Episode 4

Baru sampai di Gerbang Istana saja semua pengawal salah fokus pada Chu Xia.

Chu Xian mengantar adiknya hingga ke Paviliun Permaisuri Qi.

Ketika akan memasuki Paviliun Permaisuri Qi , Chu Xian dan Chu Xia bersalipan dengan Pangeran Ketujuh .

Pangeran Ketujuh sekilas memandang kedua kakak adik itu namun selanjutnya terus berjalan sesuai dengan ciri khasnya yaitu acuh tak acuh.

" Xiaxia , silahkan kau bisa tunggu disini ". Kata Chu Xian.

" Baiklah kak ".

Chu Xian segera memberi pesan pada pelayan yang berada di paviliun Permaimsuri Qi .

" Kakak akan pergi ke Istana jaga sikapmu saat bertemu dengan permaisuri ". Chu Xian mengingatkan pada Chu Xia.

" Baik-baik , bersikap dengan baik ". Jawab Chu Xia.

Chu Xian sudah meninggalkan Chu Xia di Paviliun Permaisuri.

Selang beberapa detik kemudian seorang pelayan memanggil Chu Xia untuk pergi bertemu permaisuri.

" Permaisuri , gadis inilah yang ingin bertemu dengan anda . Jendral Muda Chu mengatakan jika dia adalah adik perempuannya ". Jelas pelayan permaisuri.

" Permaisuri hamba datang kemari atas perintah Selir Lin untuk memberikan surat ". Ucap Chu Xia.

Permaisuri meminta pelayan untuk mengambil surat dari tangan Chu Xia.

Sebelum membuka dan membacanya lebih dulu , permaisuri bertanya kepada Chu Xia.

" Katakan siapa namamu ?". Kata permaisuri.

" Chu Xia ".

" Jadi kau merupakan putri bangsawan keluarga Chu ". Ungkap permaisuri.

" Benar permaisuri ".

Permaisuri membaca isi dari surat yang dikirimkan oleh Selir Lin.

*isi surat *

" Yang terhormat permaisuri Qi dan yang kurindukan teman kecilku Saosao,

aku sengaja meminta putriku satu-satunya untuk mengantar surat ini . Saosao kini putriku sudah 17 tahun untuk itu apakah kau masih ingat dengan janji yang pernah kita buat ".

Permaisuri tersenyum saat membaca isi dari surat itu , selepas membaca barulah menatap ke arah Chu Xia.

" Xiaxia ? kemarilah ". Lirih permaisuri.

" Anda memanggilku ". Ucapnya.

Chu Xia mendekati permaisuri dengan tubuh sedikit bergetar .

" Kau kenapa xiaxia ". Ucap Permaisuri.

" Ternyata permaisuri sangat cantik ". Puji Chu Xia.

Lama berbincang-bincang sudah tiba waktunya untuk kembali ke kediaman Chu.

Sepanjang perjalanan Chu Xian bertanya bagaimana ketika bertemu langsung dengan permaisuri .

" Kak , itu paviliun huang !! wah sudah lama aku tidak pergi kesana menikmati daging empuk yang sangat khas ". Kata Chu Xia.

" Ingin makan lagi , apa kau merasa tidak puas saat permaisuri memjamumu ". Ucap Chu Xian.

" Kau tau sendiri bagaimana aku jika sedang makan, kau berpesan untuk berjaga sikap ."

" Oh jadi kau menahan rasa nafsu makanmu itu , salut ...salut kau hebat xiaxia sangat hebat ". Ledek Chu Xian .

" Aku ingin hari ini kau yang mentraktirku makan sepuasnya ". Ujar Chu Xia.

" Baiklah ".

Mereka segera memasuki Paviliun Huang yang mana sebuah tempat yang menyediakan tempat makan , penginapan dan menurut orang tertentu paviliun juga memiliki bisnis jual beli informasi rahasia .

Siapapun yang pergi kesana untuk berbisnis maka harus ke lantai paling atas .

" Xiaxia ". teriak seorang wanita .

Chu Xia segera mencari sumber dari suara yang memanggilnya.

" Xiaxia ... ini xiaxia kan ". Ujarnya sambil melihat kearah Chu Xian .

" Ternyata kak Fu Rong ". Ucap Chu Xia.

Fu Rong merupakan putri kedua dari Menteri Fu , keduanya saling mengenal karena hubungan persahabatan yang dijalin oleh orang tuanya .

Fu Rong sejak lama menyukai Chu Xian namun cintanya tidak terbalaskan karena seorang Jendral Muda itu terlibat tali asmara dengan Nona Yu .

