Jadi pertama tama mereka akan berlatih tentang sesuatu yang disebut dengan Tarian Pedang Naga.
Tarian Pedang Naga adalah tahapan yang paling mudah untuk memahami Teknik Serangan Pedang Jiwa.
Mereka keluar dan berlatih dengan keras, awalnya diajarkan oleh Miao sekali tapi mereka bisa mengingatnya dengan baik.
Sejujurnya hal ini dapat dilakukan karena mereka telah membaca buku manual aslinya, karena sejujurnya yang ditunjukkan oleh Miao sangat buruk.
Itu bahkan beberapa gerakan melenceng dari yang ada dibuku, hanya saja mungkin agak sulit untuk melatihnya. Oleh karena itu mereka berusaha sangat keras untuk menghasilkan gerakan yang sempurna.
Jika begitu maka mereka harus menghafal sendiri di buku, jika tidak ingin ikut salah seperti Miao.
Bukannya apa, hanya saja Zhang Ruoqi mengerti dengan masalah ini. Memang ada orang dengan bakat yang berbeda tapi memaksakan sesuatu yang bukan bakatnya dan ini adalah hasilnya.
Ayah mereka pernah memberi tahu bahwa ada beberapa postur tubuh yang dapat digolongkan untuk menentukan jenis senjata yang bisa mereka gunakan.
Seperti dia, Zhang Ruoqi cocok dengan pedang sementara Zhang Fengying juga sama dengannya.
Tapi, Miao ini benar benar tidak cocok dengan pedang, jika dilihat dari tubuhnya yang tinggi maka akan lebih baik menggunakan tombak dengan ujung besi.
Jika tidak, panah bisa menjadi alternatif lain tapi tidak begitu disarankan, semua senjata itu hebat selama berasa di tangan yang tepat.
Hanya saja, pada saat ini pedang menjadi satu satunya senjata yang dianggap menjadi senjata yang hebat.
Zhang Ruoqi tahu bahwa hal itu tidak benar karena bibinya memiliki senjata yang berbeda beda, terutama ibunya menggunakan cambuk dengan ukiran bintang di pegangannya.
Itu menandakan bahwa cambuk itu adalah miliknya dan tidak ada yang berani untuk menyentuh cambuk tersebut sembarangan.
"Kak ! Apa yang sedang kamu pikirkan ?" Tanya Zhang Fengying dengan kesal, tampaknya dia sudah memanggil beberapa kali.
"Ah ? Apa ? Aku sedang memikirkan sesuatu, aku merasa bahwa kita seharusnya melihat dari buku manual saja di masa depan. " Bisik Zhang Ruoqi.
"Yah, aku melihatnya juga tadi. Alih alih membungkuk, dia seharusnya menekankan kekuatannya di dada. Dengan begitu dia akan menahan pukulan yang mendarat di dada atau punggungnya. " Ucap Zhang Fengying dengan penilaiannya.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu benar benar detail juga dalam hal ini, kamu terlihat tidak serius setiap saat. " Ejek Zhang Ruoqi.
Mereka beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali berlatih, seperti inilah kebiasaan mereka sampai akhirnya satu minggu lain berlalu.
Tanpa terasa, mereka hampir saja satu bulan di Sekte Pedang Jiwa dan ini nyaman nyaman saja untuk tinggal di pondok reyot itu.
Pada saat ini, Li sedang sakit dan mereka diminta untuk pergi ke pasar dan memeriksa apakah ada tabib yang bisa datang kemari.
"Apakah kamu masih memiliki uang ?" Tanya Miao pada Qin dan Liu.
"Tidak ada lagi, aku sudah menjual semua perhiasanku. " Jawab Qin.
Mereka benar benar jatuh ke dalam kebingungan , karena ingin membeli obat tapi tidak ada yang bisa dilakukan karena mereka tidak ada uang.
"Guru, apakah Li masih bisa bertahan sampai nanti sore ?" Tanya Zhang Fengying.
"Nanti sore ? Aku rasa masih bisa, apa yang akan kalian lakukan ?" Tanya Liu dengan heran.
"Kami akan mencoba mencari pekerjaan. " Ucap Zhang Fengying.
Zhang Ruoqi melihat saudaranya dengan tatapan tidak percaya karena terkejut bahwa Zhang Fengying akan mengajukan diri seperti itu untuk membantu Li.
"Baiklah, kami akan mencoba untuk menahan penyakitnya sampai nanti sore. " Ucap Qin.
"Kami pergi dulu, Guru. " Ucap Zhang Ruoqi.
Lalu ketika mereka diluar, Zhang Ruoqi menatap ke arah Zhang Fengying seolah olah meminta penjelasan.
"Apa yang akan kamu lakukan ? Apakah kita memiliki sesuatu untuk dilakukan ?" Tanya Zhang Ruoqi.
"He he he, sebenarnya ketika aku di Dimensi Tertinggi, aku mempelajari sesuatu dari Ayah. " Jawab Zhang Fengying dengan tawa jahat.
Entah kenapa, Zhang Ruoqi merasa bahwa ada yang tidak beres dengan kata kata Zhang Fengying dan benar saja.
Zhang Fengying merebut sebuah kios yang kosong dan mengambil kertas dari sakunya.
"Hei, kertas darimana itu ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan heran.
"Aku mengambilnya di Sekte, ini adalah kertas usang. Aku yakin guru tidak akan keberatan dengan itu. " Balas Zhang Fengying lalu menuliskan sesuatu.
Tulisannya agak acak acakan lalu Zhang Fengying merasa puas dengan tulisannya yang agak lebih rapih dibandingkan tahun lalu.
"Apa yang kau tulis disini ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan kerutan di dahi karena tulisan saudaranya itu benar benar buruk.
"Ramalan keberuntungan, jodoh, dan rezeki dengan membayar seikhlasnya !" Seru Zhang Fengying.
"Yang benar saja ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan ekspresi menahan malu.
Lalu mengambil kertas itu dan menarik kuas lalu mulai menulis di baliknya, tulisan itu sangat anggun dan begitu rapih sampai sampai terlihat sangat cantik.
"Bagaimana kamu bisa mempelajari ini ?" Tanya Zhang Fengying.
"Semua orang bisa melakukannya asalkan kamu masuk ke dalam kelas yang di ajarkan oleh ayah dan para bibi. " Jawab Zhang Ruoqi dengan malas lalu duduk di sebelahnya.
"Meramal dengan membayar seikhlasnya! Ini benar benar terbukti !"Teriak Zhang Fengying.
Tidak ada yang tertarik sampai akhirnya ketika seorang gadis yang tampak manis mendekati mereka dengan antusias.
"Apakah kamu adalah seorang peramal ? Kamu sangat tampan, apakah ini adalah tulisanmu ? Bisakah aku membelimu ?" Tanya gadis kecil itu dengan antusias.
Zhang Ruoqi yang mendengar ini menahan tawanya dan hampir saja tertawa terbahak bahak.
"Gadis kecil , kakak ini tidak untuk diperjualkan. Hanya saja jika kamu meramal di tempatku maka bisa saja aku melihat, mana tahu kita berjodoh di masa depan. Dan untuk tulisan ini, kamu akan bisa mendapatkannya dalam bentuk namamu jika kamu meramal disini. " Ucap Zhang Fengying.
Zhang Ruoqi memelototi Zhang Fengying sementara yang dipelototi hanya tertawa tawa kecil.
Gadis itu langsung mengeluarkan semua koin yang dia miliki, alat tukar disini adalah koin, tael perak, dan tael emas.
Sementara mereka terbiasa menggunakan batu roh yang menumpuk di Istana, itu bahkan membentuk dinding Istana.
"Uhmm, kamu memiliki kisah cinta yang lancar tapi sayangnya kita tidak berjodoh, tapi kamu akan bertemu dengan seorang pangeran yang tidak kalah tampannya dariku. Dia berasal dari daerah yang sangat jauh, menunggangi kuda putihnya. Dia benar benar sangat tampan. " Ucap Zhang Fengying mengarang cerita dengan bebas.
Sementara Zhang Ruoqi hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan malu. Setelah itu, gadis kecil itu terus menerus tertawa membayangkan pangerannya yang akan datang menjemputnya.
Lalu, Zhang Ruoqi bangkit berdiri dan mengambil sedikit kertas yang ada di meja lalu menanyakan nama anak itu agar dia dapat mengukirnya di kertas.
"Siapa namamu gadis kecil ?" Tanya Zhang Ruoqi dengan lembut.
Sementara gadis kecil itu yang sedari tadi memperhatikan Zhang Fengying baru saja menyadari keberadaan Zhang Ruoqi.
Ketika dilihat, ternyata Zhang Ruoqi lebih menawan dan gadis kecil itu menatapnya dengan tatapan bersinar terang.
"A... a... a... aku , Ying Lin. " Ucap gadis kecil itu dengan malu malu dan wajah yang memerah sempurna.
Zhang Ruoqi menuliskannya untuk gadis itu dan gadis itu terpanah dengan keindahan tulisan Zhang Ruoqi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 331 Episodes
Comments
💪💪💪💪 Lanjut
2023-10-05
0
Sofandsyah
thooor.... saat di dunia fana namanya kan sdh di rubah... kenapa gak pakai nama baru setiap saat.... jadi bingung kalo di sebut dua2nya.
2023-08-10
1
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Joosss...!! 👍👍
2023-02-20
1