pukul 09.00.
Waktu belajar jangan di sebutkan, Naruto tidak mendengarkan apapun karena dia sudah mengetahui semua yang Iruka sebutkan di podium.
Dia hanya duduk dengan nalas sambil memainkan jari jemari berlemak seorang gadis.
"Naruto, jangan ganggu Hinata!"
di podium, Iruka tidak tahan lagi dan langsung berteriak pada Naruto yang dengan nakal memainkan jari Hinata hingga membuat gadis itu mendidih.
"Iruka-sensei, aku tidak di ganggu, to-tolong jangan salahkan Naruto-Kun."
Mendengar teriakan Iruka, Kepala Hinata menciut karena malu, tapi dia tidak tega melihat orang yang di sukainya terkena masalah jadi dia pun mengeluarkan pembelaan dengan suara rendah.
Meskipun suaranya rendah, tapi telinga seorang Chunin lebih sensitif dari manusia biasa. Iruka memijat keningnya dan merasa tak berdaya, Hinata memang gadis yang lembut, bahkan tidak berani menegur anak yang mengganggunya!
"hehe, Hinata-chan sangat pengertian, aku semakin menyukaimu."
Melihat Hinata yang membelanya, Naruto merasa itu imut jadi diapun mengulurkan tangannya untuk menggaruk hidung sang loli dengan penuh kasih sayang.
"Ah~ awawawa Na—Naruto Kun."
merasakan pipinya di jepit oleh Naruto, mata gadis itu langsung berputar.
Berpegang tangan baik baik saja, meskipun sangat memalukan tapi masih bisa di tahan dengan sekuat tenaga.
Tapi tindakan intim seperti itu, Hinata belum bisa menanggungnya!
segera, Hinata langsung pingsan dan tubuhnya pun terjatuh.
Naruto bergerak cepat, dia langsung menahan tubuh Hinata mencegah kepala gadis itu tebentur.
Di sudut yang tidak terlihat siapapun, tangan Naruto menahan tempat yang cukup mengejutkan.
"Ternyata sudah tumbuh sebesar ini, setidaknya 3 kali lebih besar dari milik Ino!"
merasakan sensasi lembut di balik baju olahraga Hinata, Naruto bergumam dalam hatinya.
"NARUTO!!!"
"KELUAR SEKARANG JUGA!!"
Melihat Hinata pingsan, Iruka tidak bisa menahan lagi dan langsung menyuruh Naruto keluar dari kelas.
Mendengar teriakan Iruka, Naruto meletakan Hinata dengan hati hati kemudian lalu keluar dari kelas dengan santai.
melihat kejadian ini, para anak laki laki langsing tertawa dan tidak merasa aneh sekali.
meskipun alasannya berbeda, tapi sebelumnya Naruto sering dikeluarkan dari kelas jadi mereka sudah terbiasa.
"Shikamaru jangan berfikir kalau aku tidak melihatmu tertidur, ikut bersama Naruto!"
"Choji, ini bukan waktunya makan, keluar juga!"
setelah mengeluarkan Naruto, seperti biasa Iruka menunjuk kepada dua lainnya.
"Aduh~ sangat merepotkan."
Shikamaru mendesah dengan kesal kemudian keluar dengan tangan di sakunya, begitu juga Choji, dia mengambil keripik kentang yang sudah di buka dan mengikuti Shikamaru.
"Dasar anak anak nakal!"
melihat ketiganya tidak memiliki ekspresi penyesalan sama sekali, pembuluh darah di leher Iruka seolah akan meledak.
"Naruto-Kun."
"hah? dimana Naruto-kun?"
Saat ini, Hinata terbangun tapi tidak melihat orang jahat yang mengganggunya.
"Huh~ para pecundang!"
Sasuke Uchiha mendengus dingin, sangat meremehkan prilaku santai Naruto, Shikamaru, dan Choji.
"Naruto, kenapa dia menggoda Hinata seperti itu?"
"Kenapa akhir akhir ini dia tidak menggangguku?"
Sakura bergumam sambil melihat keluar kelas, meskipun dia tidak menyukai Naruto tapi rasanya sangat aneh saat orang yang selalu berkeliaran di sekitarnya tiba tiba menghilang.
Sakura juga hanya gadis biasa yang menginginkan perasaan "dikagumi" "dikejar", dari kecil dia selalu di ejek dan tidak banyak yang berteman dengannya.
teman sangat jarang, apalagi anak laki laki yang menyukainya.
Jadi jauh dari dalam hatinya, meskipun dia tidak menyukai Naruto tapi bukan berarti dia tega ingin Naruto menjauh darinya.
Naruto adalah satu satunya anak laki laki yang mengaguminya, sekarang orang itu telah hilang, bukankah dia kembali menjadi gadis "biasa biasa saja"?
Perasaan itu sangat rumit, tapi mudah di mengerti.
Siapapun pernah mengalaminya, ini seperti pada saat kecil, kamu memiliki seorang teman gadis yang selalu mengagumimu, membuntutimu kemana saja seperti ekor kecil dan selalu meminta bantuanmu untuk Maslah sepele.
tapi seiring bertambahnya usia, gadis itu menjadi dewasa dan kalian berdua menjadi asing.
Gadis itu memiliki lingkaran pertemanannya sendiri tapi kalian malah jadi otaku yang suka menonton anime🗿
(A/N: duh jadi curhat🥲)
.....
"Naruto, kau mau kemana?"
"iya Naruto, jangan pergi, nanti Iruka-sensei marah!"
di koridor akademi, Shikamaru dan Choji mengikuti Naruto dengan penasaran.
Ekspresi Shikamaru santai tapi Choji memiliki ekspresi cemas dan takut di wajahnya.
"Aku ingin ke perpustakaan."
"Apa? Apa yang baru saja kau katakan?" Shikamaru tertegun sejenak, matanya yang nalas melebar menatap tak percaya ke arah Naruto.
"apa yang kau ingin baca, Naruto?"
Choji tidak bereaksi apapun, dia tidak secerdas Shikamaru dan tidak merasakan ada yang salah.
"Ino sedang sakit jadi aku ingin membaca pengetahuan medis untuk merawatnya."
Naruto menjawab Choji dengan sedikit kebohongan.
"jadi begitu, Kau memang berubah banyak, Naruto."
Mendengar jawaban itu, Shikamaru menyipitkan matanya dan berkata.
"Apakah cinta itu sangat kuat? Bagaimana cara Ino membuat orang ini berubah?"
"Hah, merepotkan~"
Shikamaru berfikir sejenak tapi tidak menghasilkan apapun.
percakapan berlanjut, Choji mulai membahas restoran Yakiniku yang memiliki hidangan daging beruang.
Ketiganya tiba di perpustakaan, Naruto langsung mencari buku pengetahuan umum tentang ninjutsu medis.
Di perpustakaan tidak mungkin menaruh gulungan ninjutsu medis tapi Naruto tidak peduli, selama dasarnya di kuasai dia yakin bisa mengembangkan ninjutsu medis sendiri!
lalu, dia pun menemukan beberapa buku yang judulnya.
[Anatomi manusia]
[bagaimana chakra mempengaruhi sel?]
[sistem peredaran chakra]
[Cara memisahkan 2 Zat menggunakan chakra]
[8 gerbang chakra, dan 361 tenketsu]
[Ensiklopedia tumbuhan herbal]
[ensiklopedia tumbuhan chakra]
"Naruto, jika kau ingin mempelajari ninjutsu medis, aku menyarankanmu untuk pergi ke rumah sakit Konoha, disana memilik buku yang lebih lengkap."
"Dan kau juga bisa mendapatkan pelatihan dari dokter di sana, jangan khawatir, para dokter di rumah sakit semuanya adalah Ninja elit, kau tau?"
Naruto mengangguk mengerti, semuanya ninja elit, berarti mereka tidak akan memperlakukan Naruto seperti warga desa biasa.
"itu tidak perlu, buku buku ini sudah cukup."
Naruto sendiri memiliki pengetahuan biologi yang tinggi, dia hanya perlu teori dasar ninjutsu medis untuk belajar.
Ini seperti kamu sudah bisa menggambar dan ingin mempelajari pose lain, hanya perlu melihat referensi untuk belajar karena semua dasarnya sudah di miliki.
Sederhananya, Naruto sudah memiliki keterampilan membedah tubuh manusia, dan sekarang dia ingin belajar membedah menggunakan chakra.
Dia sudah tau cara menonaktifkan sistem saraf di tubuh manusia, dan ingin belajar cara menonaktifkan sistem saraf menggunakan chakra.
"begitu."
"hei, kau mau kemana???"
Shikamaru mengangguk tapi kemudian melihat Naruto yang jelas dari perpustakaan dengan beberapa buku.
"Tentu saja pulang, kemana lagi?"
Naruto bertanya dengan ragu.
"buku buku itu cukup rahasia, jadi tidak mungkin bisa di bawa pulang, penjaga jonin di luar tidak akan mengizinkan mu."
"Oh itu, tenang saja, mereka tidak akan menghentikanku."
Mendengar penjelasan Shikamaru, Naruto mengangguk mengerti lalu tak peduli lagi.
Dia berjalan kembali, saat keluar perpustakaan, penjaga jounin memang menghentikannya.
Tapi, saat keduanya bertatapan, penjaga jounin itu seperti melihat hantu dan langsung mundur dengan gemetar.
setelah itu, Naruto pun melanjutkan perjalanannya dengan santai.
"Apa yang terjadi?"
"Entahlah, ugh~ kripik kentang ku habis, Shikamaru, ayo pergi, aku ingin membeli keripik lain!"
"baiklah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments