Malam hari pun tiba Zen akhirnya kembali sadar di dalam sebuah tenda.
"Dimana ini?" Bingung Zen.
Zen melihat ada sebuah api unggun di luar tendanya. Saat ia keluar dari tenda, ia melihat Elys yang ketiduran.
Zen pun menggendong Elys masuk ke dalam tenda dan meletakkan Elys di dalam tenda. Setelah itu ia pun keluar dari dalam tenda dan duduk melamun meratapi api unggun.
"Aku selalu bermimpi hal yang sama. Kenapa aku terus memimpikan tas senjata itu?" Bingung Zen di dalam hatinya.
"Ah sudahlah sebaiknya aku tidur saja dan besok mencari makanan.." Zen pun memutuskan untuk tidur di dekat api unggun.
...-Time skip-...
Pagi hari pun tiba. Zen yang telah bangun dari tidurnya langsung bersiap untuk mencari makanan.
"Sebaiknya aku menggunakan cara simpel saja" Gumam Zen.
Zen pun pergi ke sungai untuk menangkap ikan
...-30 menit kemudian-...
Zen pun kembali ke tenda dengan membawa ikan yang cukup banyak. Ia pun menyalakan api unggun untuk membakar ikan yang di tangkapnya.
Sementara itu Elys pun terbangun dari tidurnya.
"Hmm.. Huam.. Dimana ini??" Bingung Elys.
"Seharusnya semalam kan Zen yang tidur di sini" Ucapnya.
Seketika Elys pun terdiam.
"Tidak!!" Teriak Elys.
"C'Bow" Elys pun langsung keluar membidik Zen dengan busurnya.
"Halo Elys selamat pagi.." Ucap Zen.
"Selamat pagi kepalamu!. Kamu apain aku?! Kenapa aku bisa di dalam sana?!" Tanya Elys sedikit emosi karena berfikir Zen telah melakukan hal yang tidak tidak kepadanya.
"Aku ga apa apain, semalam kamu ketiduran di luar, karena kasian jadi ku bawa kamu kedalam terus aku yang di luar, jangan salah paham." Ucap Zen dengan jujur.
"Benarkah??" Elys yang salah sangka perlahan menghilangkan senjatanya dan kembali tenang.
"Iya sebaiknya makan dulu, aku sudah mendapatkan makanan" Ucap Zen.
"Em.. Baiklah.." Mereka pun akhirnya makan bersama.
...-Disisi lain-...
"Zen kemana ya? Kok akhir akhir ini dia ga ada?" Tanya Sensei kepada murid muridnya.
"Palingan juga udah berhenti sekolah" Ucap Rio.
"Zen orangnya tidak seperti itu. Ga mungkin berhenti sekolah tanpa sebab" Ujar Yuuiki.
"Baiklah lupakan.. Kita bahas lain kali saja. Sensei mau memperkenalkan murid baru" Ucap Sensei.
"Silahkan masuk" Sensei pun mempersilahkan seorang murid masuk, ternyata murid baru adalah seorang perempuan, murid tersebut sangat cantik dan menawan.
"Dia cantik sekali!" Bisik para murid cowok.
"Hahhh semua cowok ternyata sama aja" Ngeluh Rara.
"Dia lumayan juga" Ucap Rio.
"Iya" Ujar Raft.
"Namanya adalah Fallen Rosecrown" Jelas Sensei kepada seluruh murid.
"Namaku Fallen Rosecrown, panggil saja Fallen, salam kenal semuanya" Ucap sopan Fallen.
"Fallen silahkan duduk.." Ucap Sensei kepada Fallen.
Fallen berjalan mendekati Veliona dan duduk di bangku tepat di sebelah Veliona.
"Hai namaku Fallen, mohon bimbingannya ya.." Ucap Fallen berniat untuk berteman dengan Veliona.
"Namaku Veliona.. Salam kenal.." Ucap balas Veliona dengan sopan.
Tiba tiba Yuuiki memotong pembicaraan mereka berdua.
"Hei Fallen, kamu mau masuk guild kami??, butuh 1 orang lagi agar bisa ikut turnamen antar akademi nantinya" Tanya Yuuiki.
"Boleh saja kok, aku juga ga punya guild" Jawab Fallen dengan sopan.
"Hore!.." Yuuiki pun merasa senang karena akhirnya guild Eternal fire sudah pas, dan mereka dapat mengikuti turnamen antar akademi.
"Mohon bimbingannya ya" Ucap Fallen.
"Salam kenal namaku Rara" Ujar Rara.
Mereka pun berkenalan satu sama lain.
...-Time skip-...
Lonceng kelas selesai pun berbunyi semua murid pun bersiap siap untuk pulang ke rumah mereka masing masing. Yuuiki pun menghampiri Fallen yang sedang berkemas.
"Fallen nanti kita ketemuan ya, buat latihan" Ucap Yuuiki.
"Oke... Ketemuan dimana?" Tanya Fallen.
"Di kelas saja.. Jam 14:00" Ucap Yuuiki.
"Baiklah..." Ucap Fallen.
...-Disisi lain-...
"Baiklah aku harus kembali ke Akademi Onyx. Maaf ya.." Ucap Elys sambil berjalan meninggalkan Zen sendirian.
"Oke hati hati, maaf sudah merepotkan" Ucap Zen sambil menundukkan kepalanya. Elys pun menghilang dari pandangan Zen, setelah Elys menghilang. Zen pun melanjutkan perjalanannya kembali ke akademi.
Saat dalam perjalanan, Zen pun terus memikirkan hal yang terjadi kepadanya.
"Kenapa bisa aku berpindah jauh dari akademi??" Bingung Zen di dalam hatinya.
...-Disisi lain-...
2 jam kemudian
Fallen dan Yuuiki akhirnya kembali bertemu sesuai dengan jam yang di jadwalkan dan mereka pun pergi ke ruangan latihan. Sesampainya di tempat latihan
Yuuiki membuat sebuah pertandingan untuk mengetes kemampuan satu sama lain.
Rio akan melawan Raft.
Endo akan melawan Ryel.
Dan Veliona melawan Fallen.
Sisanya hanya menjadi penonton.
"Baiklah Rio dan Raft sudah siap?" Tanya Yuuiki.
"Sudah!" Serentak Rio dan Raft.
"Baiklah mulai!!" Perintah Yuuiki.
"C'Sword" Rio~
"C'Katana" Raft~
(Swof!)
Rio dan Raft memiliki kecepatan yang setara, mereka pun langsung menyerang satu sama lain.
(Ting!!!)
Peraduan pedang dan katana tidak terelakkan
Rio dengan kecepatannya terus menyerang Raft, tetapi Raft dengan kemampuan beladiri yang tinggi, dia mampu menyaingi kecepatan Rio.
Sampai terjadi sebuah kesalahan, dimana Raft menyerang dengan katana miliknya tetapi Rio telah memprediksi gerakan Raft yang begitu standart dan ia menghindari serangan Raft, pada saat itu juga Rio pun bergerak dengan cepat ke belakang Raft dan menodongkan senjatanya dari belakang Raft.
"Maaf aku lebih unggul" Ucap Rio.
"Ahaha aku membuat kesalahan" Ujar Raft sambil sedikit tertawa.
"Pemenangnya adalah Rio!.." Jelas Yuuiki.
Pertandingan pertama telah di menangkan oleh Rio, dan pertandingan ke dua pun di mulai, antara Endo dan Ryel.
"Endo, Ryel sudah siap??" Tanya Yuuiki.
"Sudah!" Serentak mereka berdua.
"Mulai!" Perintah Yuuiki.
"C'Sword" Ryel~
"Storm" Ryel~
Ryel langsung menggunakan jurus andalannya yang membuat Endo terdiam. Ryel menciptakan badai dari pedangnya yang mengelilingi Endo yang membuatnya tidak bisa berbuat apa apa. Selain susah melihat, Ryel juga sudah mengancam kalau di badai miliknya dapat mengoyak apapun yang bersentuhan langsung dengan badai miliknya.
Pada akhirnya Endo pun menyerah.
"Pertandingan yang begitu singkat' Kagum Rara.
"Iya cepat sekali" Kagum Uika.
"Ryel pemenangnya!.." Jelas Yuuiki.
Pertandingan kedua pun di menangkan oleh Ryel, dan pertandingan ketiga antara Veliona dan Fallen pun dimulai.
"Fallen maaf ya mendadak begini.." Ucap Yuuiki.
"Iya gapapa aku juga pengen latihan" Ujar Fallen sambil tersenyum.
Fallen dan Veliona pun mengambil posisi berhadapan.
"Sudah siap?" Tanya Yuuiki.
"Sudah!" Ucap Serentak mereka berdua.
"Baiklah.. Mulai!!" Perintah Yuuiki.
"C'Scyhte" Veliona~
"C'Scythe" Fallen~
Tak di duga, Fallen dan Veliona pun memiliki senjata yang sama, mereka berdua pun berpindah dengan cepat dan mengayunkan sabit mereka. Bentrokan kedua sabit tersebut pun menciptakan angin angin yang cukup dasyat.
(Ting!, ting!. Slash! slash!)
Bentrokan kedua sabit pun tak kunjung berhenti. Yuuiki dan yang lainnya pun sangat kagum dengan pertarungan mereka berdua.
"Hebat" Ucap Veliona memuji kekuatan Fallen yang luarbiasa.
"Kamu juga" Ucap Fallen sambil tersenyum karena menikmati pertarungan yang sengit antara mereka berdua.
Fallen pun mengambil langkah mundur kebelakang dan maju mendadak mengayunkan sabitnya ke ara Veliona.
(Slash!)
Tetapi Veliona dapat menghindari serangan Fallen, kelenturan badan Veliona membuat tebasan Fallen tidak dapat mengenainya.
Tetapi tembok yang jauh di belakang Veliona pecah karena tebasan angin dari sabit milik Fallen
Veliona pun membalas serangan Fallen. Ia mengayunkan sabitnya dari bawah ke atas dengan cepat.
(Slash!!)
Tidak di duga Fallen berhasil menghindarinya dengan cepat dan pindah ke belakang Veliona.
Fallen pun kembali menyerang Veliona.
(Ting!!)
Serangan Fallen pun di tangkis oleh Veliona.
"Level mereka jauh di atas rata rata" Ucap Rio.
"Gila!!" Kagum Raft.
"Ini pertama kalinya aku melihat pertarungan seperti ini!" Gumam Yuuiki terkagum dengan pertarungan yang dilihatnya.
Fallen yang gagal menebas Veliona pun melompat ke belakang.
"Kamu menahan diri?" Tanya Veliona.
"Huhh.. Aku baru akan serius" Ucap Fallen.
"Wind slash" Fallen pun mengayunkan sabitnya dari atas ke bawah yang menciptakan tebasan angin tak kasat mata.
(Slash!! Slash!!)
Tak diduga Veliona membelah tebasan angin milik Fallen yang tidak terlihat tersebut.
"Bagaimana bisa?!" Bingung Fallen dalam hatinya.
"Phoenix" Veliona pun mengayunkan sabitnya dari atas ke bawah yang menciptakan burung phoenix berwarna merah.
"Twilight dragon" Fallen pun mengayunkan sabitnya yang menciptakan naga berwarna biru keemasan.
Kedua sihir tersebut bertabrakan dan menciptakan ledakan yang cukup besar.
(Bommm!!!)
Fallen pun menjadi susah untuk melihat karena asap dari ledakan tersebut, tiba tiba Veliona muncul di belakang Fallen dan menodongkan sabit miliknya tepat di leher Fallen.
"Kamu kuat sekali" Kagum Fallen akan kekuatan dan keahlian bertarung Veliona.
"Tidak juga" Ucap Veliona.
"Pe-pemenangnya adalah Veliona!.." Jelas Yuuiki.
Pertandingan yang sangat sengit pun berakhir dan di menangkan oleh Veliona. Yuuiki dan teman temannya pun sangat kagum dengan kekuatan mereka berdua yang luarbiasa. Setelah pertandingan selesai mereka semua pun beristirahat serta berunding untuk persiapan turnamen di suatu saat yang akan datang nanti.
...-Disisi lain-...
Zen yang sudah lama berjalan pun tiba tiba berhenti di sebuah batu yang di atasnya terdapat tas senjata persis di dalam mimpinya.
Tas tersebut cukup besar dan mengantongi 4 senjata yaitu. Dua pedang yang sangat tajam dan unik, rantai tajam yang panjang, satu buah tombak dan katana.
Kelima senjata tersebut pun terlihat sangat unik dan sangat langkah.
"Sepertinya aku pernah melihat ini" Ucap Zen dalam hatinya. Zen pun teringat mimpinya tentang kelima senjata serta pesan yang terdapat di dalam tas tersebut.
Zen yang teringat isi pesan di dalam tas tersebut pun memilih untuk meninggalkan tas senjata tersebut dan melewatinya begitu saja, Zen pun melanjutkan perjalanan.
...-Time skip-...
Zen yang telah berjalan cukup lama pun merasa aneh, karena sepertinya ia telah melewati tempat yang sama berkali kali. Saat ia melihat kebelakang, ia pun melihat tas senjata yang sebelumnya ia tinggalkan.
"Kenapa aku kembali ke sini?!" Bingung Zen.
Zen pun melanjutkan perjalananya tetapi tetap sama, dia berada di tempat yang sama dan tidak berpindah walau sudah melangkah sangat jauh.
"Sepertinya aku sedang berada di dalam time loop" Ucap Zen dalam hatinya.
"Apa yang harus aku lakukan?, kenapa aku tidak bisa meninggalkan tas ini??" Bingung Zen.
Zen pun mendekati tas tersebut dan berniat mengambilnya karena ia berfikir, mungkin jika ia membawa tas tersebut, ia akan keluar dari perangkap waktu yang tak ada batasnya.
Saat Zen menyentuh tas tersebut, tiba tiba seluruh senjata tersebut berterbangan dan mengelilingi Zen.
"Apa ini?!" Panik Zen.
Semua senjata tersebut pun tiba tiba memasuki tubuh Zen secara paksa.
"Aghh!!!! ahh!!!"
Kesadaran Zen pun seketika memudar.
Zen yang tidak bisa mengimbangi kekuatan semua senjata tersebut pun merasakan kesakitan yang luarbiasa. Zen yang hampir pingsan pun tiba tiba mendengar suara yang mirip dengan ibunya.
"Kalau kamu mati sekarang ibu ga bakal maafin loh!"
Suara tersebut pun membuat Zen kembali bangkit.
"Aggh!!!!!!! ahhh!!!!!" Semua senjata tersebut pun masuk kedalam tubuh Zen dan seketika rasa sakitnya pun ikut menghilang.
"Aghh.." Zen yang kelelahan pun terduduk lemas. Zen pun beristirahat sejenak.
"Kenapa senjata senjata itu masuk kedalam tubuhku?" Bingung Zen.
"Sebaiknya aku beristirahat dulu, besok aku akan melanjutkan perjalanan" Ucap Zen.
Saat Zen meninggalkan tempat tersebut untuk mencari tempay istirahat, ia tidak menyadari bahwa batu yang sebelumnya ia lihat sudah menghilang.
...#Time skip...
1 minggu setelah kejadian yang membuat Zen terpental jauh ke barat, ia pun mulai berjalan dengan santai sambil menikmati perjalanannya.
Setelah kejadian yang semalam Zen alami, Zen pun menyadari kemampuannya meningkat. Dari penglihatan, pendengaran, fisik, dan kecepatan.
"Ternyata hal buruk bisa menjadi sesuatu yang baik juga" Ucap Zen sambil berjalan ke timur dan menikmati perjalanan pulangnya dengan santai.
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Mamat Stone
yang penting happy Thor
2023-09-16
0
Ryo gunawan
thor ceritanya jangan di sekip2 dong. kurang seru ini klo di sekip2 terus
2023-05-04
2
anggita
hadiah mawar 🌹buat author. smoga novelnya sukses. klo mau promosi silahkan ke tempat kami. 👌
2022-11-27
4