Ketika terbuka sempurna, Liu berbalik dan menatap mereka dengan tatapan serius.
"Pecahan jiwa leluhur akan memantau kalian, jadi jangan melakukan sesuatu yang tidak sopan. Semua hal yang akan terjadi di masa depan kembali lagi pada kalian, apakah kalian mampu atau tidak untuk membawa kembali pedang peninggalan leluhur juga kembali lagi pada kemampuan kalian. Jika kalian mampu maka kalian akan bisa membawa kembali pedang tersebut tapi jika tidak maka kalian tidak perlu bersedih, kalian bisa mencobanya lagi di lain waktu. " Ucap Liu mencoba untuk memberikan semangat pada mereka agar tidak patah arang bahkan sebelum masuk kesini.
Karena, mereka sejujurnya tertekan ketika akan masuk kemari. Jika mereka berhasil mencabut kedua pedang di dalam maka mereka pasti akan memiliki ekspektasi berat dari guru-guru mereka di atas pundak mereka.
Tidak mudah untuk menanggung kejayaan sebuah Sekte, apalagi membangun sebuah Sekte menjadi Sekte besar.
Keduanya saling menatap satu sama lain dengan harapan penuh makna.
"Kak, apapun yang terjadi di masa depan, kita akan tetap menjadi saudara. " Ucap Zhang Fengying.
"Tentu saja, apa yang kita lakukan di dalam hanyalah mengambil pedang. Tidak ada hal lain, kenapa itu harus memecah belah kita ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan tenang.
Dia telah menyiapkan mentalnya, karena dia tahu bahwa semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpa.
Jalan kedepan akan semakin menanjak dan akan semakin penuh tantangan tapi itulah yang dinanti nantikan, tanpa tantangan maka semuanya akan berubah menjadi hampa.
Keduanya berjalan beriringan tapi tidak bisa melihat dimana pedang yang dimaksud terletak karena jarak pandang mereka sangat terbatas oleh kabut yang menutupi visi pandangan mereka ke depan.
Mereka berjalan beriringan sebelum akhirnya Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying kehilangan satu sama lain ketika berjalan bersama.
Hal ini bisa dilihat dari suara sepatu mereka yang hilang dan hanya menyisakan diri sendiri.
"Kak ? Kamu dimana ?" Tanya Zhang Fengying dengan suara yang kencang tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Tapi, pada akhirnya tidak ada yang menjawab pertanyaannya , hanya kabut dingin yang menjawab pertanyaannya.
Disisi lain, Zhang Ruoqi juga bertanya tanya dimana adiknya. Apakah dia yang tersesat atau Zhang Fengying yang tersesat ?
Masalahnya , dia bahkan tidak bisa melihat tangannya sendiri dan hanya bisa berjalan menggunakan insting miliknya.
Bahkan jika ada jurang di depannya maka dia tidak akan tahu, mungkin saja dia akan melemparkan diri ke dalamnya.
"Fengying ! Apakah kamu mendengar suaraku ?! Kamu harus berhati hati, tidak tahu ada apa di depan ! Kabut ini terlalu tebal, aku tidak bisa melihat apa apa ! Arghhhh !!" Zhang Ruoqi berteriak dengan terkejut ketika pikirannya terkabul menjadi kenyataan.
Benar benar ada jurang di depannya dan dia jatuh ke dalam jurang itu, dia terjun secara bebas, kali ini sudah terlihat bagaimana tubuhnya jatuh dan kabut juga sudah berkurang hanya saja dasar jurang tidak terlihat dan di penuhi dengan kabut.
Semakin turun ke bawah maka semakin tebal kabutnya, tidak tahu sudah berapa lama dia jatuh ke dalam.
Dia berusaha untuk meraih pinggiran tapi tidak ada apapun yang bisa dijadikan sebagai pegangan untuk bertahan.
Dia hanya bisa pasrah dan berdoa bahwa dia tidak akan mati di usia yang masih sangat muda seperti ini.
Ayahnya akan mengejeknya karena meninggal di usia muda seperti ini. Sementara disisi lain, Zhang Fengying sendiri tidak jatuh ke jurang melainkan jatuh ke dalam aliran sungai yang sangat deras.
Disana dia dibawah oleh arus secara tidak menentu dan menabrak kesana dan kemari, sama halnya dengan Zhang Ruoqi, Zhang Fengying sendiri tidak bisa melawan atau menyentuh pinggiran.
"Apakah aku akan mati karena ini ?" Tanya Zhang Fengying ketika melihat air terjun di depannya.
Dia akan meluncur dari sana dan rasa takutnya tidak dapat disembunyikan, dia tidak terlalu berani terhadap ketinggian dan sekarang dia akan meluncur dari air terjun yang tidak diketahui berapa tingginya, sendirian tanpa ditemani oleh kakaknya.
"Terkutuk ! Siapa yang mengatakan bahwa itu hanya panggung batu biasa dengan pedang dan siap untuk diambil !" Umpat Zhang Fengying berusaha untuk berenang melawan arus.
Hanya saja, aliran air ini sangat deras dan dia menjadi semakin dan semakin dekat dengan air terjun itu.
"Arghhh !!!" Teriak Zhang Fengying dengan ketakutan sebelum akhirnya meluncur turun.
Zhang Fengying mendarat dengan tepat dan tenggelam, dia tidak pandai berenang jadi dia perlahan lahan tenggelam.
Kesadarannya menipis sebelum akhirnya benar benar tidak sadar, Zhang Ruoqi juga pada saat ini sedang dalam kondisi tidak sadar.
Dirinya membentur dengan dasar jurang walaupun tidak ada luka yang ditimbulkan hanya saja rasa sakit yang sudah tergambar jelas di otaknya membuatnya pingsan.
Keduanya berada dalam kondisi yang sama, yaitu berada di ambang kematian. Bahkan jika posisi mereka tidak sama satu sama lain, masih bisa terlihat dengan mudah bahwa ada seseorang yang mengendalikan permainan ini.
Ketika Zhang Ruoqi sadar, dia membuka matanya dan melihat bahwa di depannya ada seorang pria tua.
Pria tua itu memiliki janggut yang panjang dan berwarna putih keperakan sama halnya dengan rambutnya, Zhang Ruoqi tiba tiba berpikir bahwa dia memiliki rambut yang sama.
Di samping pria tua itu, ada sebuah pedang dengan gagang perak dengan bilah pedang berwarna hitam dengan garis biru laut.
Di gagang perak itu, terlihat ukiran Naga yang sangat mengerikan dan menantang musuh.
"Tetua, apakah kamu penjaga Senjata jiwa ini ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan sopan.
"Namaku Long Yue, sama seperti nama pedang ini Pedang Naga Bulan. " Jawab tetua itu.
(Long Yue : Naga Bulan )
Sementara disisi lain, Zhang Fengying sadar dan dia sudah berada di sebuah gua batu yang tidak diketahui. Ada seorang wanita yang sedang merajut, hanya saja yang aneh adalah rajutan nya menggunakan pedang bukan menggunakan tongkat kayu.
"Apakah kamu yang telah memisahkan ku dengan saudaraku ?! Kamu yang telah membuatku terjun dari air terjun itu ?! Kamu benar benar menyebalkan, bahkan jika aku menginginkan pedang itu seharusnya kamu tidak memperlakukan ku seperti itu !" Seru Zhang Fengying dengan marah dan kesal.
"Anak muda, kamu sangat tidak sopan. " Balas wanita itu.
"Apakah pedang itu yang dimaksud oleh guruku, tampaknya tidak ada yang istimewa, bahkan kamu menggunakannya untuk merajut. " Sindir Zhang Fengying tanpa rasa takut.
"Pedang Naga Api, bukanlah pedang yang bisa dilihat keistimewaannya oleh orang yang tidak terpelajar. " Ucap wanita itu masih sibuk dengan rajutan nya.
Tidak lama, pedang ditangannya bercahaya dan menunjukkan gagang merahnya dengan ukiran kepala Naga yang sama dengan Pedang Naga Bulan.
Bilahnya berwarna hitam dengan garis merah yang terang.
...----------------...
Up : 3 / 3
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 331 Episodes
Comments
baca yg gue suka
ceritanya menarik, bahasa gak rumit
yg penting gak pake inggris2an.
cerita silat klo pake inggris gitu bikin males baca
2024-05-19
0
Memang Zang Feng agak menyebalkan 😅
2023-10-06
0
Lanjut terus tor 👍👍
2023-10-06
0