Dengan terburu buru ikbal beserta para tetangga berlari menuju rumah ikbal. Seperti dugaan ikbal sebelumnya ternyata mamanya sedang berada di gudang belakang dalam keadaan pingsan. Ikbal dibantu para tetangga bersama sama mengangkat mama ikbal di atas kasur. Beruntung lima menit kemudian mama ikbal tersadar dari pingsannya.
"alhamdulillah mama sudah sadar om "
Mama ikbal hanya terdiam sambil memandang para tetangganya. Tatapan matanya yang kosong membuat ikbal menjadi sangat ketakutan. Di tambah lagi mama ikbal juga tidak mau menjawab pertanyaan dari ikbal. Membuat perasaan ikbal yang awalnya tenang kini kembali panik.
"mama , mama kok mama tidak menjawab pertanyaan ikbal, mama jawab ma, mama apa yang sebenarnya terjadi, mama Ikbal benar benar khawatir ?". "nak ikbal jangan panik , biarkan mama nak ikbal tenang , mama nak ikbal baru saja sadar dari pingsannya jadi wajar kalau mama nak ikbal masih bingung dan belum bisa menjawab pertanyaan dari nak ikbal ".
Setelah memastikan keadaan mama ikbal baik baik saja, para tetangga pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing.
Ikbal memutuskan untuk tidak tidur malam ini demi menjaga mamanya. Hingga pagi hari ikbal sama sekali belum memejamkan matanya. Karena ikbal masih mengkhawatirkan keadaan mamanya maka hari ini ia akan meminta ijin untuk tidak masuk sekolah
Di sekolah tika merasa sangat kesepian sebab kedua sahabatnya yaitu lyra dan ikbal tidak masuk sekolah. Pada saat jam istirahat tika hanya pergi ke kantin sendirian. Setelah selesai makan tika yang bingung karena jam istirahat masih lama akhirnya memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon tua di belakang sekolahnya.
"sejuk sekali di sini".
Pohon tua yang di maksud adalah sebuah pohon tua yang tumbuh di belakang sekolahnya. Masyarakat di sekitar sekolah ini mengatakan bahwa umur pohon ini jauh lebih tua dari sekolah ini. Pohon ini sudah ada sejak jaman kolonial belanda. Selain itu pohon ini menyimpan banyak cerita misteri. Konon di era kolonial belanda ada seorang noni belanda yang bunuh diri tepat di atas tanah yang sedang tika pijak sekarang. Alasan ia sampai bunuh diri adalah karena hubungannya dengan seorang pemuda pribumi tidak di setujui oleh sang ayah. Ada juga yang bercerita bahwa mereka melihat penampakan hantu meneer belanda tanpa kepala yang selalu menampakan diri lengkap dengan senjatanya sedang mencari kepalanya. Dan masih banyak lagi cerita cerita lainnya. Pohon ini bisa di katakan sebagai saksi bisu berbagai sejarah. Baru saja tika akan memejamkan matanya, dari arah belakang ada yang menepuk pundak tika dan membuat tika terkejut
"astaga siapa kamu ?".
Nampak di depannya ada seorang anak laki laki berkulit hitam, manis dan tinggi. Dari lambang kelasnya anak laki laki ini berada di kelas X. Namun tika merasa asing dengan wajah dari anak ini.
"maaf mbak kalau saya sudah membuat mbak terkejut". "tidak apa apa dek , maaf tapi memangnya ada apa adek menepuk pundak mbak ?". " begini mbak saya mau meminta ijin kepada mbak kalau saya ingin beristirahat di sebelah mbak , boleh atau tidak ya mbak?". "oh tentu saja boleh dek silahkan saja ". "terima kasih ya mbak ". "sama sama dek, "oh iya maaf ya dek kalau tadi mbak teriak soalnya mbak kaget tiba tiba kamu menepuk pundak mbak ". "tidak apa apa mbak".
Tika terus menatap wajah adik kelasnya ini
Tika pov
"anak laki laki ini yang manis dan sangat sopan".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments