , Hoekkk ". Suara Chu Xia yang sedang mabuk angin.
Seseorang itu menekan leher Chu Xia dan memberikan sebuah obat penenang diri .
" Ternyata kau sangat lemah ". Ledek seseorang itu.
" Siapa kau sebenarnya ? Ahh maksutku namamu ".
" Pentingkah untukmu ".
" Sekian lama tidak bertemu denganmu , sekarang berubah menjadi menyebalkan ". Geram Chu Xia.
" Ternyata kau masih ingat padaku , daya ingatmu cukup bagus ". puji seseorang itu pada Chu Xia.
" Katakan , Siapa namamu ?". Ketusnya.
" Kau ingin berkenalan apa ingin menginterogasiku ".
" Kau memang pria yang sangat menyebalkan".
" Baiklah , Namaku Yu Qin bahkan dulu aku pernah mengatakannya padamu Xiaxia ". Gumamnya seakan membuat Chu Xia tercengang.
" Kau---- kau tau namaku ".
" Chu Xia namamu ... kau adik perempuan Jendral Chu Xian ". Imbuhnya.
Entah mengapa perasaan Chu Xia saat ini jauh lebih tenang bahkan jantungnya berdesir kala menatap wajah Yu Qin.
" Bagaimana keadaan Ibumu ?".
" Kau juga masih ingat dengan itu ".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments