Marcho baru tiba, setelah beberapa hari melakukan perjalanan bisnisnya.
Kebetulan, Sanny lagi nginap di rumah Nadya ,kali ini Ana juga ikutan nginap.
Sanny masih tertidur di ayunan,di lantai dua,balkon ini dilindungi canopy,udara di luar hari ini sangat sejuk.
Marcho baru selesai mandi,dan menuju tempat Nadya dan temannya.
"Baru datang Mas?ujar Nadya".
"Iya......,mas baru sampai ,dari proyek.Gimana sekolah kalian?tanya Marcho".
"Tuh master lagi bobok syantik Mas,kami sudah dari tadi nungguin sleeping beauty bangun,tapi masih mimpi indah kayaknya,Nadya pun menahan tawanya."
"Marcho pun menuju ayunan dan memperhatikan wajah Sanny.Gadis ini sangat cantik,bulu matanya yang lentik,penampilan sederhananya sangat membuat jantung Marcho dag dig duk."
"Udahan mas mandangnya,Nanti kedapatan ,ujar Nadya".sambil tersenyum.
Nadya dan Ana sibuk mengerjakan tugas.
"ehh....sleeping beauty gak makan loh dari pagi,ujar Ana".
"iya....benar.....sarapan yang mama buat,gak disentuh.Di sekolahan juga tadi gak ada ke kantin.Ku telepon aja dech bang mamat,mesan makanan sleeping beauty,ujar Nadya".
Nadya:"hallo....".
Bang mamat:"yah hallo,non Sanny ya?tanya bang mamat."
Nadya:"Nadya bang.Bang...... ,Sanny belum makan dari pagi,bang mamat siapkan 10 bungkus bakso,4 jangan pakai mihun atau mie ya bang,tahu baliknya 5 porsi,ujar Nadya".
Bang Mamat:"Baiklah Nad,10 menitan bang Mamat sampai yah,ujar bang Mamat."(Kebetulan rumah bang Mamat sangat dekat dengan rumah Nadya).
Nadya:"okey bang.....sippp."
Sanny pun bangun,mengucek matanya dan menuju kamar mandi mencuci wajahnya.Kemudian, mengambil buku tugas matematikanya,mengerjakannya dengan serius dan menutup bukunya.
Marcho hanya memandang Sanny.
Yang lain juga.
Nadya membuka buku Sanny,semua soal sudah terjawab.
"San........,lu jago amat ,gue aja sama Ana dari pulang sekolah,ada beberapa gak bisa,lu nih ngerjain dengan secepat kilat,siap semua.Asal lu tau aja,kami udah di ajarin Mas Marcho 5 soal,ujar Nadya,sisanya lagi nyari sendiri,itupun baru setengah setengah siap,ujar Nadya".
"Ajarin San.......,ujar Ana."
Sanny dengan sabar mengajari kedua temannya,sampai mereka ngerti.
Ana dan Nadya pun mengerti,dan kemudian mengerjakan soal matematika tersebut.
Sanny mendengar teriakan Bang Mamat.
"Kalian pesan yah?sama bang Mamat?tanya Sanny".
"iya San......,gih ambil San,nanggung sedikit lagi, belum siap".
Sanny pun berdiri,Marcho mengikuti Sanny.Sanny mengambil ransel sekolahnya.
"Mau pulang?tanya Marcho".
"Yah ....... enggakla Mas."ujar Sanny.
"kok bawa ransel?tanya Marcho".
"Mau tau....atau mau tau banget?"ujar Sanny.
"Marcho hanya senyum".
Sanny pun bergegas menemui bang Mamat.
Membuka tasnya,dan mengambil tiga lembar uang seratus ribuan.
"Bang......bakso yang buat ke Inggris sudah habis dech dua hari lalu,besok abang antarin lagi yah,4 porsi aja.Packingnya seperti yang lalu,biar bisa Sanny makan di perjalanan,ujar Sanny."
Marcho menepis tangan Sanny yang mengulurkan uangnya.
"ini aja bang,ujar Marcho".
"Beres tuan....,nih uangnya kebanyakan ,ujar Bang Mamat".
"gak apa apa bang,ujar Marcho".
"ceritanya nih ditraktir?tanya Sanny?"
"Marcho mengangguk,tersenyum manis".
"Duh ....ganteng banget sih,dalam hati Sanny".
Marcho pun mengambil bungkusan dari tangan bang Mamat.
"Kenalkan bang,saya Marcho,calonnya Sanny,ujar Marcho sambil tersenyum manis memandang ke arah Sanny".
Sanny mengangkat tangannya,dengan telunjukknya membuat seolah ngatain Marcho sinting.
"Jangan gitu San,ujar Bang Mamat,tuh tuan Marcho beneran loh mencintai kamu,bisa dilihat dari tatapan dan sorot matanya."
"Biasa bang,cewek mah munafik,asliny suka,tapi pura- pura gak suka,ujar Marcho".
"Abang seperti cenayang dech,ujar Sanny".
"Bang mamat pun permisi ,dengan menaiki motor nya".
Sanny masuk dan membuka bakso nya,wangi banget,dalam hati Sanny.
"Mas mau?tanya Sanny."
"yah mau dong,ujar Marcho."
Sanny menyiapkan bakso buat Marcho.Dan Marcho melihat Sanny hanya makan daging tanpa mihun atau nasi."
"San....kamu gak makan dari tadi pagi,ini sudah sore,kamu mas sendokin nasi yah,ujar Marcho".
"Gak mau mas,gak...ujar Sanny".
"Kamu sejak kapan punya pola hidup seperti ini?tanya Marcho".
"sudah hampir 2 tahunan mas,ujar Sanny dengan nada enteng".
"Mas gak mau tau,ujar Marcho ."
Marcho mengambil sepiring nasi,kemudian menuju ruang nonton,karena Sanny makan sambil nonton drama korea.
"Kamu harus merawat diri dan sayang sama diri kamu sendiri,ujar Marcho".
"Sanny hanya diam menunduk".
"Marcho menyuapi Sanny nasi,dengan menaruh campuran kuah bakso."
"Sanny awalnya membantah,tapi tatapan Marcho membuat Sanny gak berkutik".
"Selesai makan,kamu bersih -bersih,mas akan bawa kamu keluar,ujar Marcho".
"badanmu sangat kurus,ujar Marcho".
Nadya dan Ana baru selesai makan bakso.
"Nad...kamu tau gak,kenapa pola makannya Sanny jadi seperti ini?tanya Marcho".
"Sejak terungkapnya kesalahan papinya,semangat hidup Sanny menurun Mas,hampir dua tahunan seperti ini.Hanya Mas David yang berhasil,menyuapi Sanny".
"Sanny seperti ........putus asa mas,ujar Ana".
"Mas akan bawa Sanny di cek teman mas,dokter Anto.Kalian jangan bilang dulu yah,ujar Marcho".
"Baiklah mas,good luck ujar Nadya".
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment guyssss.
happy reading
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments