Lyra yang merasa sudah sangat bosan di rumah meminta ijin kepada mamanya untuk bisa masuk sekolah esok harinya. Namun mamanya yang masih ragu dengan kesehatan lyra yang belum stabil tidak memberi ijin kepada lyra untuk masuk sekolah
"mama lyra mohon ijinkan lyra untuk pergi ke sekolah". "tidak lyra mama tidak akan pernah mengijinkan lyra untuk pergi ke sekolah sampai mama benar benar yakin lyra sudah benar benar sembuh ". "tapi ma ". "tidak ada kata tapi tapi sekarang lyra kembali ke kamar lyra dan kembali beristirahat". "iya ma".
Lyra benar benar bosan dengan kegiatannya akhir akhir ini yang hanya makan dan tidur saja. Namun tiba tiba lyra teringat sesuatu
"astaga tugas dari pak arya".
Lyra segera mencari buku yang kemarin ia pinjam dari perpustakaan. Namun anehnya buku yang di carinya tersebut tiba tiba menghilang
"di mana ya buku itu ? aku yakin kemarin menaruhnya di sini".
Hampir setengah jam lyra membongkar seisinya kamarnya namun buku yang di maksud belum juga di temukan. Karena merasa lelah lyra pun menghentikan sejenak pencariannya. Mungkin karena kelelahan lyra pun ketiduran. Pada saat ia sedang tertidur samar samar ia mendengar ada suara yang sedang berbisik di telinganya
"lyra ini aku , mungkin kamu sama sekali tidak mengenalku tetapi sesungguhnya aku sangat mengenalmu , apabila kamu sedang mencari buku tersebut , carilah di perpustakaan sekolahmu besok , buku tersebut sedang berada di dalam perpustakaan di tempat kemarin kamu menemukannya, lyra asal kamu tau suatu hari nanti buku itu akan menjadi kunci dari semuanya".
Lyra begitu terkejut. Ia langsung terbangun dari mimpinya. Ia segera mencari asal suara misterius tadi.
Lyra pov
"mimpi yang aneh, mengapa rasanya benar benar seperti nyata ?"
Lyra pun tiba tiba menyadari sesuatu
"astaga kenapa tiba tiba kamarku menjadi aroma mawar ? bukannya pengharum ruangan yang sedang saya pakai hari ini beraroma apel ?".
Lyra semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi padanya hari ini
Sementara itu di rumah ikbal, ikbal yang sedang serius bermain game onlinenya tiba tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres namun ia tidak terlalu memperdulikannya. Namun lama lama perasaannya semakin tidak enak
"sebenarnya ini hanya perasaan saya sendiri atau memang sedari tadi ada yang memperhatikan saya ? coba saya periksa dulu di bawah, siapa tau diam diam ada pencuri masuk ke dalam rumah ini".
Dengan melangkah sangat pelan ikbal memeriksa setiap sudut ruangan. Namun ia tidak menemukan apa apa. Di saat ikbal akan kembali ke dalam kamarnya dari arah belakang terdengar suara ribut ribut dari gudang belakang rumahnya
"astaga suara apa itu ?".
Dengan terburu buru ikbal segera membuka pintu gudang belakang. namun ternyata suara itu berasal dari tikus yang berada di dalam gudang
"syukurlah , ternyata hanya tikus , mungkin yang tadi hanya suara dan derap langkah kaki tikus tadi dan kawanannya , besok saya akan menaruh jebakan tikus di sini".
Dengan perasaan lebih tenang ikbal kembali ke kamarnya. Tanpa ikbal sadari bahwa ada sesosok makhluk yang sedang memperhatikannya. Sesampainya di kamar lagi lagi ikbal merasa ada yang tidak beres. Ia merasa hawa dingin di dalam kamarnya bertambah. Padahal pada saat itu ikbal sedang tidak menyalakan ac. saking dinginnya ikbal sampai memakai selimut yang tebal.
"astaga kenapa hari ini dingin sekali ?".
Ikbal merasa ada yang menarik selimutnya
"siapa itu".
Ternyata yang menarik selimut ikbal adalah mamanya.
"ikbal kenapa siang siang seperti ini kamu malah pakai selimut ?". "dingin ma". "dingin ?".
Mamanya menarik selimut ikbal dan dalam sekejap hawa dingin yang ikbal alami tiba tiba berubah menjadi hawa panas
"dingin apanya ikbal, sekarang sedang panas sekali ikbal". "benar juga ma tapi benar ma tadi hawanya sangat dingin". "sudah ikbal jangan selimutan terus, mandi sana dulu". "iya ma".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments