(Zhang Fengying POV)
Disisi lain, Zhang Fengying memandang dengan aneh ke arah pedang yang digunakan oleh wanita ini.
Memang itu adalah pedang Naga yang aneh, bahkan kepalanya sudah terpecah dan hanya menyisakan setengah.
Apa yang menarik dari pedang ini ? Aneh sekali bahwa wanita ini bahkan menjebaknya seolah olah dia sangat berharap akan pedang rusak ini.
Apakah wanita ini berharap bahwa dia akan mengemis ngemis di bawah kakinya demi pedang rusak ini ? Zhang Fengying mencibir di dalam hati.
"Jika kamu ingin mengatakan sesuatu maka kamu harus mengatakannya dengan lantang, bilang saja bahwa kamu benar benar menyukai pedang ini pada saat ini ?" Tanya wanita itu dengan nada malas.
"Suka pada pedang ini ? Bahkan dalam mimpi pun tidak ! Aku tidak suka dengan pedang yang sudah rusak ini ! Guruku mengatakan bahwa ada pedang yang indah di dalam tapi yang aku lihat adalah pedang rongsokan ini. " Jawab Zhang Fengying.
"Betapa lancang nya, anak muda. Kamu benar benar tidak tahu sopan santun, tidak tahu siapa orang tua yang mengajarimu. " Ucap wanita itu.
"Kenapa harus membawa kedua orang tuaku sementara kamu sendiri juga tidak sopan ?! Kamu membawa orang lain kesini bahkan tanpa izin mereka, apakah menurutmu itu adalah hal yang sopan ?" Tanya Zhang Fengying dengan semangat.
Dia benar benar ahli dalam berdebat, tidak tahu darimana dia mendapatkan gen ini. Apakah dari Wang Xi Rong atau Zhang Wei, bukankah keduanya sama sama pandai dalam berkilah ?
Zhang Fengying benar benar membawa beberapa sifat buruk yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.
Tapi, tidak apa apa karena apa yang membuatnya marah juga masuk akal. Siapa yang suka untuk dibawa ke sebuah tempat yang tidak tahu antah berantah ini ?
Bahkan wanita ini tidak memiliki itikad baik untuk memperkenalkan dirinya, untuk apa Zhang Fengying bersikap ramah pada orang ini ? Hanya membuatnya malas saja.
Zhang Fengying terus menerus mengumpat di dalam hatinya karena hal ini, orang orang benar benar tahu bagaimana caranya untuk membuatnya merasa marah.
"Bukankah kamu sendiri yang datang kemari mencari pedang ? Pedang yang kamu cari pada saat ini ada disini, kamu tidak ingin mengambilnya ?" Tanya wanita itu.
"Tidak tertarik, cepat beritahu aku bagaimana cara untuk keluar dari tempat terkutuk ini ? Aku sudah muak disini, karena aku bukan mainan mu !" Seru Zhang Fengying dengan kesal.
Zhang Fengying memandang wanita ini dengan harapan penuh permusuhan.
"Bagaimana jika aku tidak mau membiarkanmu keluar ? Aku ingin kamu disini selamanya untuk menemaniku, bagaimana ? Aku melihat bahwa wajahmu tidak terlalu buruk. " Ucap wanita itu sambil tertawa dengan genit dan bulu kuduk Zhang Fengying langsung berdiri.
Membayangkan dirinya sendiri menikah dengan wanita tua ini membuatnya merinding, tidak tahu bagaimana harus kabur dari sini membuat Zhang Fengying frustrasi.
Ditambah lagi dia bukanlah orang yang pandai dalam memecahkan sebuah masalah dengan otak.
"Ha ha ha, lihatlah wajah serius mu itu. Kamu benar benar sangat lucu membuatku menjadi lebih semangat padamu. " Ucap wanita itu mengerjai Zhang Fengying.
Wanita itu meletakkan rajutan nya dan menoleh padanya lalu berjalan sementara Zhang Fengying berjalan mundur perlahan lahan karena takut.
"Aku akan membebaskanmu dan memberikan pedangku selama kamu mampu menyelesaikan rajutan syal milikku. " Ucap wanita itu menyebutkan persyaratan yang dimiliki olehnya
Ketika mendengar ini mata Zhang Fengying langsung memelotot dan langsung berlari untuk mengambil rajutan milik wanita itu.
Jika merajut syal maka dia adalah nomor satu , Ibunya senang melakukan ini di waktu senggang jadi Zhang Fengying akan ikut bersama dengan adiknya Zhang Lingxi ketika waktu sedang kosong.
Mereka termasuk keluarga yang sangat akrab dan lengkap. Jadi, menurutnya tidak ada yang salah dengan memahami beberapa hal yang dianggap sebagai 'tugas' perempuan.
Menurut apa yang dikatakan oleh Ayahnya, Zhang Wei.
"Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, wanita juga bisa maju dan memimpin perang sementara pria juga bisa memasak dan merajut."
Jadi, Zhang Fengying dengan nyaman melakukan tugasnya untuk merajut seperti yang diinginkan oleh wanita tua ini.
Zhang Fengying merajut dengan indah bahkan dia menambah beberapa bunga bunga kamelia di bagian tengah yang menambah keindahan dari syal yang dirajut olehnya.
"Ini...... sudah selesai !" Seru Zhang Fengying menunjukkan hasil rajutan nya dengan antusias.
Wanita tua itu mengambilnya dan memeriksanya lalu tersenyum kecil, benar benar tidak menyangka bahwa pemuda ini akan bisa merajut syal yang begitu indah dan variatif.
Bahkan selain itu, syalnya sangat enak untuk dilihat. Wanita tua itu menggunakannya dengan cara melampirkan nya di bahu.
Dia tampak sangat bahagia dengan syal rajutan buatan milik Zhang Fengying.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu dapat membuat syal yang sangat indah seperti ini, tidak biasanya seorang pria mampu membuat syal dan mau membuatnya. " Ucap wanita tua itu.
"Tidak ada perbedaan dalam hal itu, selama aku ingin melakukannya maka akan aku lakukan. " Balas Zhang Fengying dengan percaya diri.
"Hmm, itu hal yang bagus. Sebagai gantinya, aku akan memberikan pedang ini, kamu bisa pergi dari sini. " Ucap wanita tua itu.
"Tapi..... kamu belum menyebutkan namamu ? Siapa kamu ? Bagaimana kamu bisa memberikan pedang ini padaku ?" Tanya Zhang Fengying.
"Kamu masih belum mengerti bahkan sampai saat ini ? Tampaknya kamu ini agak bodoh. " Jawab wanita tua itu.
" Aku hanyalah sebuah jiwa yang menjaga pedang ini, namaku Long Huo sama seperti nama pedang ini, Pedang Naga Api. " Lanjut wanita tua itu memperkenalkan dirinya.
"Pedang ini, adalah pedang kembar, kamu bertanya dimana kepalanya yang sebelah lagi maka jawabannya adalah di saudaramu. " Jelas wanita tua itu.
Zhang Fengying tertegun sejenak sebelum akhirnya mengingat bahwa memang dikatakan kalau mereka memiliki pedang ganda.
Zhang Fengying menerima pedang itu dengan tatapan penuh kekaguman, tidak menyangka bahwa pedang ini terlihat bagus dalam jarak dekat.
"Jadi, kamu tinggal di dalam pedang ini ?" Tanya Zhang Fengying.
"Bukan hanya aku, pada saat ini kamu tinggal di dunia yang ada di dalam pedang. Kamu harus menyayat tanganmu dan meneteskan darah di gagang pedang sebagai tanda kepemilikan mu. " Jawab Long Huo.
Zhang Fengying dengan ragu ragu menarik jarinya dan menggoreskannya sedikit di bilah pedang, lalu melihat bahwa di gagang pedang ada sebuah batu permata.
Lalu dia meneteskan darahnya disana dan terjadi sebuah keajaiban, pedang itu mulai bercahaya dengan sangat terang sampai sampai membuatnya silau.
"Selamat, pedang ini telah menjadi milikmu dan menyatu dengan dirimu. Kecuali kamu meninggal maka pedang ini tidak akan memiliki tuan lain. " Puji Long Huo.
...----------------...
bonus up like 150 : 1 / 3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 331 Episodes
Comments
cowok bisa merajut benang.. 👍👍👍👍👍
2023-10-06
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maantaapp...! 👍👍
2023-04-09
0
Fajar Indra Cahyono
manthaaaaaab thor, lbih tertata rapi obrolannya, drpd pedang jiwa naga, josssssssss......lanjuuuut👍🏿👍🏿👍🏿👍🏿👍🏿👍🏿👍🏿
2023-03-02
3