"terimakasih Ino-chan!"
Setelah keluar dari jalan komersial, aku melepaskan tangan Ino lalu berterima kasih.
Hari ini, setelah membantu Ino merawat tanaman, aku meminta tolong lagi padanya untuk berbelanja untukku.
tapi kali ini sedikit berbeda, aku mengikuti Ino sepanjang jalan ketika dia berbelanja.
Awalnya para pedagang itu tidak berniat menjual apapun padaku, tapi ketika Ino berbicara mereka menggertakan gigi dan memperbolehkan aku dan Ino membeli dagangan mereka.
dari kejadian ini aku juga bisa melihat jika pengaruh keluarga Yamanaka cukup bahkan mungkin sangat berpengaruh di Konoha.
Dan sebagai putri kepala klan Yamanaka, Ino tentu saja di kenali oleh para pengusaha itu jadi meski mereka membenci ku, mereka tidak berani menolak.
(A/N: ini cuma spekulasi gw doang, soalnya di anime Naruto pernah makan susu kadaluarsa yang menunjukan kalau pedagang di Konoha gak memperlakukan Naruto dengan baik, tapi tentu saja gak semuanya menolak Naruto.)
"um!, ini cuma masalah kecil!" Ino menjawab dengan senyum manis.
Tapi tatapan nya tidak menuju ke arahku, dia memandang tangan yang baru ku genggam dengan linglung tidak tahu apa yang dia pikirkan.
"ini mudah untukmu, tapi ini sangat membantuku"
melihat Ino yang terlihat imut, aku mengulurkan tanganku dan mencubit pipinya dengan lembut.
*blus~
"u~w~u~ Naruto, jangan mencubit pipi ku setiap kali kau berbicara, lama lama pipiku bisa bengkak!"
wajah Ino tersipu, dia menatapku dengan kesal bercampur malu.
"hahaha, maaf maaf, soalnya kau terlihat linglung tadi, apa sih yang kau pikirkan?" melihat ekspresi nya, aku mengagumi betapa imutnya gadis ini.
Aku terkekeh kecil lalu bertanya dengan penasaran.
"huh, aku baik baik saja!"
"dasar bodoh~" untuk pertanyaan ku, Ino menjawab dengan lantang lalu bergumam dengan suara yang kecil di akhir.
Meski suaranya kecil, tapi karena aku berada di dekatnya aku masih bisa mendengar suara itu.
bodoh?, hah gadis ini benar benar suka menyebutku bodoh.
kenapa ini marah, tangan? Ino selalu menatap tangan nya..ada apa dengan tangan nya?
hah? Tunggu, hahaha apakah seperti itu?!
Haha gadis ini benar benar imut, apakah karena dia kecanduan berpegangan tangan atau apa!?, sungguh gadis kecil di dunia ini dewasa sebelum waktunya!.
setelah menyadari dilema Ino, aku langsung meraih tangan nya lalu berjalan.
"sebagai ucapan terimakasih, bagaimana jika aku memasakan mu makan siang?"
"tapi akademi nya.."
"masih ada 1 jam lagi sebelum pelajaran di mulai, ayo makan dulu!"
"baiklah!"
setelah Ino setuju, aku pun pergi ke apartemen ku sambil menggenggam tangan mungil Ino.
gadis ini sepertinya mulai kecanduan berpegangan tangan, jadi aku tidak melepaskannya sepanjang jalan.
.
.
.
.
"aku pulang"
di depan pintu apartemen, aku meneriakan kebiasaan orang jepang lalu membuka pintu.
Ino mengikuti ku dengan wajah memerah, karena ini adalah pertama kali nya dia masuk ke kamar seorang laki laki sendirian seperti ini.
Di masa lalu, dia juga sering pergi ke rumah choji dan Shikamaru, tapi bagi Ino mereka berdua seperti saudaranya.
Apalagi ketika berkunjung, dia pasti akan mengikuti ayah/ibunya, tidak pernah sendirian.
begitu masuk, Ino melihat sekeliling dengan penasaran.
melihat ruangan yang berantakan dengan buku buku dan cup ramen yang berantakan, Ino mengerutkan keningnya karena risih.
sebagai seorang gadis, dia benar benar tidak tahan melihat kamar yang begitu berantakan.
"kamarmu berantakan sekali, apakah kamu tidak pernah membersihkan nya!?"
setelah meletakan belanjaan di tangan nya ke meja, Ino merasakan tangan nya gatal lalu bertanya pada Naruto.
"ugh~aku sibuk sekali belakangan ini, jadi tidak sempat membereskan nya" mendengar pertanyaan Ino, aku tersenyum canggung dan menjawab.
Apa yang ku katakan adalah sebuah fakta, sejak tiba di dunia ini, aku menjadi tidak tenang dan mulai mencari informasi di mana mana.
Inilah alasannya banyak buku berserakan di lantai dan kasur.
Untuk ramen, tentu saja karena hanya itu yang ada di apartemen ini.
Entah karena Naruto lama sangat menyukai ramen, atau uang nya hanya cukup membeli ramen, tapi dalam sebulan ini aku hampir muntah ketika terus memakan ramen!.
selain itu, aku juga harus menonton anime Naruto untuk mengetahui seluruh episodenya, jadi aku benar benar tidak memiliki waktu untuk membereskan kamar.
Ahem, tentu saja bukan karena aku malas, tapi itu benar benar karena sibuk ya sibuk!
memikirkan hal ini, tiba tiba sosok Indira muncul di benak ku, ugh~sepertinya gadis itu juga pernah memarahiku karena membuat laboratorium berantakan kan?
"huh kalau begitu biar aku bantu bereskan, aku sangat kesal melihat kamar berantakan ini!" Ino mendengus lalu menggulung lengan bajunya tinggi tinggi.
ah~sungguh kulit yang putih dan halus, karena Ino memakai kaos longgar, aku bahkan bisa melihat gumpalan daging yang sedikit menggembung tanpa pelindung di dalam bajunya, haa oppai loli sunggu-tunggu!!! tunggu!!!...apa yang kupikirkan, buang itu buang itu, sialan aku kebanyakan menonton anime!.
ketika pikiran yang agak kotor tiba tiba muncul di kepalaku, aku tiba tiba merinding.
apakah ini efek samping terlalu banyak menonton anime, loli...ugh!
sialan, sangat beracun!
Oppai...ugh~
merah muda...
Ceri kecil
"kau kenapa!?, wajah mu memerah seperti monyet kepanasan, cepatlah memasak sana!"
Ketika aku menatap Ino dengan linglung, tiba tiba seruan centil terdengar dari mulutnya.
Aku melihat, wajah Ino sudah memerah saat ini, dia menatapku dengan tajam lalu sambil menutupi oppainya yang menggembung sedikit dengan waspada.
Ugh~kau salah faham Ino-chan, aku tidak memikirkan hal buruk apapun tentang mu!
tentu saja aku tidak mengatakan hal itu, aku berbalik dan pergi ke dapur.
Ketika Naruto ke dapur, wajah Ino menjadi tambah merah, bahkan kepulan asap muncul di ubun ubunnya.
Menatap Naruto yang pergi ke dapur dengan wajah tersipu, dia bergumam.
"baka hentai!"
"aaah~aku lupa menggunakan miniset ku karena terburu buru!"
"bagaimana ini, Naruto-kun pasti melihat semua yang ada di dalam baju!"
"kyaah! sangat memalukan, aku tidak bisa menikah lagi!"
Ino menutupi wajahnya lalu berguling guling di tempat tidur Naruto.
"tunggu, karena Naruto-kun melihatnya, maka biarkan dia menikahi ku di masa depan!"
"hehe ide yang bagus!"
setelah menggunakan hal itu, Ino menundukkan kepalanya dan melihat ke arah baju nya lagi.
Merasakan hawa dingin di dalam, Ino benar benar baru menyadari kalau dia tidak memakai pakaian dalam.
Tapi hal ini sangat wajar, bagaimana pun oppai Ino belum terlalu besar jadi wajar bagi Ino jika dia tidak terlalu memperhatikan soal ini.
di pakai atau tidak, sebenarnya tidak membuat Ino menyadari nya.
Saat ini, karena lengan bajunya di gulung, ketiaknya menjadi terbuka memperlihatkan segala sesuatu di dalam, oppai yang sedikit menggembung dengan buah ceri merah muda sebesar kacang kecil terlihat dari luar!
Hal ini membuatnya sangat malu, apalagi Naruto melihatnya dengan jelas ketika dia menggulung baju!
memikirkan tatapan Naruto yang terfokus pada oppai nya, tiba tiba perasaan aneh menjalar dari dalam tubuhnya.
Ino merasakan tubuhnya menjadi hangat dan ceri kecil di oppai nya menegang.
"baka!"
TBC..
Sebelum lanjut gw mau kasih tau sesuatu.
Kalian pasti nyadar kalo di dialog ada perbedaan penggunakan panggilan kan?
Ada yang pake "kau"
ada juga yang pake "kamu"
nah gw mau kasih tau nih, kalo MC atau heroin pake kata "kau " berarti percakapan nya itu biasa.
Kalo pake "kamu" berarti percakapan itu intim dan sedikit romantis
udah gitu ajah.
Oh ya mood gw itu berubah ubah, gampang terbawa suasana, maaf ya kalo tiba tiba ada adegan yang agak berbahaya bagi hati dan ahem!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Dapit kaputra
lanjut thor
2024-12-11
0
akatsuki tatsuki
mantep thr
2024-11-21
0
violet
lanjut thour
2024-07-30
1