Tika yang pada dasarnya agak penakut tentu saja sangat ketakutan melihat penampakan di foto lyra dan dirinya. dia sampai melamun dan ternyata hal tersebut di sadari oleh bu reni guru matematikanya
"kartika adinda , jangan melamun saat sedang ada pelajaran". "saya minta maaf bu reni". "kalau kamu mau melamun jangan di sini tapi di rumah kamu". "iya bu guru". "memangnya kamu sedang memikirkan apa ?". "sedang memikirkan setan bu".
Mendengar jawaban dari tika tentu saja membuat seisi kelas tertawa
"kartika adinda sekarang kamu bu guru hukum, pergi ke perpustakaan dan bantu pak deni mengatur buku buku di perpustakaan sampai jam istirahat". "baik bu reni".
Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan tak henti hentinya tika mengerut serta mengutuk kebodohan dirinya sendiri. Gara gara ia tidak berkonsentrasi sehingga ia mendapat hukuman dari bu reni. Pak deni adalah guru bk di sekolah ini sedangkan eyang takim adalah salah satu dari penjaga sekolah di sekolah ini yang paling tua. Usianya sekitar sembilan puluh tahunan. Namun fisiknya masih sangat kuat sehingga sampai detik ini ia masih bisa bekerja. Ia sudah sangat lama bekerja di sekolah ini. Asal usul eyang takim sendiri tak ada yang tau. Yang mereka tau eyang takim memiliki seorang cucu dan cicit di tinggal luar kota. Eyang takim sendiri sangat ramah dan sabar kepada semua siswa dan siswi di sekolah ini. Semua murid murid di sekolah ini di anggap sebagai cicitnya sendiri.
"selamat siang pak deni"
"selamat siang kartika". " bapak saya sedang mendapat hukuman dari bu reni untuk membantu bapak dan eyang takim mengatur buku buku di perpustakaan". "oh begitu , kalau begitu silahkan kamu bantu bantu kami kartika'.
Tika dengan sigap membantu pak deni dan eyang takim. di saat sedang berkonsentrasi mengatur buku buku sepasang mata tika tertuju kepada sebuah foto tua yang jatuh dari sebuah buku tua. Tika pun mengambil buku tersebut dan langsung memasukannya di dalam kantong bajunya. Bunyi lonceng tanda waktu istirahat telah berbunyi pertanda sudah waktunya masuk jam istirahat.
"permisi pak deni dan eyang takim saya ingin meminta maaf sebelumya tapi ini sudah masuk waktu istirahat, kartika ingin meminta ijin untuk istirahat pak deni". "oh silahkan kartika dan terimah kasih atas bantuannya hari ini". "sama sama bapak".
Tika pun berlari ke arah kantin. dia benar benar sudah sangat lapar. Beruntung ia tidak perlu repot repot mengantri karena Ikbal sudah memesankan nasi goreng untuknya
"tika , ini nasi goreng kamu sudah saya pesankan". "terima kasih Ikbal". "kamu ini cari masalah tika, sudah tau bu reni galak dan pemarah malah kamu pancing emosinya dengan alasan yang tidak masuk akal'. tapi memang benar ikbal apa yang saya katakan tadi". "tentang penampakan di foto kamu bersama lyra itu ya"." iya". "nanti saja kita bicarakan hal tersebut sekarang kamu makan saja dulu". " iya Ikbal"
Keadaan lyra semakin mengkhawatirkan. demamnya semakin tinggi. Melihat hal tersebut tentu saja membuat mamanya semakin panik
"lyra kalau demam kamu tidak kunjung turun, mama akan bawa kamu ke rumah sakit".
Begitu mendengar kata rumah sakit dalam sekejap lyra menjadi sangat ketakutan. Entah mengapa dari dulu lyra sangat takut dengan rumah sakit, jarum suntik dan darah
"tidak ma lyra tidak mau , sebentar lagi lyra pasti sembuh ". "ya sudah tapi sekarang lyra makan dulu lalu minum obat ya". "iya ma".
Dengan sekuat tenaga lyra berusaha menelan bubur buatan mamanya karena lehernya sangat sakit apabila untuk menelan makanan dan hanya air putih yang bisa ia telan. namun hal itu jauh lebih baik daripada ia harus di rawat di rumah sakit
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments