Chapter 18

Episode 18

MARK X DAHYUN

GOTWICE

***

2 hari kemudian

Berita tantang Twice kembali ke tanah air menjadi topik hangat di Korea, pasalnya mereka sudah berhasil debut di negri bunga sakura tersebut.

Bandara Incheon kini ramai di penuhi oleh para Once atau nama untuk fans Twice dan juga para reporter korea yang sedang mencari berita.

Semua member Twice tampak bahagia saat sampai di Korea terlebih lagi Dahyun. Mereka juga mendapatkan libur 2 hari untuk kembali ke keluarga mereka.

Dan tentunya tanpa berpikir Dahyun pasti akan pulang ke rumah orang tuanya.

Dahyun juga saat berada di bandara terlihat pulang bersama Suho dan berpisah dengan anggota grupnya.

Suho membawa beberapa pengawalnya untuk mengamankan mereka berdua, banyak reporter yang mengambil gambar keduanya.

Mereka tidak ingin melewatkan berita tentang kakak beradik idol itu.

Di luar

Suho menggenggam tangan Dahyun untuk masuk ke dalam mobil.

"Ayo jalan" perintah Suho pada supirnya

Mobil pun akhirnya melaju dengan kecepatan normal menuju rumah kediaman Kim.

Dahyun melihat ke arah Suho yang berada di sebelahnya, tak lama matanya malah berair dan seperti tidak bisa ia tahan kembali, ia pun menangis.

Suho yang mengerti akhirnya memeluk tubuh kecil adiknya itu.

"Oppa.. hiks.. bogoshippo" kata Dahyun di sela - sela tangisnya.

"Aigoo baru 2 bulan kau tidak bertemu oppamu ini kau sudah menangis? Aigoo my little sister"

Dahyun memukul pelan punggung kakaknya itu.

"Hiks.. 2 bulan itu sangat lama sekali tahu!" kesal Dahyun masih dengan matanya yang mengeluarkan air mata.

Suho pun menghapus air mata adik kecilnya itu.

"Hahahaha iya.. iya.. dasar bayi besar. Oh iya bagaimana selama di Jepang sana?" tanya Suho tangannya bergerak menelus rambut coklat Dahyun.

"Seru, di sana aku banyak di dalam kamar hehehehe"

"Sama seperti beruang yang sedang berhibernasi dan sama seperti sapi yang tidak pernah keluar dari kubangan lumpurnya ya?" ejek Suho.

"Oppa!!"

Dahyun pun kembali berbicara tentang dirinya di Jepang dan kadang ia malah di ejek oleh Suho seperti tadi.

***

Sementara Twice kembali ke Korea, kini pria pujaan hati Dahyun bersama dengan memebernya sedang comeback di Jepang dengan lagu Turn up mereka.

Kesal sekali rasanya, Dahyun sebenarnya ingin mengajak Mark berbicara 4 mata dengan serius.

Ya ini memang termasuk terlalu berani, Tapi Dahyun ingin sekali mengungkapkan isi hatinya kepada Mark. Hanya saja selama hampir 2 bulan ia di Jepang Mark jarang sekali membalas pesannya.

Kini Dahyun sedang bersantai di dalam kamarnya, kamar yang luas untuk ukuran 1 orang. Ia sudah terbiasa dengan kamar yang berada di Dormnya. Ya ini adalah rumah kediaman Kim.

Ia menyibukan diri dengan mendengarkan banyak lagu, ayah dan ibunya ternyata tidak sedang berada di rumah, mereka berdua sibuk.

Dan kakaknya, Suho? Ia juga sibuk dengan Irene, pacarnya yang satu tempat kerja dengannya.

Siapa yang tidak mengenal Irene, semua orang pasti tahu leader Red Velvet itu. jelas karena Irene adalah dewi K-pop

'Dasar oppa pabo!! Katanya rindu tapi malah berkencan dengan Irene sunbaenim' rutuk kesal Dahyun

Tiba - tiba ponselnya berdering

"Yeoboseyo?"

"....."

"Ada apa Rim -ah?"

"...."

"Tentu saja aku mau"

"....."

"Ya benar, aku bosan sekali di rumah. Dasar suho pabo!"

"...."

"Bilang saja padanya! aku tidak peduli!"

"..."

"Eum okey, aku siap - siap dulu"

"...."

"Ya.."

Tut.. tut..

Setelah sambungan terputus, Dahyun segera meluncur ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang agak lengket dan agar dirinya tampak lebih segar.

Ia lalu memilih baju yang tertutup, ia menggunakan baju kaos putih dengan pasangan jaket dan juga celana jeans biru dongker. Ia juga menggunakan sepatu nikenya.

Rambut -yang kini di warnai- coklatnya ia kuncir kuda agar tidak terlalu repit, tidak lupa ia sedikit berdandan.

Setelah itu ia mengambil dompet, handphone, dan tidak lupa topi dan masker.

Setelah ia rasa cukup ia pun memesan taxi, tak lama kemudian taxi sampat di depan gerbang rumahnya dan membawanya ke cafe yang dekat dari gedung SM.

20 menit perjalanan Dahyun akhirnya sampat di depan cafe, ia kemudian masuk kedalam cafe itu.

pandangan nya mengedar ke semua sisi cafe dan akhirnya ia menemukan Yeri yang sedang duduk di bangku pojok dekat jendela.

Dahyun mendekati meja dimana Yeri berada.

Dan di atas meja itu sudah banyak makanan dan juga kue kesukaan mereka berdua. Tak lupa dengan ice coffee kesukaan mereka masing - masing.

"Wooww.." takjub Dahyun ketika ia melihat kue yang ia suka ada di sana.

"Kau tahu saja jika aku sedang lapar" ujar Dahyun tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang ada di hadapannya itu.

"Tentu saja aku tahu, dan ini semua juga sebagai permintaan maafku karena mengajakmu keluar, padahal kau baru saja sampai di Korea. Mianhae ne Dahyun eonni" kata Yeri, dari nadanya sedikit ada perasaan bersalah namun di akhiri dengan aegyonya.

"Tak apa, tak masalah. lagi pula aku bosan di rumah sendirian" kata Dahyun

"Ya sudah, ayo kita makan. setelah ini kita pergi jalan - jalan" seru Yeri ceria.

Dahyun membuka maskernya tanpa melepas topinya, ia lalu meminum ice coffeenya.

Mereka pun bercurhat ria satu sama lain, menghapus rindu karena tidak bertemu selama kurang lebih 2 bulan ini.

Setelah dari cafe mereka pergi ke taman bermain, sudah lama mereka tidak bermain disini. Mereka tidak menghiraukan para netizen yang mengambil gambar mereka.

Toh mereka juga sudah sering terlihat bersama, Yeri selain dekat dengan Nayeon di Twice ia pun dekat dengan trio maknae di Twice itu.

***

Setelah lelah bermain di hampir semua permainan, mereka pun berinisiatif untuk pergi ke restoran untuk makan, mereka berdua sudah sangat kelaparan.

Dahyun memakan makanan khas koreanya dengan lahap, ia sangat merindukan makanan negaranya sendiri, walaupun di Jepang banyak restoran Korea.

Namun entah mengapa rasanya kurang pas di lidahnya.

Selesai makan, mereka pergi ke sungai han. Duduk santai menikmati angin yang berhembus lumayan kencang.

Hari sudah mulai sore, namun kedua gadis itu tampak seperti masih enggan untuk beranjak dari tempat mereka.

Dahyun meminum sodanya kembali sesekali melirik ke arah handphonenya.

'Tidak ada' batinnya berbicara

Ia memandang kesal handphonenya itu. ia ingin sekali bertemu dengan Mark dan menanyakan kenapa ia seperti menghindarinya.

Semalam, sebelum ia kembali ke Korea. Ia mengirim pesan singkat untuk Mark, namun sampai saat ini belum juga ada balasan dari pria yang ia sukai itu.

Ia menghela nafas berat.

Begitu pula sahabatnya yang berada di sebelahnya itu.

Mereka berdua menghela nafas berat, lalu saling melirik dan akhirnya tertawa bersama.

To Be Countinue

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!