Chu Xia mendapatkan kembali kantong lusuh itu karena Yu Qin memberikannya dengan rela hati , mendengar cerita jujur dari Chu Xia hingga tak terasa air mata Yu Qin pun terjatuh .
Hal yang diceritakan oleh Chu Xia begitu mirip dengan kisahnya di masa lalu , kini Yu Qin bisa tumbuh menjadi seorang yang kuat bahkan tak terkalahkan.
5 tahun berlalu ,.
" Xiaxia ? bangunlah !! Upacara kedewasaanmu akan segera dimulai ". Teriak Selir Lin dari pintu luar kamar Chu Xia.
Yang diteriakan masih memejamkan matanya dengan sangat rapat karena semalam tidur terlalu larut.
" Xiaxia benar-benar yaa , hahh sudah mau dewasa tapi tetap tidak berubah ". Keluh Selir Lin.
" Adik , ada apa ? mengapa kau marah-marah seperti ini ". Tanya Nyonya Chu.
" Kakak ? lihatlah anak perempuanku masih belum bisa berubah padahal upacara kedewasaaannya akan segera dimulai ". Jawab Selir Lin.
Nyonya Chu dinyatakan sembuh total setelah meminum obat dari Chu Xia, meskipun sebelumnya terjadi pertengkaran yang hebat antara Chu Xian dengan Chu Xia .
Nyonya Chu seorang wanita yang lemah lembut bahkan sangat berbeda jauh dengan Selir Lin yang selalu marah-marah .
" Xiaxia ayo bangunlah nak , ibu sudah menyiapkan hadiah untukmu . Jika kau tidak bangun maka hadiahnya tidak akan kuberikan padamu ".
" Aku sudah bangun ibu ...". teriak Chu Xia yang mengejutkan Nyonya Chu dan Selir Lin.
" Ya ampun Xiaxia !!! keterlaluan ya kau ini membuat jantung ibu hampir lepas ". Celoteh Selir Lin .
" Ahhhh... aduhhh ibu.. sakit.. ahhh ". Selir Lin menjewer telinga Chu Xia.
" Adikk Lin sudahlah , jangan seperti itu ? Xiaxia sudah dewasa ". Ujar Nyonya Chu.
Chu Xia segera bersembunyi dibelakang tubuh Nyonya Chu agar Selir Lin tidak memarahinya atau menjewernya lagi.
Upacara Kedewasaan Chu Xia dilakukan dengan hikmat hingga berjalan dengan lancar.
Chu Xia sudah berumur 17 tahun dan seharusnya sudah siap untuk memulai kehidupan bersama calon suaminya.
" Xiaxia , tolong antarkan ini pada permaisuri Qi . Dia termasuk bibimu juga ". Kata Selir Lin.
" Kenapa harus aku ibu ? titipkan saja pada Xian , bukankah setiap hari dia memasuki istana ". Celoteh Chu Xia.
" Kakakmu sangat sibuk untuk beberapa hari ini , jadi kaulah yang harus membantu ibumu ini untuk memberikan surat secara langsung pada Permaisuri Qi ." Jelas Selir Lin.
" Yaa.. yaa baiklah , tapi ada satu syarat ".
" Apalagi ".
" Hehehe ibu , asalkan bisa menaiki kuda sendiri maka aku akan berangkat saat ini juga". Kata Chu Xia .
Selir Lin tidak menduga jika permintaan dari putri satu-satunya membuatnya tidak habis berpikir , dia menyukai hal yang cukup berbahaya bahkan membayangkan saja sangat ngeri.
" Ibu tidak jadi menyuruhmu pergi ". Kata Selir Lin.
" Ibu ... ". lirih Chu Xia.
" Tidak .. kau masih tidak jera juga yaa . Bagaimana jika kau sampai terjatuh lagi dan.. ahh pokoknya ibu tidak akan pernah mengijinkannya lagi ". Hentak Selir Lin pada Chu Xia.
" Tapi kejadian itu sudah berlalu ibu , aku sudah dewasa sekarang ". elakknya.
" Jika tidak boleh yaa tidak boleh ." Kata Selir Lin dengan nada tinggi.