" Bolehkah jika aku bergabung bersama kalian disini ". Ujar Fu Rong .

" Boleh saja asal jangan mengambil makananku ". Gumam Chu Xia.

" Kau sama sekali tidak berubah ya hahahaha masih sama suka makan banyak ". Sahut Fu Rong.

" Kalian makanlah karena aku ada sedikit urusan ". Kata Chu Xian.

" Oke kak ."

Selepas Chu Xian pergi barulah Fu Rong mulai mengomeli Chu Xia karena membiarkan kakaknya pergi begitu saja.

" Kak Fu Rong sebaiknya sadar diri saja , Kak Xian mencintai Nona Yu Ning itu.. ". Ucap Chu Xia.

*Pletak*

Fu Rong menjitak kepala Chu Xia karena berkata yang menyakiti hatinya.

" Haihai.. kau masih saja suka sekali menjitak kepala orang ". Keluh Chu Xia.

" Xiaxia kau seharusnya membantuku untuk mendapatkam cinta Chu Xian .. ayolah ".

" Kau gila ya , mana mungkin aku bisa . Lagian kenapa kau tidak cari pria lain saja yang lebih tampan contohnya seperti .... ". sedang mencari seorang pria tampan.

Tiba-tiba mata Chu Xia berbinar-binar kala melihat sosok pria tampan.

" Nah , itu dia pria tampannya ". Ucap Chu Xia.

Fu Rong yang tak bisa pindah kelain hati namun setelah melihat wajah tampan pria yang baru saja datang ke paviliun huang membuatnya lupa ingatan.

" Bagaimana ? tampan kan ". Ujar Chu Xia seraya mengerlingkan matanya.

Fu Rong segera sadar diri dan menggoyang-goyangkan kepalanya.

" Tidak bisa , sejak kecil aku sudah menyukai Chu Xian . Dia memang tampan tapi sepertinya galak lihat saja wajahnya yang sedikit tegang ".

Keduanya memperhatikan sosok pria tampan itu seraya menilai penampilan darinya.

Sosok pria itu seperti menembak mati sasaran ketika menangkap basah terhadap orang yang telah memperhatikannya.

" Kak Fu Rong kau benar dia... ". Lirihnya.

" Bagaimana ini Xiaxia.. kita tertangkap basah". Gumam Fu Rong.

Chu Xia mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terlihat ketakutan.

*Brakk*

Suara meja yang sedang dibanting oleh seseorang karena terlibat pertengkaran.

Chu Xia dan Fu Rong yang semula ketakutan karena tertangkap basah sedang memperhatikan seorang pria tampan kini merasa terkejut dengan adanya keributan .

" Bisa tidak jika berkelahi jangan didalam , aku merusak perabotan milik paviliun huang ". Ujar Chu Xia.

Seseorang yang terlihat emosi dan yang membanting meja kini menghampiri Chu Xia yang telah berani mengomentarinya.

" Seorang gadis cantik , aapakah kau sanggup untuk membayarkan hutangnya . Dia berhutang banyak padaku tapi tidak bisa membayar , karena kau telah ikut campur maka harusnya kau ..... . ". ingin menyentuh pipi Chu Xia .

Namun sosok pria yang diperhatikan oleh Chu Xia dan Fu Rong bereaksi dengan menghajar pria yang membuat keributan itu .

*Duk*

*Duk*

* Brak*

" Keluar dari sini jika masih ingin hidup ". Ujar pria itu.

Sang pembuat onar langsung lari terbirit-birit.

" Jika kau masih genit maka aku tidak akan membantumu lagi ." Kata pria itu kepada Chu Xia.

" Kau !! apa maksutmu ?". Omel Chu Xia tidak terima.

Saat keduanya saling memandang satu sama lain entah mengapa keduanya seperti bertemu dengan seorang kenalan lama yang tidak bertemu.

" Mengapa dia terlihat tidak asing untukku ... apakah kita sebelumnya pernah bertemu ." Gumam Chu Xia dalam hatinya.

" Dia terlihat seperti gadis nakal 5 tahun yang lalu , apakah dia benar-benar gadis nakal itu.".Ucap pria yang berhadapan dengan Chu Xia.

Fu Rong merasa heran dengan keduanya , karena bukannya berdebat malah saling berpandangan dengan waktu yang cukup lama.

" Xiaxia ... xiaxia.. Chu Xia.. !!!". Teriak Fu Rong karena saking kesalnya tidak dihiraukan.

" Kita sebaiknya pergi dari sini ". Ujar Chu Xia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!