"Kakak tampan, apakah kamu sudah memiliki kekasih ? Apakah kamu mau menjadi kekasih ?" Tanya Ying Lin dengan manis dan tampak sangat berbunga bunga ketika melihat Zhang Ruoqi.
"Ha ha ha, kamu perlu dewasa untuk itu. Kamu masih kecil harus fokus dengan pembelajaran. " Jawab Zhang Ruoqi dengan tenang dan lembut.
"Baik kakak, kamu harus menungguku dewasa !" Seru Ying Lin lalu menoleh ke belakang ketika dipanggil oleh Ibunya.
"Aku kembali dulu , kakak tampan !" Seru Ying Lin lalu pergi dari sana dengan perasaan gembira sementara Zhang Fengying mengusili kakaknya.
"Tampaknya ada seseorang yang memiliki janji pernikahan masa depan. " Goda Zhang Fengying.
"Dia hanya anak anak, jika mengatakan harus menolaknya maka dia akan sedih. " Ucap Zhang Ruoqi dengan santai.
"Bagaimana jika sepuluh tahun lagi atau lima belas tahun lagi, dia akan datang untuk menjemputmu ?" Tanya Zhang Fengying.
"Pada saat itu aku hanyalah seorang pria paruh baya, aku yakin dia akan menyukai orang lain. " Jawab Zhang Ruoqi sambil memilin milin pakaiannya.
"Kamu lihat ayah, dia sudah 40 tahunan tapi dia bahkan tidak kalah tampan dari kita. Jadi umur tidak menjadi masalah, dengan ketampanan mu maka kamu bisa membuat harem lebih dari ayah ! Jika ada ayah ada enam maka kamu bisa sepuluh !" Seru Zhang Fengying dengan semangat.
"Tidak tertarik. " Balas Zhang Ruoqi dengan malas.
"Sayang sekali kalau begitu, akan ada banyak orang yang patah hati. " Ejek Zhang Fengying.
"Agak lama diluar membuatku merindukan Lingxi yang menggemaskan. " Keluh Zhang Ruoqi dengan helaan nafas.
"Apa yang harus dirindukan darinya ? Dia menganggu setiap hari. " Balas Zhang Fengying dengan kesal.
"Tapi, dia tumbuh bersama dengan kita. Nanti, ketika kita kembali maka dia sudah akan tumbuh dewasa. " Ucap Zhang Ruoqi.
Lamunan mereka disadarkan oleh seseorang yang memukul meja mereka, ketika mereka melihat itu adalah seorang gadis yang seumuran dengan mereka.
"Kalian bisa meramal ? Aku ingin kalian meramal ku, jika kalian berhasil maka akan ku berikan kalian ini. " Ucap gadis itu dengan ekspresi nakalnya dan memberikan satu tael emas.
"Tentu saja, Nona cantik. Jika kamu bersedia maka kami juga memberikan kaligrafi secara gratis. " Ucap Zhang Fengying dengan mata yang berbinar binar melihat Tael Emas itu.
Gadis nakal itu melihat ke arah papan nama sebelum akhirnya membuang wajah lagi seolah olah tidak tertarik.
"Tidak perlu, tulisan ayah dan ibuku lebih baik dari ini. " Ucap gadis itu.
"Lebih baik ?" Tanya Zhang Fengying dengan terkejut.
"Ya, lebih baik. " Jawab gadis itu dengan santai dan mengulurkan tanganku.
"Biarkan aku meramal, kamu adalah seorang gadis tunggal dalam keluargamu. Kamu akan memiliki jodoh laki laki tampan dan akan bertemu dengannya dalam waktu dekat, kamu juga akan mengalami kemajuan di seni bela diri dengan pesat. " Ucap Zhang Fengying dengan serius.
"Bagaimana kamu tahu bahwa aku adalah Kultivator ? Kamu benar benar bisa meramal ?" Tanya gadis itu dengan terkejut.
"Tentu saja, apakah kamu tidak percaya padaku Nona cantik ? Percayalah padaku, dalam tiga bulan ini kamu pasti akan bertemu dengan jodohmu. " Bohong Zhang Fengying dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, jika begitu maka jika gagal maka aku akan datang kemari lagi dan memotong lehermu." Ucap gadis itu lalu berjalan pergi dengan riang dan meninggalkan Tael Emasnya sesuai janji.
"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa dia adalah Kultivator ?" Bisik Zhang Ruoqi.
"Mudah, aku melihat bahwa tangannya sangat kuat bahkan jika halus. Gaya duduknya juga sangat tegap dan sebenarnya dia menyimpan cambuk dibalik lengan pakaiannya. " Jawab Zhang Fengying.
"Cambuk ? Gadis ini mengerikan, tidak tahu berasal dari keluarga mana. " Keluh Zhang Ruoqi dan pada akhirnya mereka kembali karena uangnya sudah terpenuhi.
Sementara gadis tadi berjalan dengan malas dan mengoceh.
"Sekelompok penipu , andaikan saja aku tidak kasihan dengan mereka maka aku tidak akan datang ke tempat mereka." Ucap gadis itu sambil memakan roti.
Zhang Fengying dan Zhang Ruoqi tidak lupa dengan tujuan awal mereka, yaitu membelikan obat untuk Li.
Siapa yang menyangka bahkan sebelum sore, mereka sudah mendapatkan obatnya. Tidak sulit untuk mendapatkan obat untuk demam parah.
Beberapa ginseng, jenis jenis daun yang tidak mereka pahami lalu mereka membawanya kembali ke Sekte Pedang Jiwa.
"Padahal Ayah adalah salah satu orang yang berbakat dalam pengobatan tapi sayangnya, kita tidak mendengarkan ketika Ayah menjelaskan. " Ringis Zhang Ruoqi ketika melihat jenis jenis obat yang ada disini.
Lalu mereka masuk ke dalam Sekte Pedang Jiwa dan memberikannya kepada guru mereka.
"Bagaimana kalian bisa mendapatkan uang dengan begitu cepat ?" Tanya Qin dengan terkejut.
"He he he, itu adalah rahasia kami, guru. "Jawab Zhang Fengying sambil tertawa kecil.
"Kalian tidak mencuri bukan ? Walaupun kondisi kita sulit tapi kebenaran berada di atas segalanya, kalian tidak boleh mencuri. " Ucap Qin dengan khawatir.
"Tenang saja, kami tidak mencuri apapun. Kami hanya melakukan beberapa pekerjaan kecil yang bisa diselesaikan dengan fisik. " Ucap Zhang Ruoqi dengan meyakinkan.
"Baiklah, aku akan percaya pada kalian. Kita harus mendengar penuturan leluhur kita bahwa kekuatan dikembangkan untuk melawan kejahatan, kita harus penuh dengan kebenaran. " Ajar Miao.
Sementara kedua anak itu terbengong ketika mendengar kata kata Miao karena mengingat bahwa itu bertentangan dengan yang dikatakan oleh Ayah mereka.
Zhang Wei mengatakan, " Untuk melawan kejahatan maka kalian harus melawan dengan cara yang licik juga. Tidak ada yang disebut dengan kebenaran melawan kejahatan. "
Kedua bersaudara ini menjadi jatuh ke dalam kebingungan, siapa yang benar dalam hal ini ? Jika harus mendengar ini, bukankah ayah mereka terdengar agak tidak bermoral ?
Zhang Ruoqi dengan pintar menutupi itu dan segera mengangguk.
"Kami pasti tidak akan mengecewakan para leluhur. " Ucap Zhang Ruoqi.
Lalu, Liu menumbuk obat dan memberikannya kepada Li , dalam tiga kali minum dengan jarak waktu satu jam berturut-turut.
Li langsung kembali sadar dan melihat sekitar dengan pusing.
"Apa yang terjadi ? Apakah aku pingsan ?" Tanya Li.
"Kamu sudah demam dari tiga hari lalu tapi tidak beristirahat dengan cukup. Tadi pagi tubuhmu sudah tidak tahan lagi , jadi kamu pingsan. Berterima kasihlah kepada Zhang Feng dan Zhang Yu karena sudah mencari uang untuk obatmu. " Ucap Miao.
Li menatap mereka dan langsung ingin bersujud tapi Zhang Fengying telah menangkap tubuh Li terlebih dahulu.
"Kakak Li, kita adalah saudara. Bagaimana kamu bisa melakukan ini ? Ini hanyalah hal yang biasa dilakukan di tengah persaudaraan. Ketika salah satu sakit maka yang lain akan berusaha, bukankah begitu kak ?" Tanya Zhang Fengying dengan lancar.
"Tentu saja, Kak Li tidak perlu cemas dengan hal ini. " Timpal Zhang Ruoqi meyakinkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 331 Episodes
Comments
Indah Hidayat
memang gila.si chang wei sdh penjahat kelamin masih tdk bermoral
2025-01-23
0
Nice👍👍👍👍
2023-10-05
0
Gatot Suharyono
mereka kan kultivator, kok gak berburu untuk cari uang. !?
2023-03-03
0