Chu Xian mendengar suara Selir Lin yang sedang marah-marah dan segera menghampirinya.
" Selir Lin , ada apa ?." tanya Chu Xian.
Selir Lin tidak bisa berkata - kata hanya bisa mengungkapkannya dengan bahasa ekspresi.
" Xiaxia kenapa lagi ? hampir setiap hari ibumu selalu memarahimu , katakan ada apa sebenarnya ". tanya sekali lagi Chu Xian.
" Aku ingin berkuda kak .. apakah itu salah ". Jawab Chu Xia.
" Tidak boleh !! ". Sahut Selir Lin.
" Selir Lin , Xiaxia sudah mempelajari cara berkuda dengan baik . Percayalah padaku ". Gumam Chu Xian.
Pada Akhirnya Selir Lin harus merelakan Chu Xia untuk berkuda .
" Aku akan pergi Ibu , surat ibu akan sampai pada Permaisuri Qi ". Ucap Chu Xia.
" Hati-hatilah jangan terlalu kencang ". Nasehatnya.
Sebelum Chu Xia pergi , Nyonya Chu memanggilnya .
" Ada apa ibu ?". kata Chu Xia.
" Kata Xian , kau akan pergi ke istana ?".
" Iya , hari ini juga aku akan berangkat ". Jawab Chu Xia.
" Tunggu dulu , sekarang ikut ibu ..".
Nyonya Chu membawa Chu Xia ke dalam kamarnya.
Selain itu dia meminta gadis yang baru saja melakukan upacara kedewasaan untuk diam karena Nyonya Chu akan merias wajah Chu Xia .
" Ibu.. kenapa wajahku sangat berat ". Keluh Chu Xia.
Nyonya Chu hanya tersenyum saja melihat tingkah lucu Chu Xia , karena selama ini gadis itu hampir setiap hari tidak memakai riasan yang berlebihan .
Chu Xia memiliki kecantikan yang natural meskipun tidak memakai riasan tebal bahkan sudah dikatakan cantik sejak bayi.
Nyonya Chu memperlakukan Chu Xia layaknya anak kandung sendiri bahkan memintanya untuk memanggil ibu kepadanya padahal Chu Xia bukan anaknya melainkan anak seorang selir.
" Sudah selesai ".
Nyonya Chu meminta Chu Xia untuk berputar-putar .
" Ibu.. kenapa wajahku seperti topeng ". Keluh Chu Xia.
" Tentu saja kau sangat cantik , sayang ". Puji Nyonya Chu.
Chu Xia menggerak-gerakkan bibirnya yang terasa aneh bahkan sampai memanyunkannya.
" Kau akan memasuki Istana maka harus berpenampilan menarik ".
" Menarik !! maksut ibu , aku harus menarik siapa ?". kata Chu Xia dengan polosnya.
" Pergilah , jangan lupa sampaikan salamku pada Permaisuri Qi ".
Chu Xian sudah menunggu Chu Xia untuk segera pergi memasuki Istana.
Chu Xian benar-benar terkejut saat melihat penampilan adiknya dari atas sampai ke bawah.
" Apakah kau benar-benar Xiaxia , adik perempuanku ". Kata Chu Xian.
" Ayo berangkat ".
Chu Xian tidak menyangka jika adik kecilnya akan tumbuh menjadi seorang wanita cantik yang luar biasa bahkan memiliki daya tarik untuk siapa saja yang melihatnya termasuk dirinya sebagai seorang pria.
" Jika saja kau bukan adikku maka secepatnya akan menikahimu xiaxia ". Ujar Chu Xian.
" Cukup kak , aku sama sekali tidak suka pujianmu itu . Ibu benar-benar merubahku seperti seorang topeng ". Kata Chu Xia.
" Kau sangat cantik , lihat saja nanti jika sudah memasuki istana . Mungkin kau akan mengundang banyak perhatian ". Jelas Chu Xian.
" Aku tidak tertarik akan hal itu , pergi ke istana untuk bertemu Permaisuri bukan untuk menebar pesona ". Ungkap Chu Xia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments