Episode 11
"Hehehe, aku..."
Semua member menunggu lanjutan perkataan dari Dahyun.
"Aku... rahasia hahahaha" mereka semua kesal dengan Dahyun, dengan wajah geram Chaeyoung melempar bantal sofanya ke muka Dahyun.
"Yak! Aku penasaran tahu"
"Iya aku juga.."
"Dasar Dahyun.."
"Hehehehe mehrong" ujar Dahyun lalu berlari ke DaChaeTzu karena takut diamuk member.
Sementara di depan tv
Semua member menatap kesal ke kamar DaChaeTzu.
"Kenapa ia malah main rahasiaan sih?" geram Sana
"Entahlah" wajah momo tak kalah seramnya sekarang dengan wajah Sana yang kesal tadi.
"Ya sudah lebih baik kalian tidur"
"Eum sudah jam 10 malam"
"Ne..."
Mereka semua masuk ke kamarnya masing - masing dan tidur.
***
Keesokan harinya, semua member sudah bangun dan sarapan. Kini mereka berada di ruang tv.
"Siapa yang hari ini ada jadwal latihan?" tanya Nayeon. Dahyun, Mina dan Jihyo menganggakat tangannya.
"Kenapa kalian belum bersiap - siap?" tanya Jungyeon.
"Kata Mark oppa, ia akan menjemputku" jawab Dahyun.
"Kami juga sama" kata Mina dan Jihyo.
"Ah, jadi mereka ingin menjemput pasangannya mereka masing - masing rupanya" goda Sana.
"Ah.. eonni" malu mereka bertiga.
Tak lama terdengar suara bel Dorm berbunyi.
"Iya tunggu sebentar"
Tzuyu pun membuka pintu dorm dan masuklah 3 pria tampan. Mereka adalah Mark, Jaebum, dan Bambam.
Mereka kini terlihat sangat tampan dengan baju santai mereka.
"Annyeong" sapa mereka
"Ne, annyeong"
"Kalian disini pasti ingin menjemput pasangan kalian kan?" goda Nayeon.
"Hehehe, iya nunna" kata Bambam. Lalu ia berjalan mendekati Mina.
"Ayo.."
"Iya.."
Jaebum dan Mark pun melakukan hal yang sama.
"Jihyo -ya ayo" ajak Jaebum
"Iya oppa"
"Ayo Dahyunie"
"Ya oppa.."
***
Tempat latihan mereka tidak satu ruangan, Jihyo dan Jaebum berada di tempat latihan 5 di lantai 3, begitu pula Dahyun dan Mark yang berada di tempat latihan 7.
Sedangkan Mina dan Bambam berada di tempat latihan 4 yang berada dilantai 2 gedung JYP.
Dahyun dan Mark
Mereka berdua terlihat agak canggung saat ini, terlebih Dahyun arena semalam ia sudah melihat dance practicenya di youtube.
"Lebih baik sekarang kita pemanasan dulu" kata Mark.
Mereka pun melakukan pemanasan sebelum latihan, setelah selesai pemanasan mereka pun memulai latihan tanpa musik. Hanya dengan senandungan dulu.
Baru 15 menit mereka latihan namun Dahyun selalu membuat beberapa kesalahan karena ia masih belum terlalu hafal dengan gerakan tarian itu.
"Oppa, istirahat dulu sebentar. Aku ingin melihat gerakannya dulu" ujar Dahyun
"Okey"
Ia pun duduk di pojok ruangan dengan membawa handphone di tangannya.
Sementara Dahyun terfokus dengan gerakan yang sedang ia lihat, Mark sibuk menatap Dahyun. Sebenarnya ia sudah hafal dengan gerakan dan lagu itu.
15 menit Dahyun fokus dengan handphonenyna seraya sesekali mengikuti tariannya, selama itu pula Mark menatap lekat Dahyun.
Banyak fikiran yang mengganggu Mark saat ini, terlebih ternyata Dahyun adalah gadis yang easy going dan semua orang pasti menyukai Dahyun.
Tadi malam sebenarnya ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena ia melihat semua pria yang digosipi dekat atau mungkin suka dengan Dahyun lewat internet.
'Ini semua gara - gara Bambam!' rutuknya dalam hati.
Entah mengapa Bambam bisa tahu akan perasaannya pada Dahyun, ia sendiri bahkan sudah mencoba menutupi setutup mungkin mengenai perasaannya ketika berada di antara teman satu grupnya.
4 jam latihan koreo akhirnya selesai juga, mereka berdua pun istirahat seraya melenturkan badan mereka.
"Huah, sungguh melelahkan, ya kan oppa" seru Dahyun tiba - tiba.
"Eum ya, dan cukup panas disini" ujar Mark yang wajahnya sudah memerah sejak tadi.
Ia tidak menyangka latihan saja seperti ini apalagi jika mereka tampil.
"Mwo panas? Ah, ia benar. Keringatku saja sudah sebanyak ini hehehe" kata Dahyun lalu ia memperlihatkan keringat yang ada di wajah, leher Dan baju yang lumayan basah.
"Setelah ini kau langsung mandi, supaya tidak jatuh sakit. Setelah itu kita pergi makan" perintah Mark pada Dahyun.
"Ai.. ai .. kapten" seru Dahyun
Dahyun keluar dari tempat latihan seraya membawa tas gendongnya, ia mandi di salah satu kamar mandi yang memang di buat berdekatan dengan ruang latihan.
Selesai mandi, berpakaian dan wangi Dahyun kembali ke tempat latihan.
Dan ternyata Mark sudah ada di sana dengan pakaian yang baru dan rambut yang di tutupi handuk kecil sama seperti yang Dahyun gunakan.
Dahyun terpesona dengan Mark yang baru selesai mandi, wajah Mark terlihat lebih fresh dan putih.
"Wah oppa ternyata kau imut juga ya" kata Dahyun tiba - tiba mengangetkan Mark.
Dengan cepat Mark memalingkan wajahnya agar Dahyun tidak dapat melihat wajah tersemunya.
Dahyun berjalan menuju pojok sofa, di sana terdapat stop kontak untuk hairdry Dahyun.
Mark dengan sigap memegang hairdry Dahyun.
"Ada apa oppa?" kaget Dahyun.
"Biar aku saja" perkataan Mark memembuat wajah Dahyun bersemu.
"Ania, aku saja" tolak Dahyun karena ia malu.
"Hei mana boleh, sudah aku saja" Mark bersikeras.
"Baiklah" akhirnya Dahyun pasrah dan mengikuti apa kata Mark.
Dahyun lalu duduk di lantai, sedangkan Mark duduk di atas sofa. #Diakan mau mengeringkan rambut Dahyun menggunakan Hairdry.#
Mark dengan telaten mengeringkan rambut merah Dahyun menggunakan Hairdry.
Dahyun sendiri terkejut mengetahui Mark sangat pandai menggunakan Hairdry yang termasuk jarang di lakukan pria kebanyakan.
"Oppa! Kau terlihat sangat jago melakukan ini, apa kau sering melakukan ini untuk wanitamu?" curiga Dahyun, tanpa sadar ia tidak menyembunyikan nada cemburunya.
Dahyun menatap Mark lewat kaca yang ada di depannya.
"Ania"
"Jinjja?"
"Eo, aku hanya melakukan ini jika di suruh nunnaku saja dan terkadang Bambam juga meminta bantuanku" kata Mark yakin
"Nunna? Ah Grace eonni?"
"Iya"
"Jadi ini pertama kalinya oppa melakukan hal ini kepada wanita selain keluargamu?" tanya Dahyun senang
"Iya, ini pertama kalinya" ujar Mark lalu tersenyum memandang Dahyun yang sedang menatapnya lewat kaca besar di depan mereka.
Deg.. deg.. deg..
"Semoga Mark oppa tidak mendengar detak jantungku" -Dahyun
TBC
jangan lupa vote dan komennya ya bayi bayiku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments