di dapur, Saat ini Naruto memegang bahan bahan makanan di tangan nya dengan linglung.
Pikiran nya masih berputar di sekitar pemandangan yang baru saja ia saksikan.
"aku tidak menyangka anak anak di dunia ini berkembang begitu cepat, begitu putih dengan toping merah muda!"
"sial! Apa yang kupikirkan!"
Ketika oppai Ino muncul di kepalanya, tanpa sadar Naruto mengulurkan tangan nya membentuk pose meremas.
"kira kira dengan ukuran tangan ku saat ini, ukuran itu hanya sedikit lebih kecil dari tangan ku kan?"
"hah~begitu besar, setidaknya untuk anak seusianya ukuran ini sudah di atas rata rata"
"ini baru Ino, bagaimana dengan Hinata yang di katakan memiliki ukuran terbesar di antara gadis gadis seangkatan nya"
Wajah Naruto memerah, dia benar benar merasa kepalanya semakin kotor.
Setelah hidup lebih dari 23 tahun, dia tidak menyangka akan merasa kacau karena memikirkan masalah ukuran oppai seorang gadis!
Tapi sepertinya hal ini wajar, bagaimanapun baru beberapa hari setelah menjadi otaku, Naruto tiba tiba di suguhi oleh pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, membuat hari kecilnya tidak tahan.
Bukannya dia belum pernah melihat tubuh seorang gadis sebelumnya, di kehidupan nya sebelumnya dia adalah seorang yatim piatu.
Tinggal di panti asuhan, jadi mandi juga akan selalu barengan dengan saudara saudari nya.
Dalam ingatannya, gadis umur 10 tahun di panti asuhan benar benar tidak memiliki apapun didadanya!
jangan heran kenapa Naruto mengingat ini, dia di juluki jenius jadi tidak heran jika ingatan nya sedikit di atas rata rata.
Dia bahkan mengingat hampir segala sesuatu sejak kesadarannya terbentuk ketika berumur 3 tahun.
"huh jangan banyak berfikir, akan bahaya jika aku kehilangan kendaliku karena hal semacam ini, ayo lanjutkan memasak saja!"
"oke cari dulu resep makanan jepang di file manager"
setelah beberapa saat mencari, akhirnya Naruto menemukan resep makanan yang cocok dengan bahan yang ada di sini.
yaitu karee dan telur gulung.
Tapi, ketika Naruto mengangkat panci, dia tiba tiba tidak tahu apa yang harus di lakukan, dia ingat sepertinya dia tidak bisa memasak!
um, sepertinya tidak bisa bukan kata yang tepat, karena ketika di bumi, dia juga sering memasak, meskipun yang di masak adalah bahan bahan kimia sih.
"bagaimana ini, apakah aku mengikuti tutorial nya saja ya?"
kemudian Naruto membuka video tutorial dan menonton nya, pada saat yang sama tangan nya juga bergerak mengikuti tutorial.
jadi, sambil mengikuti tutorial, Naruto memotong bahan bahan, mengatur api lalu memasukan bahan bahan itu kedalam panci.
Setelah melakukan semuanya, Naruto pun mencuci tangan dan pergi ke kamarnya lagi.
Karee butuh waktu beberapa menit untuk matang, jadi dia berencana memasak telurnya nanti saja.
begitu dia tiba di kamar, dia melihat Ino sedang sibuk melipat selimut dan pakaian.
melihat pemandangan ini, Naruto arus hangat muncul di hatinya, sebuah senyum lembut muncul di bibirnya.
"biar aku bantu, Ino -chan"
"baiklah, lebih baik jika kamu membantu, lagipula ini kamarmu!" wajah Ino masih memerah, dia belum melupakan kejadian tadi jadi dia menjawab tanpa berani menatap Naruto.
Naruto juga sama, setelah mengatakan itu dia mulai membersihkan bekas cup ramen di meja dan lantai dalam diam.
dia juga belum melupakan pemandangan yang menurutnya indah itu.
"uh bagaimana mengakan nya ya, hei Ino Chan, lain kali kamu harus lebih memperhatikan hal itu"
"bagaimana jika ada anak laki laki di sekolah melihat bajumu jika kamu terlalu ceroboh seperti ini?"
Ketika suasana canggung, akhirnya Naruto lah yang berinisiatif berbicara.
Mendengar ucapan Naruto, Ino merasa malu dan senang pada saat yang bersamaan, dia senang karena Naruto mengkhawatirkan nya.
tapi Ino adalah gadis yang keras kepala, dia tidak terbiasa menerima nasehat dari orang lain seperti ini.
Bahkan dia kadang tidak mendengarkan ibu/ dan ayahnya, jadi dia mengerucutkan bibirnya dan berpura pura sombong.
"huh aku tidak membutuhkan nasehatmu, memangnya kenapa jika ada anak laki laki yang melihat nya, aku tidak peduli!"
Meskipun Ino tahu apa yang di katakan Naruto adalah benar, tapi dia terlalu malu untuk mengakui kecerobohan nya di depan Naruto jadi dia mengucapkan kalimat itu.
Mendengar ini, Naruto tiba tiba mengerutkan keningnya.
Dia berdiri, berjalan menuju tempat tidur nya.
Melihat Ino yang sedang melipat pakaian di atas kasur, Naruto tiba tiba membayangkan situasi yang Ino katakan.
dia membayangkan, di dalam kelas, Ino tidak sengaja membuka lengan bajunya seperti tadi lalu banyak anak anak nakal yang melihat aset Ino .
Hatinya entah kenapa menjadi sangat sakit, dis bernafas dengan cepat lalu tiba tiba menerkam Ino .
Naruto menekan Ino di tempat tidur, menekan tangan Ino di atas kepalanya.
Naruto menatap Ino dengan tatapan tajam, mencoba melihat bagaimana gadis ini bisa mengucapkan kata kata seperti itu.
"na.naruto, kenapa, le.lepaskan aku cepat"
Wajah Ino memerah, dia memalingkan wajahnya tak berani menatap Naruto.
meskipun dia tidak tahu kenapa Naruto tiba tiba agresif seperti ini, tapi entah kenapa dia tidak merasa risih sedikit pun, dia hanya merasa malu karena tubuh Naruto menekan nya di kasur.
"tidak peduli?, bagaimana seorang gadis bisa mengucapkan kata kata seperti itu, hargailah dirimu sendiri Ino !" Naruto menggerakan tangan nya yang lain lalu meraih dagunya dan memutar kepala Ino agar menatapnya.
"a.apa, Na.Naruto, kamu salah faham, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu!" mendengar ucapan Naruto, Ino tiba tiba menyadari kenapa Naruto melakukan hal ini, dia tiba tiba menjadi panik.
Dia takut Naruto akan berfikir jika dirinya adalah seorang gadis yang nakal, dia dengan cepat meraih leher Naruto dan menjelaskan.
"la.lagipula memangnya apa peduli mu dengan urusan ku!" lalu Ino menambahkan dengan sedikit kesombongan dan sifat keras kepalanya.
Merasakan tangan lembut meraih lehernya, Naruto merasakan tubuhnya bergetar.
Jantungnya berdebar kencang dengan panik, keadaannya yang sekarang, Naruto merasa familiar.
Bukankah detak jantung ini juga muncul ketika mencium Indria?
"apa peduli ku?, tentu saja aku sangat peduli dengan hal ini!"
"aku tidak mau jika tubuhmu di lihat oleh orang lain!"
"aku merasa tak nyaman ketika memikirkan anak anak nakal itu melihat tubuhmu, bisakah kamu mengerti ini!?"
Menatap Ino dengan mata yang sedikit memerah, dia benar benar kesal ketika berfikir Ino di lihat oleh orang lain.
saat ini, Naruto merasakan keegoisan terhadap Ino , dia tidak ingin orang lain menatapnya, dia ingin tubuh Ino hanya untuknya!.
Mungkin ini karena terlalu banyak menonton anime?, atau karena Naruto sudah mengidentifikasi Ino sebagai istrinya?
Meskipun Naruto baru mengenal ini hanya 2 hari, tapi dalam sebulan ini dia juga menonton animenya.
Dia memilik kesan yang dalam terhadap gadis ini, apakah dari animenya, atau kebaikan hati yang di tunjukan olehnya dia hari ini.
"Naruto-kun~"
Mendengar semua keluhan Naruto, Mata Ino tiba tiba kehilangan fokus.
Wajah nya semakin memerah, tatapannya berkeliaran dengan gelisah tak tahan terus melihat mata Naruto yang penuh kasih sayang itu.
Mata Naruto tetap tak bergerak, dia menatap gadis yang dia tekan dengan lembut.
Melihat tatapan menyesal di mata Ino , Naruto pun menunjukan senyum lembut.
kemudian, tatapan nya beralih ke bibir Ino yang secerah stroberi, jantungnya berdebar kencang lagi.
perlahan Naruto menggerakan kepalanya ke bawah.
di bawah, Ino melihat gerakan Naruto dia tiba tiba menjadi panik, jantungnya berdetak lebih cepat membuat nafasnya terengah engah.
kemudian, dengan pikiran yang kosong oleh semua perkataan Naruto, dia memejamkan matanya dan menunggu.
*chuuu~
dunia hening, kedua bibir itu menyatu membuat atmosfer di sekitar seolah menghangat.
Mata Ino perlahan terbuka, merasakan rasa lembut di bibirnya , tubuhnya gemetar karena kegembiraan.
"kyaaah~naruto- Kun benar benar menciumku, senang sangat senang, uuu tapi apakah ini tidak terlalu cepat?"
"tidak apa apa, itu berarti Naruto ku juga sangat mencintaiku kan?" Ino berbicara secara internal, meskipun dia merasa semuanya berjalan begitu cepat, tapi dia tidak merasa semua itu salah!
.
.
.
.
kemudian, setelah hampir 3 menit menikmati bibir Ino yang lembut, Naruto pun melepaskan ciuman nya.
kedua bibir itu berpisah, membentuk jembatan saliva yang nakal.
"ugh~aku, Ino-chan maafkan aku karena tiba tiba mencium mu, aku terlalu bersemangat"
Setelah mencium Ino begitu lama, Naruto yang berhati bajingan tiba tiba merasa bersalah dan meminta maaf.
melihat genangan air mata di sudut mata Ino , dia merasa tertekan lalu menghapus nya dengan jarinya.
"mmm~tidak perlu meminta maaf, aku baik baik saja kok"
"lalu kenapa kamu menangis?"
"hehe, itu karena aku terlalu bahagia!" mendengar pertanyaan Naruto, Ino terkikik lalu memeluk leher Naruto dan membawa kepala Naruto ke pelukan nya.
kemudian Ino menjadi berani, dia membawa Naruto berguling lalu duduk di atas tubuh Naruto.
Melihat bibir Naruto, gadis itu menundukkan kepalanya dan mencium nya lagi.
*Emuach!
*Emuach!
*emuaaaaaaaach"
Setelah beberapa ciuman, Ino terkikik lalu mendorong Naruto.
"pergilah, aku mau melanjutkan membereskan kamarmu yang berantakan ini, jangan ganggu aku lagi!"
"sana lanjutkan memasak, nanti makanannya gosong!"
setelah mengatakan itu , Ino kembali ke mode istri yang berbudi luhur, mulai membereskan kamar Naruto.
"sungguh loli yang nakal"
Di usir dari kamar, Naruto pergi ke dapur sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak.
dia tidak menyangka Ino akan menjadi begitu agresif setelah melepaskan kecanggungan nya.
Kepribadian nya benar benar berbeda dengan Indira!
adapun setelah hari ini, hubungan apa yang mereka jalani?
Meskipun keduanya tidak berbicara, tapi baik Ino ataupun Naruto tahu, keduanya telah menjadi pasangan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
p
ni author emng gila bjrr la
2024-12-04
2
orang gila🤡💅
oke sekarang aku benar² iri dengan mereka berdua,oh ayolah mereka baru berusia berapa tahun kan?bagaimana aku tidak iri!!
2024-11-11
1