Sanny mengambil kunci Mansion nya,mansion miliknya ,sudah di bersihkan pegawai hotel,Sanny pun menutup pintu Mansionnya,menguncinya.
Berjalan ke lantai atas,membuka lemarinya,mengambil baju renangnya 2 pcs yang sangat seksi.Berusaha merilekskan badannya dari segelumit masalah yang mendera.
Sanny pun membuka pintu kamar tidurnya,yang terhubung langsung dengan kolam renang,kemudian melakukan sedikit pemanasan,dan dia pun memasuki kolam renang pribadinya.
Melakukan beberapa kali putaran.
Marcho kebetulan berada di area Barat,bersama Juan menatap pembangunan hotel yang terhenti.
Dan tiba tiba, Marcho menatap Mansion yang berada tidak begitu jauh ,dari bangunan hotel sebelah barat ini,Marcho terpukau memandang sesosok wanita keluar dari kolam,sangat cantik,sangat sexy,bodynya yang menggoda,dan Marcho baru sadar,itu adalah Sanny.
Ketika Juan akan menoleh ke arah Mansion,Marcho pun dengan sigap ,menyuruh Juan duluan untuk bersantap di restoran hotel kareba sudah jam makan siang.
Juan pun, sedikit heran dengan perintah Marcho, yang sangat tiba tiba.
Marcho memandang Sanny ,yang sedang meneguk jus jeruknya,kemudian duduk di kursi santai di tempatkan di sisi kolam.Sanny memakai handuk kimononya, beberapa kali mengangkat telepon,dan melakukan pembicaraan sangat serius.Karena jarak jauh,Marcho tidak tau apa yang Sanny bicarakan.
Sanny pun kemudian ,buru buru memasuki Mansion tersebut.
Marcho pun turun dan menuju Mansion.
Marcho mengetuk mension,dan tidak begitu lama Sanny membuka pintu mensionnya.
Mansion yang indah,guman Marcho.
"Kalau kamu berenang,menjadi pemandangan terbaik bagi penghuni sebelah barat,ujar Marcho."
Sanny bersikap cuek dengan kicauan Marcho.
Terlalu banyak beban pikirannya saat ini.
Bersikap cuek dengan kicauan Marcho.
Barusan ,Sanny mendapat telepon dari seorang detektif suruhannya,dan hasilnya belum maksimal mengungkap tabir misteri tentang siapakah maminya.
Padahal sudah beberapa tahun itu dia lakukan,setelah mendapat diary maminya.Tapi sangat susah mengungkapkan semua itu
Sanny mengusap wajahnya,terasa putus asa melandanya.
Mungkin aku harus berhenti,aku harus melakukannya.Guman Sanny dalam hatinya.
Marcho memandang kegelisahan Sanny,Marcho pun menuju tempat duduk Sanny.Mencengkeram tangan Sanny.
Sanny pun refleks memandang Marcho.Dengan gerakan tiba tiba,Marcho memegang tengkuk Sanny,dan Marcho ******* dengan lembut bibir Sanny.
Sanny sangat terkejut,berusaha melepaskan serangan Marcho.Tapi tenaga Marcho sangat kuat.Marcho terus ******* Sanny,menyusuri bibir mungil Sanny.
Beberapa saat kemudian,Marcho melepaskan ciumannya dan menumpukan dahinya dengan dahi Sanny,Marcho memandangi wajah Sanny,mengusap wajah Sanny.
Sanny menolak tubuh Marcho dan berdiri,kemudian menuju kamar mandi.
Marcho mengetuk pintu kamar mandi,Sanny tidak menggubris apapun.
Pikiran Sanny sangat kacaw saat ini.
Papanya di tengah kebangkrutan,
dia akan menikahi Marcho di usia masih sekolahan,
keluarga sang mami belum menemukan titik terang selama beberapa tahun pencarian,
pembangunan hotel tidak bisa dia ikuti karena dia akan menjalani beberapa ujian di bulan depan,karena dia sudah kelas 3 SMA.
Semua bercampur aduk dalam kepalanya.
Sanny mencuci wajahnya,bibirnya dan merasa sangat marah dengan Marcho.
Ketika suara pintu semakin kuat digedor,Sanny pun membuka pintu dan berjalan menuju meja makan.
Mengambil piring,dengan santai makan.
Marcho pun mengambil piringnya,melakukan hal yang sama dengan yang Sanny lakukan.
Mereka mengisi amunisi,dengan kondisi aman dan terkendali.
Setelah makan,Sanny mencuci piring,Marcho melap meja makan.
Mereka masih dalam diam.
Sanny kembali ke atas,memasuki ruang nonton,Marcho pun mengikutinya.
"Jangan pernah kamu lakukan lagi padaku,seperti kejadian tadi,ujar Sanny menahan emosinya".
"Panggil aku Mas ,ujar Marcho".
"Baikla....ujar Sanny".
"Tolong pernikahan kita tunda,sampai aku menyelesaikan sekolahku dulu,ujar Sanny".
"Tidak,mas tidak akan membiarkan itu terjadi".
"Bulan depan,kita akan menikah,ujar Marcho".
Sanny tau,dia memang menyukai Marcho,degupan jantungnya selalu menari- nari jika sudah bersama Marcho,selama ini, dia mencoba menepisnya,tapi dia tidak mampu."
Bayangan wanita, yang mencium Marcho kembali membuatnya ragu,bahwa Marcho hanya mempermainkan dia saja.
"Kamu mencoba bermain main dengan hidupku,ujar Sanny".
"Tidak,aku tidak pernah melakukan hal itu."ujar Marcho.
"Kenapa selama ini aku tidak pernah pacaran,harusnya kamu tau,sejak dulu aku selalu menginginkanmu menjadi pacarmu,ujar Marcho,menatap serius kedua bola mata Sanny".
"Bagaimana dengan wanita yang mencium mu?Akankah ada lagi ,di hari esok, kejadian yang sama Mas?tanya Sanny menatap Marcho".
"Kamu coba ngerti aku San,aku tak tau, mereka tiba tiba melakukan hal itu padaku."
"Aku belum siap,untuk menikahimu Mas,coba mengerti.Beri aku ruang".
"Tidak,kita akan sama sama belajar untuk hidup bersama ,ujar Marcho".
Sanny kembali menutup wajahnya dengan bantalnya,terdengar isakan tangisnya.
Marcho memeluknya,mengusap punggungnya.
"Aku hanya tau,kamu satu satunya wanita dalam hidupku San......ujar Marcho".
"Dan....aku tidak mempercayaimu sejak kamu berciuman dengan wanita itu,ujar Sanny".
"Aku tidak berciuman San,dia yang menciumku".
"Sama saja bukan?tak ada beda,ujar Sanny."
"Kamu harus mempercayaiku San,aku benar benar mencintaimu,menyayangimu,ujar Marcho dengan wajah serius".
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guys.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments