"ugh~kare ini sedikit asin, kentangnya terlalu lembek, lalu dagingnya agak keras"
"dan telur ini, teksturnya terlalu keras"
Di meja makan, sambil memakan makanan buatan Naruto, Ino terus berkomentar.
Dia memperlihatkan daging yang sedikit keras kepada Naruto, dia menekan nya menggunakan garpu.
kemudian, dia memotong sedikit telur dan memakannya.
"telurnya sedikit terlalu asin, aku bisa dehidrasi jika memakan ini setiap hari" sambil mengunyah telur, Ino mengkritik sambil membuat lelucon.
"ha..ha.ha..ini pertama kalinya aku memasak ini, jadi tidak heran jika rasanya masih berantakan"
Mendengar kritikan pacarnya, Naruto tertawa malu dan menjelaskan.
[Ding! Terdeteksi jika kemampuan memasak mu sangat lemah, tubuhmu sangat malu jadi dia berlatih memasak semua makanan selama 100 tahun!]
[Ding ! Kemampuan memasakmu meningkat menjadi koki level dewa(bisa memasak semuanya bahkan jika baru pertama kali mencicipi makanan tersebut!)]
Mendengar notifikasi itu, Naruto tertegun sejenak lalu meraskan semburan hangat di tangan nya, dia juga merasakan berbagai pengetahuan tiba tiba muncul di kepalanya secara ajaib.
"apa!? Kamu baru pertama kali memasak ini?, jadi kamu memperlakukan ku sebagai kelinci percobaan!?"
Mata Ino langsung terbuka lebar, dia menatap makanan yang di makan nya dengan heran, lalu menatap Naruto dengan kesal.
meskipun makanan Naruto tidak terlalu buruk, setidaknya bisa di makan..Tapi dia tidak menyangka jika Naruto membiarkannya mencoba makanan percobaan!.
"hei..jangan marah, aku sebenarnya ingin berterimakasih padamu karena telah membantuku kemarin, aku berfikir jika membuat makan siang itu bagus, jadi aku mempelajari nya"
"tapi aku tidak menyangka ternyata memasak makanan akan begitu sulit, apakah seburuk itu?"
"percayalah di masa depan masakan ku akan menjadi lebih baik!"
Melihat Pacarnya marah, Naruto berjalan ke sisinya lalu membujuk.
"begitu ya" mendengar Naruto secara khusus belajar memasak untuk dirinya sendiri, mata Ino melembut kemudian melanjutkan makan.
Makanan Naruto bukannya tidak enak, hanya saja kandungan garam di dalam nya sedikit terlalu banyak, jika di makan setiap hari bisa membuat dehidrasi!.
"kamu juga makanlah, hari ini ada latihan praktek"
"meskipun nilai praktek mu tidak buruk, tapi kamu harus makan siang untuk menambah tenaga"
Apa yang di katakan Ino adalah kebenaran, meskipun nilai Naruto jelek di masa lalu, tapi itu adalah nilai teoritis.
Untuk praktek lapangan, mungkin Naruto hanya kalah dari Sasuke saja.
(A/N:Kiba belum memiliki akamaru, jadi Naruto pasti bisa ngalahin dia)
merasakan kekhawatiran Ino, Naruto menunjukan senyum lembut lalu mencium pipinya.
setelah beberapa saat, dia pun pergi ke mejanya dan mulai makan.
"moo~Naruto no baka!"
"kamu menyerang secara diam diam!"
merasakan sensasi basah di pipinya, Ino memerah lalu cemberut.
.
.
.
.
"syukurlah belum terlambat, ini semua salahmu Naruto-kun!"
melihat belum ada iruka-sensei di dalam kelas, Ino menghela nafas lega lalu menatap Naruto dengan cemberut.
bisa di lihat, saat ini bibir Ino sedikit lebih bengkak dari biasanya.
tadi, setelah makan...Naruto mengajak Ino menggosok gigi lalu Ino di tahan hampir setengah jam di dalam kamar mandi, orang berpengalaman tahu apa yang Naruto lakukan.
"baka, sebagai hukuman, hari ini kamu duduk di tempat mu saja, jangan duduk di sampingku"
Merasakan sensasi linu di oppai nya, Ino cemberut lalu pergi ke tempat duduknya sendiri.
Melihat hal ini, Naruto menghela nafas tak berdaya.
Dia benar benar hampir kehilangan kendali tadi, untung saja Ino mencubitnya dengan keras sebelum dia melangkah lebih jauh.
(a/N: waduh🗿🗿)
"ada apa dengan mu Ino, wajahmu merah sekali, apakah kau demam?"
Begitu dia duduk, seorang gadis bertanya padanya dengan khawatir, gadis itu merupakan salah satu gadis yang mengikuti Ino di kelas ini.
"aku baik baik saja, jangan khawatir ku"
melihat gadis itu, Ino tersenyum lalu duduk.
di sampingnya adalah choji lalu di bagian sebelah choji ada Shikamaru.
Choji menatap kedatangan Ino lalu tatapannya terfokus ke leher Ino.
"Ino, ada apa dengan lehermu, apakah kau di gigit nyamuk!?"
melihat beberapa bekas merah di leher ini, choji yang polos bertanya dengan penasaran.
"apa!?"
Mendengar pertanyaan choji, mata Ino terbuka lebar lalu terburu buru menaikan bajunya untuk menutupi lehernya.
"apakah begitu jelas?"
dengan suara kecil, Ino bertanya pada choji.
"benar!, aku yakin Shikamaru juga melihatnya kan?"
"tidak, aku tidak melihat apapun" sebagai salah satu orang yang dewasa sebelum waktunya, Shikamaru sepertinya menyadari sesuatu tapi di tidak berbicara.
Di hanya menatap Naruto di bawah dengan aneh.
"uuu~memalukan, ini semua salah Bajingan itu!"
Melihat tatapan polos choji dan Shikamaru yang diam, Ino ingin menangis karena malu.
"benar, aku di gigit nyamuk, nyamuk yang besar sekali!" kemudian, Ino menggeertakan giginya dan menjawab dengan malu.
tatapan nya beralih, kepada pelaku utama yang menyebabkan lehernya merah merah.
Saat ini, Naruto datang ke tempat duduk di samping seorang gadis yang kepalanya tertunduk.
"selamat siang hinata-chan, bolehkan aku duduk di sini?"
"na.Naruto-kyuun"
*bruk!
Hinata langsung pingsan dan tertidur di mejanya.
Melihat hal ini, Ino menggertakan giginya dengan marah.
"bajingan ini, baru saja menggodaku dengan kata kata manis beberapa waktu lalu, dia langsung mendekati Hinata!"
"hah~untung saja Hinata pemalu, rasakan itu bajingan!"
Tapi kemudian, Ino melihat Naruto berdiri lagi kemudian berjalan ke arah gadis lain di kelas, gadis itu cukup imut.
"bisakah aku duduk di sini?"
"Naruto?, oke!" melihat kedatangan Naruto, awalnya gadis itu mengerutkan kening, tapi kemudian setelah melihat wajah Naruto yang sepertinya sedikit berubah, dia setuju.
"apa yang sedang kau gambar?"
"ini, aku sedang menghitung lintasan shuriken"
"ugh, bukankah shuriken hanya untuk di lempar?"
Menyaksikan keduanya mengobrol, Ino menggeertakan giginya.
kemudian dia tiba tiba melihat Naruto menatapnya dengan tatapan provokasi.
tatapannya seolah mengatakan, jadi...pacarku yang imut, bagaimana jika aku tidak duduk bersamamu, aku masih bisa mencari loli imut lain!
melihat tatapan Naruto, Ino akhirnya tidak tahan!
Dia berdiri dari kursinya, berjalan ke arah Naruto lalu langsung meraih telinganya.
"adududuh, Ino-chan apa yang kau lakukan?"
"hmph, ikut denganku!"
"dan kau Reiko, sebaiknya kamu jauhi bajingan ini!"
Setelah mengatakan itu dia membawa Naruto ke tempat duduk yang kosong.
"huh~sepertinya kamu bersenang senang kan?"
"hehe, ada apa dengan mu Ino Chan, apakah kamu cemburu?"
Melihat Pacarnya cemberut, Naruto terkekeh lalu mencubit bibinya.
Ino menepis tangan Naruto lalu memalingkan wajahnya.
Melihat ini senyum Naruto menjadi lebih buruk, dia mengulurkan tangannya lalu memeluk pinggang Ino.
"jika kamu terus seperti ini, aku akan melanjutkan membully mu seperti tadi, apa kamu mau?"
sambil berbicara, Naruto menghembuskan nafasnya di telinga Ino lalu menjilatnya.
"hnggh~berhenti baka, banyak orang di kelas!"
"hehe, jadi jika sepi, kamu ingin melakukan nya?"
"baka baka hentai!"
"hahaha, kau terlalu imut Ino-chan!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
pecahan_misteri
inoku ah tidak dia sudah dinodai bocah kuning
2024-12-11
0
violet
hhahhah ino semakin lucu lanjutkan Thor penasaran dengan kelanjutannya thor
2024-07-30
1