Keduanya masuk kesana dan tidak melihat satu orangpun, hanya terlihat jaring laba laba dan debu dimana mana.
"Bagaimana kalau kita keluar saja ? Kenapa rasanya sangat mengerikan ketika berada disini ?" Tanya Zhang Fengying dengan takut ketika melihat suasana yang mengerikan.
"Santai saja, apa yang kamu takutkan ?" Tanya Zhang Ruoqi.
Zhang Ruoqi memiliki insting bahwa tempat inilah yang akan menjadi tempat pertama mereka, hanya saja tidak tahu apakah instingnya benar atau tidak.
Dia selama ini juga buta terhadap dunia fana karena tidak pernah berjalan keluar dari Istana dan hanya membaca lewat buku, hanya saja Zhang Ruoqi memiliki pemahaman bahwa tidak ada yang dikatakan sebagai Sekte terbaik sepanjang masa atau Sekte terburuk.
Setiap Sekte mengalami pasang surut yang tidak menentu, jika beruntung maka bisa mempertahankannya sampai beberapa ratus tahun tapi jika tidak beruntung maka akan mengalami kehancuran dan keterpurukan.
Jadi tidak boleh memandang remeh semua Sekte ini, bahkan jika tempat Sektenya tidak meyakinkan seperti ini.
Zhang Ruoqi masih akan mencoba untuk menemukan apakah perkiraannya benar atau kali ini salah.
Sementara Zhang Fengying sendiri tidak bisa memikirkan apa apa lagi setelah ketakutan melihat tempat yang seram ini jadi hanya bisa memeluk lengan Zhang Ruoqi dengan erat.
Keduanya terus dalam kondisi waspada sampai akhirnya ada orang yang memanggil mereka dan membuat mereka berdua terkejut.
"Hei !"
"Aaaaa !" Teriak Zhang Fengying karena ketakutan sementara Zhang Ruoqi sendiri hanya terhenyak dan mereka menoleh ke belakang lalu melihat seorang pria dengan pedang lebar yang sangat besar.
Pedang itu memiliki beberapa kaitan dengan beberapa lubang yang diisi dengan cincin besi, benar benar mengerikan.
Ditambah lagi pria ini memiliki tinggi yang jauh diatas mereka, dengan wajah yang seram dan ganas.
Tentu saja keduanya menjadi gugup , tapi tanpa disangka sangka pria ini tersenyum dan mendekati mereka dengan ramah lalu merangkul mereka.
Mereka merasa canggung dengan pria ini tapi tidak enak jika menolak.
"Apakah kalian akan mendaftar masuk Sekte ? Sekte ini sudah sangat lama kehilangan peminat, setiap murid yang tersisa juga sudah tua, aku adalah yang paling muda. " Ucap pria itu.
"Ehm, ya. Tapi, kami belum memiliki tingkat kultivasi sama sekali. Kami hanya tahu bagaimana cara menggunakan pedang. " Ucap Zhang Ruoqi.
"Kalian belum memiliki tingkat kultivasi ?! Ah, tidak apa apa. Kalian bisa berlatih disini selama kalian ingin, kami akan sangat senang jika memiliki murid baru seperti kalian. " Ucap pria itu.
"Ngomong ngomong, kemana murid yang lain ?" Tanya Zhang Fengying.
"Mereka ? Mereka berada di dalam dan telinga mereka karena sudah tua menjadi agak bermasalah, jadi mereka tidak menyadari kehadiran kalian. Kalau begitu ayo aku antar kalian ke dalam." Ucap pria itu.
"Terimakasih, kamu bisa memanggilku Zhang Yu sementara ini adikku, Zhang Feng. " Ucap Zhang Ruoqi.
"Zhang Yu dan Zhang Feng, ya ? Marga Zhang sudah agak jarang digunakan sejak delapan belas tahun yang lalu. Aku belum memperkenalkan diri, ya ? Aku dipanggil Li besar. " Ucap Li.
"Tuan Li. " Ucap Zhang Ruoqi dengan sopan.
"Jangan memanggilku Tuan, aku tidak mau terlihat sangat tua. " Ucap Li dengan lucu dan mereka masuk ke dalam untuk melihat tiga orang yang berjajar sedang duduk dan berlatih.
"Kakak kakak ! Aku sudah kembali !" Teriak Li.
"Kamu sudah kembali ? Siapa kedua pria muda ini ?" Tanya orang yang paling pinggir.
"Ini adalah dua murid baru, Zhang Feng dan Zhang Yu. " Ucap Li dengan suara yang agak keras.
"Murid baru ? Benarkah ?" Tanya ketiga pria itu langsung bangkit berdiri dan mengerubungi mereka layaknya semut yang melihat gula.
"Salam kenal kepada guru guru sekalian, aku adalah Zhang Yu dan ini adikku, Zhang Feng. " Jawab Zhang Ruoqi dengan sopan.
"Ha ha ha, baik sekali ! Akhirnya ada murid baru, Sekte Pedang Jiwa tidak akan mati begitu saja !" Seru pria yang ditengah dengan bahagia.
Mereka tertawa sementara dua orang yang baru datang ini hanya tertawa tertawa canggung karena bingung dengan suasananya.
Tidak nyaman bagi mereka untuk ikut tertawa bersama dengan ketiga orang ini.
"Aku adalah Liu, sementara ini adalah Qin dan ini adalah Mao. Kami adalah tiga saudara tapi karena bencana yang menimpa desa kami yang membuat kami diambil oleh guru kami, sayangnya guru kami meninggal dua tahun lalu. " Ucap orang yang ditengah.
"Ah ternyata seperti itu, turut berduka. " Ucap Zhang Fengying dengan santai.
"Sudah, sudah, ayo masuk ke Aula. Karena kita sudah menemukan murid baru untuk meneruskan Sekte Pedang Jiwa maka kita harus menyembah leluhur. " Ucap Qin .
Lalu mereka masuk ke ruang tengah yang hanya diterangi oleh cahaya lilin lalu mereka melakukan ritual penyembahan terhadap leluhur.
Setelah itu mereka mulai berdoa kepada leluhur agar Sekte Pedang Jiwa bisa bertahan, Zhang Fengying benar benar bosan sampai akhirnya selesai.
"Kak, kenapa kita harus mengubah nama kita ?" Tanya Zhang Fengying.
"Tidak ada, aku hanya berjaga jaga. Ayah sudah memesan padaku bahwa kita harus menggunakan nama samaran sampai kita memiliki kekuatan yang cukup. " Jawab Zhang Ruoqi.
Lalu mereka mendapatkan sebuah manual yang tertulis di kertas yang usang.
"Jangan melihat dari sampulnya, ini adalah salah satu manual latihan pernafasan yang terbaik tapi sayangnya tidak terlalu diminati karena mengusung latihan fisik yang keras. " Ucap Li menyerahkan sebuah manual latihan.
"Terima kasih, Li. Kami akan mencoba untuk melatihnya. " Ucap Zhang Fengying dan membukanya.
"Apa apaan ini ?" Tanya Zhang Fengying dengan terkejut ketika disini tertulis langkah pertama adalah harus membawa dua ember berkeliling sepuluh kali setiap hari.
"Coba saja, mana tahu kamu akan bertambah tinggi. " Ejek Zhang Ruoqi.
"Jangan lupa kamu juga pendek. " Balas Zhang Fengying tidak terima.
Pada akhirnya mereka tidur di kamar sempit untuk mereka dan ketika besok pagi tiba, pagi pagi sekali mereka sudah dibangunkan oleh Mao.
"Ayo latihan !" Teriak Mao dengan antusias.
"Tuan Mao, ini masih sangat pagi. Bahkan ayam jantan belum berkokok!" Seru Zhang Fengying dengan malas sementara Zhang Ruoqi langsung bangun.
"Ayo bangun !" Ajak Zhang Fengying.
Dan disinilah mereka, berlatih dengan keras dan ketika mereka selesai, matahari baru saja terbit. Zhang Fengying terduduk di tanah dan hampir saja mematahkan pinggangnya sendiri.
"Menurut di buku manual maka kalian harus belari naik dan turun gunung tanpa alas kaki sebanyak 10 kali. " Ucap Mao membacakan buku itu.
"Apa ?! Ini adalah ritual penyiksaan !" Seru Zhang Fengying.
"Sudah, ayo Feng !" Ajak Zhang Ruoqi dengan semangat.
Siapa yang menyangka bahwa daya tahan tubuh Zhang Ruoqi sangat baik dibandingkan dengan Zhang Fengying.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 331 Episodes
Comments
Yan Sofian
semoga banyak bininya /Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
2025-01-30
0
Indah Hidayat
mudah2an tdk poligami spt bapaknya.
2025-01-23
0
baca yg gue suka
mdh2an ceritanya bagus
2024-05-19
0