8 tahun pun berlalu semenjak Zen di lahir kan.
Zen terlihat sedang tiduran di dalam kamarnya, Ia baru sadar bahwa ia berada di dunia yang bisa menggunakan kemampuan sihir, kedua orang tuanya dulu adalah seorang petualang.
Di dunia baru Zen memiliki sistem guild serta turnamen yang di adakan di sekolah akademi. Zen adalah anak satu-satunya sehingga ia di ajarkan banyak pengalaman oleh orang tua nya seperti belajar sihir, kemampuan berpedang, serta informasi mengenai dunia barunya sekarang.
Zen pun terlihat bosan, ia hanya terus tiduran dan memainkan kakinya sembari menatap atap kamarnya.
"Haaahhh... Sebaiknya aku bermain di luar, aku merasa sangat bosan di kamar terus-terusan" Gumam Zen perlahan bangun dari tidurnya.
Zen pun membuka pintu kamarnya dan keluar dari ruangannya "Ayah, ibu aku bermain di luar ya" Teriak Zen.
Tetapi tidak ada seorang pun yang menjawab, Zen pun pergi ke kamar orang tua nya, saat Zen membuka pintu ternyata kedua orang tua nya masih tertidur, Zen menutup pintu kembali, ia menulis sebuah surat dan di letakan tepat di atas meja dapur.
Zen berlari dari halaman rumah menuju ke hutan "Sebaiknya aku berburu hewan hari ini, kebetulan ayahku sedang tertidur pulas, aku akan berburu sendirian" Zen terus berlari ke tengah hutan.
Setelah Zen memasuki hutan cukup jauh, ia pun melihat seekor rusa yang sedang memakan tumbuh tumbuhan di bawah pohon, Zen pun langsung memanjat ke atas sebuah pohon untuk mengintainya dan menunggu rusa tersebut lengah.
Beberapa saat kemudian, rusa tersebut pun meninggalkan tempat tersebut dan berjalan dengan santai, Zen yang melihatnya pun tidak ingin membuang kesempatan.
"C'Sword" Partikel partikel pun muncul dan membentuk sesuatu.
...*Informasi*...
["C'Sword" Adalah cara menciptakan senjata di dunia baru Zen. C'Sword adalah (Craft Sword) yang artinya (Menciptakan sebuah pedang). Menciptakan senjata memerlukan energi sihir, semakin kuat dan teratur energi sihir seseorang, semakin kuat juga senjata yang di ciptakan]
Zen menggunakan energi sihirnya untuk menciptakan senjata. Senjata yang di ciptakannya tidak begitu besar tetapi cukup tajam
"Baiklah menu hari ini adalah rusa, sisanya ku serahkan pada ibuku dalam hal memasak" Gumam Zen sembari melompat dari pohon ke permukaan.
"Swift"
...*Informasi*...
["Swift" Adalah peningkatan kemampuan fisik seseorang (kecepatan) dengan menggunakan energi sihir, berbeda dengan cara menciptakan senjata, semakin terlatih fisik seseorang, maka kecepatannya juga akan bertambah, tidak hanya melatih fisik, seseorang dapat meningkatkan kecepatannya menggunakan energi sihir yang besar, tetapi jika fisik orang tersebut tidak mampu mengiringi kuatnya energi sihir, maka orang tersebut kemungkinan akan mengalami kelumpuhan/kematian].
Zen menggunakan kekuatan sihirnya yang membuat pergerakannya meningkat, ia dengan cepat berpindah ke sebelah rusa dan langsung mengeksekusi rusa tersebut.
"Maafkan aku rusa" Zen pun mengayunkan pedangnya ke leher rusa tersebut.
(Slash!)
Kepala rusa tersebut terpotong yang membuatnya seketika tewas.
Zen pun menatap rusa tersebut dengan rasa sedikit bersalah, dan ia pun memutuskan kembali ke rumahnya sembari membawa rusa yang telah ia buru.
Zen akhirnya sampai di rumahnya, ia pun meletakkan rusa yang di buru nya di halaman rumah, dan ia memutuskan untuk kembali memasuki hutan.
Setelah berada di tengah hutan, Zen pun melihat lihat sekitarnya berniat mencari buruan lain, tetapi tiba tiba.
(Bom!)
Suara ledakan pun terjadi yang membuat Zen sedikit terkejut. Karena penasaran Zen berlari menuju lokasi suara dan melihat dua orang yang sedang bertarung, mereka berdua adalah anggota keluarga bangsawan.
(Bom! bam!!)
"Oi oi jangan ngerusak daerah sini, ini tempat terindah bagi mereka" Ucap seorang bangsawan sembari tersenyum.
"Hahaha iya juga ya, kasian banget mereka, aku akan mendekorasi tempat ini sedikit. jika mereka mau menyembahku hahaha" Ujar temannya.
"Mereka merusak hutan seenaknya" Gumam Zen sedikit kesal, tetapi Zen yang tidak bisa berbuat apa apa pun hanya bisa menonton pertarungan mereka berdua dari kejauhan.
(Bom!! bam!! bom!)
Pertarungan mereka berdua berlangsung sengit, tiba-tiba seseorang pun datang menghentikan mereka berdua.
"Hei kalian berhenti!"
"Kalian, kembali ke kelas! Sensei tidak memberi izin kalian untuk merusak daerah hutan ini!" Ucap seorang gadis dengan tegas.
"Sepertinya dia seorang guru. Tapi.... Kenapa dia seperti siswi di sekolahku?, guru guru di dunia ini terlihat begitu muda sekali, kedua orang tua ku juga kelihatannya masih muda seperti siswa, siswi sekolah" Bingung Zen dalam hatinya.
"Maafkan kami Sensei!.." Ucap serentak mereka sambil menundukkan kepala.
"Kali ini Sensei maafkan, tetapi jangan di ulangi lagi!" Tegas guru tersebut.
"Terima kasih banyak sensei!" Ucap mereka serentak.
Kedua murid dan guru tersebut kembali ke akademi, beberapa saat setelah mereka kembali Zen pun mengikuti jejak mereka dan akhirnya sampai di sebuah sekolah akademi yang sangat luas yang membuatnya sedikit terkejut.
"Luas sekali, ini benar-benar sekolah? sekolahku di kehidupan sebelumnya tidak seluas ini, ini sudah seperti kota" Takjub Zen.
Di dalam kekagumannya, Zen pun tersadar jika ia bermain terlalu jauh dari rumahnya.
"Aku sudah kejauhan, sebaiknya aku pulang" Gumam Zen setelah sadar dari rasa kekagumannya terhadap akademi tersebut. Saat Zen memutar badannya ke belakang, ia pun terkejut karena melihat sesosok monster yang berada tepat di depannya.
"Ke, kenapa bisa.. Ada.."
"Kenapa bisa ada monster di sini!?" Panik Zen dengan sangat panik sambil berlari ke arah akademi.
Monster Goblin yang sangat lapar pun mengejar Zen yang berlari menuju akademi.
"Maaf! minggir minggir!!" Teriak Zen.
Semua murid seketika panik dan berlarian ketika melihat Zen di kejar monster "Aku membawa bencana bagaimana ini?!, jika aku pulang pasti akan di marahi karena membuat masalah di sekolah ini" Panik Zen dalam hatinya.
Zen yang kesal pun menggertakkan giginya dan berhenti berlari "C'Sword" Zen pun berbalik arah ke monster tersebut dan bersiap menyerang.
"Swift" Zen bergerak dengan sangat cepat yang membuat monster tersebut terkejut, tiba tiba Zen muncul tepat di belakang monster tersebut dan mengayunkan pedangnya.
(Slash!)
"Ghuaa!!!!"
Zen pun berhasil melukainya yang membuat monster tersebut berteriak kesakitan. Monster tersebut pun berbalik arah dan menyerang Zen.
"Dia akan menyerang kepala ku." Prediksi Zen dalam hatinya.
Monster tersebut menyerang ke atas sesuai dengan prediksi Zen, ia merunduk menghindari serangan monster tersebut dan kembali menyerang.
(Slash!!)
Zen berhasil membelah bagian perut monster tersebut kembali kesakitan, monster tersebut pun menjadi marah karena rasa laparnya akan manusia yang terus menguasai dirinya, monster tersebut pun menyerang Zen dengan seluruh kekuatan nya, tetapi Zen menghindari serangan monster tersebut dan langsung memotong kepalanya yang membuat monster itu seketika tewas.
(Slash! slash!!!)
Kepala monster tersebut pun terpotong, murid-murid sekolah yang panik seketika kagum dan bertanya-tanya siapa anak itu, tetapi Zen telah menghilang, ia sudah kembali ke hutan. Setelah lama berlari, Zen pun akhirnya sampai di rumah.
"Huh, huh, hah... Akhirnya sampai" Ucap Zen kelelahan.
"Hah sebaiknya aku istirahat sebentar setelah itu aku ingin mandi, panas sekali" Lelah Zen sembari membuka pintu rumahnya, ia pun di sambut hangat oleh ibunya.
"Selamat datang..." Sapa Ibunya.
"Aku pulang, ibu, ayah Kemana?" Tanya Zen.
"Ya seperti biasa, dia masih tertidur" Jawab Ibunya.
"Baiklah ibu, aku mau mandi dulu ya" Ucap Zen.
"Iya silahkan, ibu sudah menyiapkan air hangat" Jelas Ibunya.
Disisi lain, di luar rumah Zen, ada dua murid gadis dari akademi yang mengikutinya sampai ke rumahnya.
"Dia anak baik ternyata Yuu" Ucap seorang gadis.
"Iya Ra, tidak ku sangka anak itu seorang keluarga sederhana. kemampuannya tidak seperti anak-anak biasanya, hebat sekali dia bisa membunuh goblin hunger dengan mudah " Ucap seorang gadis.
"Baiklah ayo Ra kita pulang ke akademi, jika tidak pasti Sensei akan mencari kita, sudah hampir jam masuk kelas juga.." Ajak seorang gadis.
"Baiklah.. Ayo!" Jawab gadis lainnya.
Kedua murid tersebut pun kembali ke akademi.
...-Time skip-...
(Pukul 5 sore)
Zen dan keluarganya pun sedang makan bersama dan berbincang bincang tentang kegiatan Zen selama satu hari tanpa di temani oleh ayahnya.
"Tidak ayah sangka kamu berburu sendirian hari ini, kamu ngapain hari ini Zen?" Tanya Ayahnya.
"Um.. Aku Cuma Berburu, Terus Bermain Di Hutan Yah.." Jawab Zen dengan jujur.
"Ceritain dong, Zen ngapain aja main di hutan sendirian" Tanya sang Ibu dengan serius.
Zen menjadi sedikit panik mendengar ucapan ibunya.
"Beneran nih Bu? jangan marah ya kalau Zen ceritain" Tanya Zen ke Ibunya.
"Iya cerita saja" Jawab Ibunya dengan wajah yang sangat ramah.
Zen pun menceritakan kejadian yang dia alami tadi siang.
"Zen tadi liat dua murid sekolah lagi bertarung, setelah mereka selesai mereka kembali ke akademi, Zen pun penasaran dan mengikuti mereka berdua. Saat sampai di akademi Zen melihat area akademinya luas banget, dan saat mau kembali pulang, Zen di hadang monster Goblin, Zen pun di kejar dan Zen berlari ke akademi, tapi Karena Zen takut buat masalah di akademi itu, jadi Zen basmi Monster nya kemudian melarikan diri hehe" Jelas Zen.
"Wah.. Udah bisa membasmi monster. Anak ibu emang hebat" Kagum sang Ibu.
"Membasmi monster ya... Oh iya Zen, kamu mulai besok akan bersekolah di akademi yang baru kamu kunjungi tadi siang" Jelas sang Ayah dengan serius.
"Eh?. Hah!???" Zen pun seketika kebingungan mendengar perkataan Ayahnya.
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Mamat Stone
Tetap semangat 👌
2023-09-16
1
The Fool [Klein]
sebuah 'banda', seekor 'hewan'.
Seekor Rusa
2023-06-15
0
Banefoius_56
slash gada penjelasannya Thor ?
2023-05-11
1