Promosi bentar, baca yuk cerita yang aku terjemahkan. Suka Harry Potter gak? Kalo suka langsung cuss aja liat di wattp*d aku.
Episode 17
Flashback
Siang itu Dahyun dikejut kan Hanbin yang berada dengan leluasa di tempat kerjanya –read JYP Ent- tanpa takut di gosipi dia sering bermain di JYP ent.
Memang Dahyun meminta tolong pada Hanbin, tapi yang dia maksud Hanbin tidak perlu menemuinya setiap hari. seperti saat ini. ini malah membuatnya kesal.
“Ini namanya Neraka” gumam Dahyun kesal.
Saat ia melihat Hanbin berada di depan pintu ruang latihannya dengan wajah yang manis nan polosnya.
“Huh.. aku bisa gila” kesalnya.
“Sana temui Hanbin mu itu, dia sudah agak lama menunggu di sana” Ujar Nayeon.
Dahyun menghela nafas kasar dan menuruti perkataan Nayeon.
“Ya eonni”
Dengan gontai Dahyun berjalan mendekati Hanbin, di tatapnya kesal pria itu. namun pria yang di tatapnya malah memperlebar senyumnya.
“Kenapa kau kesini lagi? Aku mulai bosan melihatmu” ujar Dahyun, dia memicingkan matanya pada Hanbin.
“Aigoo kau menyakiti hatiku” ujar Hanbin, berpura-pura kesakitan, dia memegang dada kirinya.
“Tidak usah lebay” Dahyun memutar matanya tanda bosan. tangannya di lipat di atas dadanya.
“Ayo ikut aku” Hanbin mengajak Dahyun.
“Kemana?” tanya Dahyun.
“Ruang piano” usul Hanbin, ia sangat tahu ruang kesukaan Dahyun.
“Mau apa? Tapi.. ayoo”
Dahyun berjalan memimpin Hanbin yang berada di belakangnya, namun akhirnya Hanbin berjalan agak cepat hingga ia bisa berjalan beriringan dengan Dahyun.
At ruang piano.
Dahyun menatap bingung Hanbin yang duduk di kursi piano, Hanbin juga hati – hati meletakan jati-jari tangannya nya di atas tuls tuls piano.
“Oppa mau melakukan apa?”
Hanbin menoleh ke arah Dahyun.
“Sini, berdiri di sampingku. Aku ingin memberi sedikit bocoran tentang laguku kepadamu” ujarnya
Dahyun menuruti perkataan Hanbin, ia lalu diam untuk mendengarkan nada yang dikeluarkan dari tuls piano yang Hanbin tekan.
Dan terdengarlah alunan nada yang lembut yang Dahyun sukai, ia juga tidak ingin berbohong jika dia menyukai lagu yang Hanbin buat ini.
“Woaah bagus oppa!! Daebak!! Ngomong – ngomong judul lagu ini apa?” tanya Dahyun ia terlihat lebih antusias setelah mendengar bocoran lagu Hanbin ini.
“Tentu saja bagus, kan aku yang buat” bangganya
Hanbin membusungkan dadanya sambil memberikan senyuman manisnya.
“Masih rahasia” lanjutnya lagi
“Dasar pelit..” rajuk Dahyun.
“Hahahaha..”
Lalu Dahyun melihat lihat buku yang berada di atas meja dekat piano, buku itu ternyata berisi tentang not not lagu klasik.
Tanpa sadar matanya terkena debu saat ia mulai membuka buku itu.
Dengan geram ia lalu mengusap – usap matanya agak kasar.
Sementara itu Hanbin tidak sengaja melihat ada seseorang yang mengintipnya dari luar.
‘Ini bisa jadi kesempatan’ pikirnya. Ia tahu siapa orang yang beralih profesi menjadi tukang intip itu.
entah kenapa, jiwa jahilnya keluar setiap bertemu Dahyun ataupun Mark.
Ya, orang itu adalah Mark, Mark Tuan. dia tidak tahu kenapa pria itu berada di sana tapi ini bisa menjadi kesempatan bagus baginya.
Hanbin lalu mengalihkan pandangannya pada Dahyun dan. ‘pas sekali, kekeke’ otak evil nya mulai bekerja.
Ia lalu mendekat ke arah Dahyun dan menahan tangan Dahyun, pikirannya melayang pada drama yang sering ia tonton, ia jadi ingin tertawa jika ia tidak berada dalam situasi ini.
“Oppa” kaget Dahyun
“Diam..” Hanbin hampir tertawa sendiri mendengar suara beratnya.
“Jangan di usap” lanjutnya
Dengan gerakan slow motion seperti yang ada pada drama, Hanbin mendekatkan wajahnya ke wajah Dahyun.
Ia agak menunduk karena memang Dahyun lebih atau sangat pendek darinya.
Ia meniup pelan ke arah mata Dahyun, dari sudut matanya ia dapat melihat Mark yang tengah geram akan kelakuannya. Ia juga tidak lupa memberikan tatapan mengejek ke arah Mark.
Dari sudut mata Mark adegan yang berada di depannya itu adalah Hanbin mencium Dahyun namun Dahyun hanya diam dan tidak mengelak sama sekali.
Geram, marah, kesal dan kecewa.
Namun ia tahu ia bukan siapa – siapa bagi Dahyun. Akhirnya Mark memilih untuk pergi meninggalkan 2 sejoli yang sedang memadu kasih pikirnya.
Setelah Mark pergi, Hanbin menjauhkan wajahnya, ekspresinya saat ini sedang menahan tawa.
“Bagaimana? Sudah tidak sakit?” tanya Hanbin, ia berusaha agar tidak tertawa kencang.
“Iya, terima kasih oppa. Tapi oppa kau kenapa?”
Dahyun menatap Hanbin bingung.
“HAHAHAHAHAHA...”
Tanpa di sangka Dahyun, Hanbin tertawa dengan sangat keras.
“Oppa, kau baik – baik saja kan? Tidak gila kan? Ya tuhan jangan kau ambil lagi separuh otak Hanbin oppa” do'a Dahyun
“HAHAahahaha”
“Oppa!!” pekik Dahyun.
“Eo, maaf maaf. Nanti kau akan tahu sendiri”
“Hanbin oppa semakin hari semakin aneh”
Plashback end
***
1 bulan kemudian
Kemarin adalah hari rilis lagu versi Jepang dari Twice, walau baru di rilis namun semua once sudah menonton nya.
Dahyun sedikit kesal akhir – akhir ini karena Mark sudah jarang berkomunikasi dengannya dan di tambah lagi dengan gosip yang beredar di Korea.
Gosip yang mengabarkan jika Mark got7 dekat dengan seorang idol.
Kini Twice berada di Jepang, hiatus dari semua kegiatan sementara.
Mereka sedang menikmati liburan mereka terlebih trio japan.
Namun sayangnya kini Dahyun sedang gelisah walaupun ia lumayan senang karena mendapat libur.
“Eonni aku ijin keluar ya dengan Nayeon eonni” ijin sana pada Jeongyeon
“Eum ya, ingat jangan jauh – jauh”
Keadaan dorm atau rumah itu sangat sepi, hanya ada Jungyeon, Dahyun dan Tzuyu di sana. Sementara yang lain sedang menikmati liburan mereka.
Dahyun menikmati liburannya di atas kasur di temani dengan beberapa snack kesukaannya,
Jungyeon menonton tv walau ia tidak tahu apa arti yang di bicarakan dalam tv itu
dan Maknae mereka kini sibuk chatting an dengan seseorang yang dekat dengannya baru – baru ini.
“Ah.. sepinya” gumam Dahyun.
Ia lalu menatap lamat ponselnya, masih belum ada kabar dari visual got7 itu.
Lusa besok Twice akan kembali ke korea setelah 1 bulan lebih mereka berada di Osaka, Jepang.
Dengan malas Dahyun menidurkan kembali dirinya di atas tempat tidur yang nyaman, jadwal yang sangat padat sebelumnya membuat porsi tidurnya berkurang.
Di setel nya lagu got7 di ponselnya, matanya mulai terpejam dan akhirnya ia tertidur.
Pukul 6 sore Dahyun terbangun kerena dering ponselnya.
‘Suho oppa is calling’ tulisan di ponselnya
“Yeoboseyo..” suara serak khas bangun tidurnya terdengar sangat jelas.
“...”
“Eum,, aku baru saja bangun tidur”
“...”
“Ne, oppa. Kau juga”
“..”
“Oppa, aku merindukanmu” air mata Dahyun tanpa sadar menetes.
“...”
“Eum! Lusa aku pulang”
“...”
“Ne, janji ya...”
“...”
“Iya Bye”
To Be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments