Sanny pamitan sama Nadya,karena sudah merindukan rumahnya.Lagi pula papa nya Mark akan sampai nanti sore.
Sanny membersihkan kamar tidurnya,bersama dengan pekerja nya.
Sanny pun memasak makan siangnya,Sanny sering merasa sendiri,hidupnya teramat sepi.Sepupunya sering mengunjunginya ,jika sudah liburan kerja atau liburan kuliah.Terkadang Sanny juga mengunjungi mereka.
Saat ini Sanny kelas 3 SMA,Sanny sekelas dengan Nadya dan Ana.
Sanny sangat di idolakan banyak laki laki di sekolahnya apalagi di kelasnya.
Ada Bram anak pemilik sekolah,ada Jhon anak seorang pengusaha mabel terkenal,Ada Jack anak pejabat pemerintah.Ada Thom anak pengusaha perhotelan,ada louis anak pengusaha batubara,dan lainnya.
Sekolah mereka memang sekolah kaum borjuis, istilah Sanny dengan teman temannya.Sekolah ini biaya nya sangat tinggi per bulan,dan testing untuk masuk juga sangat ketat dan sulit karena berstandar
Saat Sanny pamit pulang pada Nadya dan orang tua Nadya,Marcho tidak ada di rumah Nadya,lagi ada keperluan dan belum kembali.Marcho sering ketemuan dengan papa Sanny ,tuan Mark .Jika tuan Mark ada kunjungan ke luar negeri.Marcho selalu menayakan kabar tentang Sanny,dan orang tua Marcho sangat mengenal anak mereka.Mereka tau Marcho sangat mencintai Sanny.Dan orang tua Marcho selalu mendukung keputusan anaknya.Walau pun perbedaan usia mereka 6 tahun.
Sore pun tiba,papa Mark sudah tiba di kediaman mereka.Terlihat papa sangat kelelahan mengurus perusahaannya.
"San.....papa mau kamu sepulang sekolah,kembali membantu papa di perusahaan".
Dari SMP Sanny memang telah terbiasa belajar dan bekerja di perusahaan papanya.
Hanya beberapa bulan ini,Sanny gak ke kantor lagi,karena ikut bimbingan belajar,karena Sanny sudah kelas 3 SMA.
"Baiklah pa,Sanny pun merasa ,bimbingan belajar cukup di hari sabtu dan minggu pa,dua kali aja dalam seminggu,ujar Sanny".
"Besok sepulang sekolah,kamu bawa pakaian kantormu ya San,kamu makan di sekolahan atau di kantor?tanya papanya".
"Makan di sekolah aja pa,di sekolah makanan nya enak enak kok pa,lagipula praktis pa,ujar Sanny."
Semua urusan kantor,Sanny sudah mampu handle sendiri.Sanny banyak belajar dari papanya,dari beberapa sepupunya yang memang pengusaha sukses,dari sekertaris kantor,hanya dari segi usia Sanny masih belia.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Pagi pun datang,kembali Sanny dengan semangat barunya menata buku pelajaran sekolahnya,membawa air minumnya,dan tempat bontot selalu terisi sandwich.
Sanny selalu mengendarai mobil sportnya sendiri,dan mengunyah sarapannya di dalam kelas sesudah sampai di sekolah.
Bram anak pemilik sekolah,duduk di bangku belakang Sanny.Selalu mengagumi Sanny,dan tidak pernah menyerah memperjuangkan Sanny.
Mereka baru ujian semesteran,dan seperti yang sudah sudah,Jack yang anak pejabat memang sangat pintar,mendapat juara satu,terkadang posisinya bergeser dengan Sanny.
Sanny kalau gak dapat juara satu,menempati juara dua ,ataupun juara tiga.Persaingan di kelas mereka sangat ketat,dan salah satunya Bram menjadi saingan Sanny di kelasnya.
Kalau Jhon selalu juara terakhir di kelas,tetapi jhon bukan lah siswa yang sangat bodoh,tapi memang standart kelas mereka sangat tinggi tingkat perolehan nilainya,sehingga sedikit lemah akan tersingkir dari juara.
Jhon juga salah satu teman akrab Sanny di kelas.
Karena Jhon sifatnya tulus dan menghargai siapapun,setia kawan,dan itu paling Sanny sukai.
Sanny membuka raport nya,dia memperhatikan rangkingnya.Dia mendapat pringkat ke dua.
Bram mendapat peringkat ke tiga,dan Jack mendapat peringkat pertama.
Jack pun menghampiri Sanny.
"San....kali ini kamu kalah lagi,Jack tersenyum mengganggu Sanny".
"Kamu memang sangat pintar Jack,semua tau otak kamu brilian.Aku ucapkan selamat Jack,ucap Sanny tulus.Dan Jack menerima uluran tangan Sanny
tapi Jack mengambil kesempatan sekalian memeluk Sanny.Dan susah bisa di tebak,satu kelas riuh bersorak.
Jack hanya tersenyum manis,dan menggaruk kepalanya ".
Sanny memukul lengan Jack.Jack hanya tersenyum sangat manis.Semua tau,Jack sangat menyukai Sanny dari sejak kelas satu SMA.
Tapi Sanny memang gak menanggapi seberapa banyak yang menyukainya.
Bram juga menyalami Sanny,dan sebelum Bram mendaratkan ciumannya di wajah Sanny.Sanny sudah menutup mulut Bram dengan tangannya.Semua pun riuh dan tertawa kembali dengan ulah Sanny dan Bram.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyssss.
mampir juga ke novel saya yang lain:
1.my bodyguard my wife (end)
2.terbentuknya satu hati(end)
3.ketika hati bertuan(end)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Rusnah Madani
Semangat
2020-09-24
1
Dewi Fransiska
lanjuttt
2020-09-12
1