Peserta study banding di kumpulkan.Dari dua ribu peserta,hanya 30 peserta yang terpilih ,untuk mendapatkan sponsor beasiswa di berbagai negara.
Alice mendapat beasiswa di negara Inggris,sama dengan Sanny mereka lulus jurusan kedokteran,sesuai negara yang mereka pilih sewaktu test.Hans dapat beasiswa di Jerman,jurusan kedokteran,Leo dapat beasiswa bagian hukum di Belanda,Kate mendapat beasiswa di Italy bagian arsitektur.
"Ternyata kita ber 5 top banget yah,bisa masuk,ujar Hans."
"Alice bisa sama dengan Sanny?apa janjian?tanya Kate".
"Gak ada janjian loh....ujar Sanny dan Alice berbarengan,merekapun tertawa bareng."
"Sebenarnya, aku juga, ambil jurusan kedokteran di Inggris,tapi gak jebol ujar Hans."
Semua pun tertawa,karena Hans sangat kentara menyukai Sanny.
"Denis lulus bagian kedokteran di Canada,Sanny memberikan ucapan slamat buat Denis.
"Salut padamu Den,ujar Sanny.Denis memeluk Sanny dengan erat,kamu juga.Skormu urutan pertama San,Skorku urutan ke tiga.Skor temanmu Hans menempati posisi ke 2,ujar Denis".
"kamu ambil kesempatan yah,ujar Hans,karena memeluk Sanny Sangat lama".
"Ambil kesempatan San,ujar Denis sambil teryawa menatap Hans.Buat amunisi kita kembali ,bertarung di sekolah,ujar Denis".
Suara riuh melambangkan, kebahagiaan selesainya study banding mereka,juga banyak tangisan kebahagiaan.Sanny sangat bahagia.Grandpa dan granma hadir,mereka sangat bangga.Denis dan Sanny ber foto berdua,memamerkan tropi beasiswa yang mereka dapatkan.Mereka di foto guru pembimbing mereka.
Ketika Sanny melihat sosok Marcho dari jauh,Sanny memisahkan diri dari grandma dan grandpanya.Sanny sudah pernah cerita,bahwa Marcho rekan bisnis papinya.
Sanny memberi isyarat,bahwa dia akan menelepon mereka.Karena Sanny gak mau,papinya memisahkannya lagi dari orgtua maminya.
Marcho datang terlambat,sehingga tidak tau,bahwa Sanny mendapatkan beasiswa di Inggris.
Sanny dan ke lima temannya ,berfoto dengan sangat bahagia.
Tiket kepulangan mereka dibatalkan,karena Marcho mengajak mereka naik jet pribadinya.Sanny sudah me Wa sang guru pembimbing,agar jangan memberitau pencapaiannya pada Marcho.Kalau gurunya beritahukan,Sanny akan membatalkan penerimaan itu.Dan sang pembimbing pun mematuhi kesepakatan itu.
Sanny sangat lelah,bulan depan dia akan mengikuti serangkaian ujian sekolah,ujian kelulusan,ujian di les bimbingannya.Sebenarnya ,Sanny sangat menyayangi Marcho,tetapi dia sangat membenci Marcho.Sosok Marcho sangat pemaksa,posesif,dan Sanny tau,Marcho sosok yang di gilai banyak wanita,bahkan kejadian lampau belum hilang dari ingatan Sanny.
Di dalam jet,Marcho menggenggam tangan Sanny,Sanny menarik tangannya tapi dengan kuat Marcho tidak peduli tetap menggenggamnya.Sanny pun melawannya dengan sorot mata tajamnya,karena tidak di perdulikan ,Sanny kemudian memakai earphone nya dan menutup matanya.Sanny gak sadar,diapun tertidur.
Marcho menyandarkan kepala Sanny di pundaknya.Marcho sangat takut kehilangan Sanny.
Sanny sosok yang baik,tidak matre,wajahnya cantik,senyumannya manis dan tergolong tinggi daripada teman seumurannya.Marcho mencium kepala Sanny,sebulan rasanya sangat menyiksa.Kesibukannya menyebabkannya hanya beberapa kali menemui Sanny di asrama nya.
Denis memperhatikan dengan tatapan tajamnya ,pada sosok Marcho.Marcho menyadarinya.Mereka saling beradu tatapan.
Seorang pramugari memecahkan pertarungan mata itu,sang pramugari menawari mereka makan siang,Marcho memilih beberapa menu,Marcho membangunkan Sanny.Sanny pun melilih steak,dan salad buah,serta jus jeruk kesukaannya.
Denis memilih menu yang sama dengan Sanny pilih,guru pembimbing mereka memilih burger dan beberapa aneka sosis.
Sanny memotong steaknya,menikmati makan siangnya.Marcho menyuapi Sanny Currywurst,cassoulet,Marcho juga memesan dessert cre'me brulee buat mereka.
"Sudah Mas,jangan suapi lagi,cukup ujar sanny menutup mulutya.Menyuapi beberapa suap dessert ke mulut Marcho."
Mereka berpisah di bandara,Sanny bersama Marcho,Denis dan guru pembimbing di bawa oleh supir Marcho.
Di jalan ,mereka hanya diam.Marcho tersenyum sambil memandang wajah Sanny.
Dasar aneh,dalam hati Sanny.Sanny sibuk membalas chat dari grandpa,juga chat dari kelompok geng barunya.Juga men chat Nadya dan Ana.Sanny tetap menelepon Nadya dan Ana,kedua teman baiknya.
Tiba tiba,Marcho dengan gerakan gesit,meminggirkan mobilnya.Sanny menjadi terkejut,karena dari tadi Sanny sibuk membalas chatingan.
Kenapa Mas?tanya Sanny.
"Marcho menarik tengkuk leher Sanny,setelah mendekati kursi samping,menatap kedua bola mata Sanny.Sanny sangat gugup.Marcho ******* bibir Sanny,sangat lembut,Sanny berusaha mendorong dada Marcho,tapi Marcho semakin mempererat pelukannya,dan terus ******* bibir Sanny.
Sampai Sanny kesulitan bernafas,Marcho baru melepaskannya.
"Dasar mesum,ujar Sanny".
Marcho lembali melakukan aksinya,mencium Sanny dengan sangat dalam.
"Mmmmmm.....mmm......Sanny berusaha mau bicara,tapi Marcho terus menciumi Sanny."
Dahi Marcho dan dahi Sanny bertemu.
"Mas sangat merindukanmu San,Mas akan mengabulkan keinginanmu.Kita akan menikah setelah ujian terakhirmu selesai ujar Marcho."
"Sanny pun tersenyum,dan mengucap terima kasih,pada Marcho."
Marcho kembali melajukan mobilnya.
"Belajar yang giat yah San,Mas tidak akan melarangmu kuliah,kalaupun kita akan menunda memiliki anak,bagi mas tidak masalah,ujar Marcho".
Mereka pun sampai,sudah jam 12 malam.Marcho pun disuruh papi untuk nginap,karena sangat larut.Dan Marcho juga kelihatan sangat lelah.
"Sanny menuju kamarnya,membaringkan badannya.".
Sanny bersih -bersih dan kemudian tertidur di kasurnya."
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Jangan lupa like,vote dan koment yah guys
happy reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments