Chu Xia bercerita jika keadaan ibunya sudah membaik bahkan sembuh total setelah mendapat obat ajaib itu.
" Kau dan Chu Xian dalam 1 ibu ". tanya Yu Qin.
" Bukan , hanya saja ibu maupun kakak tidak membedakannya . Aku seorang anak selir dan ibukku masih kerabat dari Permaisuri Qi ". ujarnya.
" Karena itu kau bisa bertunangan dengannya , bukan ". tebakan Yu Qin.
" Andai saja kau bisa membantuku agar dia membatalkan pertunangan ini , maka suatu kebahagiaan untukku ". lirihnya penuh tekanan.
" Terima saja takdirmu , bukankah itu sudah lebih dari cukup bahkan masih banyak wanita yang ingin menjadi seperti dirimu ". Ujar Yu Qin.
" Aku tidak menyukainya sampai kapanpun tidak akan ". Chu Xia mulai geram.
" Tapi kau adalah tunangannya ".
" Mengapa kau malah menyebalkan ? kalau tidak suka ya sudah , itu tidak akan merubah keputusanku ". Kata Chu Xia.
" Lalu mengapa kau ingin melibatkanku , apakah kau menyukaiku ". Yu Qin sengaja menggodanya.
Chu Xia tak habis pikir jika harus membuatnya salah paham dan terlihat narsis.
" Hah, mana mungkin . Jangan narsis ". seloroh Chu Xia.
Yu Qin berniat akan mengantar Chu Xia namun sepertinya sangat tidak mungkin karena posisinya sekarang.
" Kau bisa pulang sendiri tapi tenang saja , aku akan mengawasimu dari belakang ". Gumam Yu Qin.
" Aku mau kuda ".
" Kau bisa berkuda !". Seru Yu Qin.
Fang Yu Qin bersiul-siul seperti memanggil seseorang untuk datang , namun yang datang ternyata seekor kuda putih yang sangat indah.
" Wahh !! Kuda putih yang sangat mempesona , luar biasa ". Ucap Chu Xia yang merasa terpesona.
" Namanya Binbin , baiklah kau bisa membawanya pulang . Anggaplah ini hadiah pertemuanku untukmu ". Kata Yu Qin.
" Hadiah untukku , ahh kau sangat baik sekali kalau begitu mari kita bertemu selalu ". Kata-kata Chu Xia berhasil membuat Yu Qin terkekeh.
" Binbin , pergilah ".
Kuda putih itu langsung pergi ketika Yu Qin memerintahnya.
" Ehhh... ehh.. Yu Qin ? terima kasih , semoga bisa bertemu lagi denganmu ". Teriak Chu Xia .
Fang Yu Qin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya kala melihat tingkah Chu Xia.
" Dasar anak nakal., dia sudah bertumbuh dewasa tapi pikirannya masih terlihat sama ". Kata Yu Qin.
Chu Xia sudah memiliki kuda sendiri , setiap hari dia merawatnya dengan baik .
" Xiaxia ? mengapa hampir setiap hari kau selalu bersama dengan kuda itu , apakah tidak ada acara lain yang bisa menguntungkan hubunganmu dengan Pangeran Ketujuh ". Ujar Selir Lin.
" Baiklah , aku akan pergi mencarinya ". Elaknya agar bisa keluar dari kediaman.
Chu Xia menunggang kuda putihnya dengan sangat cepat.
" Binbin , kau harusnya tau dimana Yu Qin berada saat ini . Aku ingin bertemu dengannya sekarang ". Bisikknya ke telinga binbin si Kuda putih.
Kuda itu membawanya ke Paviliun Huang .
" Mengapa kau membawaku kesini , apakah dia ada disini ". Ucap Chu Xia.
Lalu , Kuda itu mengeluarkan suaranya dengan lantang.
" Wahh kau sangat hebat ". Puji Chu Xia sambil mengelus-elus bagian perutnya.
Fang Yu Qin mendengar suara Binbin diluar maka dengan cepat dia menghampirinya.
Chu Xia tercengang melihat Fang Yu Qin yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
Namun tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil namanya.
" Yu Qin ? akhirnya bisa bertemu denganmu disini ". Ucap Putri An Xing .
" Putri An Xing ." Gumam Chu Xia.
Sangat terlihat dari bahasa tubuhnya jika Putri An Xing sangat senang bertemu dengan Fang Yu Qin .
Chu Xia segera membelakanginya agar Putri An Xing tidak menemukannya.
Chu Xia begitu kesal kala Putri An Xing mendekati sosok pria yang saat ini akan ditemui olehnya.
Ketika ingin pergi dari paviliun huang , dia melihat kereta kuda yang sedang lewat didepannya.
Namun berhenti di toko buku yang hanya berjarak 3 rumah dari paviliun huang.
Kebetulan , Chu Xia akan pergi ke arah itu .
" Pangeran , bukankah itu nona Chu ". Ucap pelayan .
" Biarlah jangan menganggunya ". Kata Pangeran Ketujuh.
Chu Xia menunggangi kuda dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga membuat mata pangeran ketujuh terbelalak .
Pangeran Ketujuh sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan Chu Xia karena dia beranggapan jika dia sama saja dengan wanita pada umumnya yang kemenyek.
Namun hari ini dia melihatnya sendiri bagaimana Chu Xia ,
" Ruming !! Siapkan kuda untukku ". Kata Pangeran Ketujuh.
Pangeran Ketujuh merasa tertarik dengan pesona Chu Xia saat menunggangi kuda dengan kecepatan sangat tinggi , seharusnya hanya seorang pria yang berani melakukannya.
Pangeran Ketujuh sengaja mengikutinya dari arah belakang tanpa sepengetahuan Chu Xia.
Karena ingin tau kemana tunangannya akan pergi.
" Kurasa sepertinya ada yang sedang mengikutiku ". Ujar Chu Xia dalam hatinya.
Chu Xia sengaja mengambil jalan lain agar mengetahui siapa yang telah mengikutinya.
" Pangeran Ketujuh ". Ucap Chu Xia.
Pangeran Ketujuh mencari keberadaan Chu Xia yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak namun ternyata ada dibagian belakang mengawasinya.
" Chu---- Chu Xia ? ". Kagetnya.
" Mengikutiku ?". kata Chu Xia.
" Tidak , aku hanya lewat saja ". elak Pangeran Ketujuh.
" Oh hanya lewat saja sangat kebetulan sekali". Kata Chu Xia dan berlangsung pergi dari hadapan Pangeran Ketujuh.
" Tunggu Chu Xia !!". Kata Pangeran Ketujuh yang menghentikan langkah Chu Xia.
Chu Xia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di inginkan olehnya .
" Ada apa lagi ?". Ketusnya.
" Bolehkah jika aku menemanimu untuk berkuda , sepertinya kau lumayan ". kata Pangeran Ketujuh .
" Maaf , aku harus pergi ".
" Tapi , lain kali pasti bisa kah ". Ucap lagi Pangeran Ketiga.
" Aku tidak tahu , maaf aku benar-benar harus secepatnya pergi ".
Chu Xia segera pergi untuk menghindari pria yang sudah berstatus sebagai tunangannya ini.
" Kau pikir aku ini bodoh hingga beralasan seperti itu ,sayang sekali !! aku tidak merasa tertarik dengannya ". Kata Chu Xia sambil berkuda.
Entah mengapa hati Chu Xia masih sangat terasa sedikit sakit melihat Putri An Xing yang terlihat sangat dekat dengan Fang Yu Qin .
Hal itu dapat dirasakan oleh Nyonya Chu yang sejak awal kedatangannya .
" Xiaxia , ada apa denganmu ?". tanya nyonya chu.
" Ibu.. aku ? tidak , tidak ada apa-apa ?". jawabnya berbohong .
" Jangan menyimpan suatu kebohongan dengan terlalu lama maka rasa sakitnya akan semakin bertambah setiap hari , ibu hanya berpesan padamu berhati-hatilah dalam bertindak ". nasehat nyonya Chu.
Nyonya Chu pergi karena tidak ingin mengganggu Chu Xia yang sedang memendam masalahnya .
" Ibu tunggu ? bolehkah aku meminta ibu untuk tetap bersamaku hari ini ". pinta Chu Xia .
Nyonya Chu tersenyum mendengarnya karena pada akhirnya Chu Xia sudah mempercayainya.
" Baiklah ". Jawab Nyonya Chu.
Saat ini Chu Xia tidur dalam pangkuan Nyonya Chu bahkan mengeluarkan segala rasa yang saat ini berada didalam hatinya .
" Ibu , aku sama sekali tidak menyukai Pangeran Ketiga dan mengapa aku harus bertunangan dengannya ." gumam Chu Xia disertai rasa geram.
" Jika kau tak mencintainya lalu siapa yang mengisi hatimu saat ini , karena yang ibu lihat kau bukan bermasalah dengan Pangeran Ketujuh ". Ucap Nyonya Chu seraya menebak jalan pikiran Chu Xia.
Chu Xia sendiri begitu kaget saat Nyonya Chu bisa menebak isi hatinya bahkan hanya dengan ekspresinya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments