Marcho menunggu Sanny,Sanny sudah bersiap,kemudian menuju mobil sport Marcho.
"Kita mau kemana mas?kok gak ajak Nadya dan Ana?tanya Sanny."
"Mas akan bawa kamu ke suatu tempat,ujar Marcho".
"Marcho pun memarkirkan mobilnya,menuju sebuah rumah ,yang memang ada pamplet Dr.Anto Sanjaya
"Mas......kenapa kesini sih,Sanny gak mau,ujar Sanny."
Sanny kembali melihat kilas balik traumanya,Marcho memeluk Sanny.
"San.....ada mas,ujar Marcho".
"Sanny teringat,dulu sewaktu Sanny kecil,Marcho sering menenangkan Sanny ,jika lampu rumah mati,bi Tami menemani mereka,Marcho juga selalu mengobati kaki Sanny jika Sanny terjatuh,kedekatan itu membuat Sanny nyaman dengan kehadiran Marcho."
"Pelukan Marcho memberi Sanny merasa nyaman".
mereka pun memasuki rumah dokter Anto,Marcho sudah mengontek Anto.Agar menyisihkan waktunya buat memeriksa Sanny.
"Alat USG bagian perut,ada di ruangan dokter Anto,dokter Anto pun menggeleng ketika memeriksa dengan alat USG perut bagian perutSanny.
"Kamu kurang memperhatikan istrimu ini Mar,ujar Anto."
"Saya kasi obat,beberapa vitamin."
Kamu ada kena Maag,jarang makan.Kamu kurang berat badan,terlalu kurus,ujar Anto.
"Kamu harus semangat hidup,kamu sangat pintar,ujar Anto,kamu bisa menjadi apapun yang kamu cita citakan".
"Mar,kamu bawa ke Sinta dech,dia jago menganalisa dan konseling serta mampu menangani masalah trauma,by phone juga dia bisa,tapi pertemuan pertama dan beberapa pertemuan dasar,wajib kamu ketemuan dengan dia ,ujar Anto menatap Sanny."
Yakinlah,masalah kamu ini kecil,dan dia bisa membantu kamu kembali hidup normal".
"Kamu harus tau,pengalamanku semasa aku remaja,kebawa sampai dua tahun lalu baru aku terbebas,setelah Marcho membawaku menemui Sinta."
"Ayahku seorang militer,mempunyai tugas khusus ,ibuku di tembak di depanku,sampai aku menjadi seorang dokter pun,trauma itu masih ada.Ayahku,dua saudaraku meninggal karena kecelakaan lalu lintas,kami satu mobil,dan hanya aku yang selamat.Aku lebih parah mengatasi hidup dari pada kamu."
"Marcho dan temanku yang lain,membantuku bangkit,dan kami tidak sengaja bertemu dengan dokter Sinta,dia seorang psikolog,dan aku sudah keluar dari semua bayang masa laluku.Marcho memepertemukan kami,dan satu satunya orang yang tau trauma yang aku alami".
"Antopun menghubungi Sinta,"
Anto:"Sin.....kamu ada di praktekmu?tanya Anto."
Sinta:"Ada An......kenapa?kamu ada problema lagi?"
Anto:"Bukan aku Sin,tapi istrinya Marcho,ujar Anto".
Sinta:"Serius lu ....An?Kok aku gak di undang sih?tanya Sinta.Padahal aku ngebet ngejar Marcho,tapi dianya suka sama seseorang,hmmmm.....kalau bisa aku tebak apakah????"
Anto:"udahan ah....stttt.....orangnya disini loh,Marcho juga,ujar Anto".
Sinta:"Gak apa apa,biar dia tau,aku suka sama dia,ujar Sinta.Biar tau aku tembak dia ke 3 kalinya hari ini,biar klop.Besok besok hatiku udah plong merelakannya ,ujar Sinta".
Anto:"hm......lisensi kedokteranmu di pertanyakan dech.Dokter psikolong kok curhatnya ke dokter bedah dan bagian penyakit dalam??????hancur dech dunia persilatan,ujar Anto sambil tertawa."
Sinta:"Sudah dech.....ku tunggu,20 menitan gak datang,ku bawa ke KUA Marcho nya,ujar Sinta sambil tertawa".
Anto:"kamu ngebet dech ,berdoa Marcho terlambat wekkkkk.....ujar Anto".
Sinta:"bye dulu yah to,ku mau ambil orderan ayam judes ku dulu,ujar Sinta."
Anto:"Jangan sering sering kamu makan ayam judes,ujar Anto".
Sinta;"Emang kenapa To????tanya Sinta."
Anto:"Nanti ketularan Judesnya,ujar Anto.Anto mematikan langsung handphonenya.Takut serangan balik.
"An....Aku pamit yah,ujar Marcho."
"Baik-baik lu rawat istri lu ini Mar,sudah cakep,pintar,sempurna,ujar Anto".
"Jangan malas urus diri,makan teratur,okey,ujar Anto".
"Kamu harus kuat,dan andalkan diri sendiri,ujar Anto".
Sanny pun mengangguk.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mereka memasuki sebuah tempat praktek,Sanny sudah ketakutan duluan.
Marcho memeluk Sanny, memasuki ruangan praktek dokter Sinta.
"Apa kabar Mar?Sinta pun menyalam Marcho".
"Baik,ujar Marcho".
"Istrimu cantik,masih muda,menarik dan ku akui sangat perfect"ujar Sinta.
"Maaf dok,saya bukan istri Mas March,dokter jangan salah paham,ujar Sanny dengan polosnya".
"Semua pada tau,kamu itu istrinya Marcho.Hanya pengesahan aja belum,ujar Sinta sambil tertawa."
Marcho menatap Sanny,menggenggam tangan Sanny.
"San......kamu jangan menutup diri,trauma mu sudah jauh banyak sembuh.Kamu harus menceritakan apapun yang kamu rasa,ujar Marcho menatap mata Sanny."
Sanny pun mengangguk.
"Mas menunggu mu yah,ujar Marcho".
Sanny pun kembali mengangguk.
Sanny berjalan menuju ke arah Sinta,Sinta menggenggam erat tangan Sanny,membawanya ke dalam ruangannya.
Hampir dua jam Sanny di dalam ruangan itu.
Kemudian Sinta mempersilakan Marcho masuk.
"Mar,besok kamu kembali membawa Sanny ke sini,lusa dia akan study banding ke Inggris.Selama satu bilan ke depan,aku akan menerapkan metode by phone.Bukan persoalan berat,lebih berat kasus Anto.Ujar Sinta."
"Baiklah Sin,aku akan kemari lagi,jam 6 yah,ujar Marcho".
"Sinta pun tersenyum.Kamu sangat pintar ,Aku menguji kemampuanmu,aku jauh di bawahmu San."ujar Sinta.
"Kamu jadi dokter aja,kamu pasti bisa lebih hebat,ujar Sinta".
Sanny hanya tersenyum.
Marcho pun menggenggam tangan Sanny,memasuki mobil.
Sinta hanya memandang pria yang dicintainya,dari tatapan mata Marcho,cara Marcho memperlakukan Sanny,Sinta tau perasaan Marcho sangat dalam pada Sanny.Dan semua teman teman Marcho selalu menjuluki Sanny,debgan sebutan istri,sejak dari SMP hingga ke perguruan tinggi.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guys....
singgah ke novel saya yang lain:
1.My bodyguard my wife(end)
2.Terbentuknya satu hati(end)
3.Ketika hati bertuan(end)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Juliana Ahun
ceritanya keren.Sannny......👍😄😍🥰
2020-06-09
0