Sanny menatap bintang di langit,di seputaran pantai,sangat jelas terlihat bertaburan banyak bintang.
"Apa kamu pernah konsultasi pada psikiater San?tanya Marcho"
"Sudah......,papa sering membawaku sejak dari kecil,rasa trauma ini menghantui ku,ujar Sanny.Saat aku menginjakkan kaki ke rumah sakit,aku pernah beberapa kali pingsan.Aneh kan?Dan orang- orang pasti menyebutku aneh,ujar Sanny".
"Tak ada seseorang yang memelukku di saat ibuku menanti ajalnya.Tangannya berlumuran darah menggenggamku.papi dan mami mempunyai saudara,tetapi pernikahan mereka tidak mendapat restu dari masing masing keluarga,menjadikan mereka seperti orang" yang terbuang.Papa mempunyai perusahaan karena usahanya sendiri.Mami anak tunggal di keluarganya,Ujar Sanny.Tapi aku tak pernah mengetahui di mana keluarga mami."
Marcho memandang wajah Sanny,terlihat keputus asaan dalam raut wajahnya.
"Sudah malam San,kita balik yuk.Marcho pun mengajak Sanny pulang ke hotel orangtua Sanny".
Sesampai di hotel,Sanny merasa udara laut menjadikan kulitnya lengket,Sanny pun mandi kilat,dan kemudian berbaring.
Sedangkan Marcho juga mandi,dan setelah selesai menaiki ranjang tempat tidur.
Marcho memandang wajah Sanny sangat cantik,Marcho mengusap wajah Sanny,menatap Sanny dengan sepenuh hatinya,Sanny sudah tertidur dengan sangat pulas.
Teramat berat beban gadis ini,ujar Marcho dalam hatinya.Tiada yang tau,sebesar apa beban yang dia alami selama ini.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi pun datang,Juan sang asisten dan sang arsitek Damar,telah memasuki sebuah ruangan,dan disanala mereka memulai rapat mereka pagi ini.Kontraktor sekaligus merangkap pemborong baru, yang biasa mengambil tender, di perusahaan Marcho pun ambil andil,mempersetasi kan ide mereka untuk melanjutkan pengerjaan pembangunan hotel.
Sanny mengusulkan beberapa ide,memberi masukan dan mencek secara menditeil budget anggaran pembangunan.
"Menurut saya anggaran untuk bahan baku,bisa lebih di tekan dari jumlah ini,Sanny menatap sang kontraktor.
Coba anda konsultasi dengan pemasok bahan baku ini,saya mengenal beliau,dan coba bekerjasama dengan mereka,ujar Sanny".
Sang kontraktor pun menghubungi suplier,dan harga yang mereka berikan tetap sama sesuai dengan yang terpampang di copy an kertas di depan mereka.
Sanny memberikan kode,sambil meminta ijin, mengambil tetelepon dari sang kontraktor.
Sanny:"Hallo tuan David....."
David:"ya hallo......San........bagaimana kabarmu?"
Sanny:"Tidak begitu baik Vid,ujar Carla.Apa gak bisa di utak atik lagi,harga material yang kontraktor tanya? ujar Sanny".
David:"Kamu butuh bantuanku San?kamu jangan sungkan,kita sudah saling mengenal sejak lama bukan?"ujar David.
Sanny:"Kamu tau sendiri,papaku itu terlalu percaya sama orang.Dan saat ini situasi sangat tidak baik.Aku mau,harga material kamu beri aku harga dasar,apa bisa vid?Jangan ambil untung Vid,kamu ambil untung dari yang lain aja yah,Sanny pun tertawa.
Pengangkutan material seperti biasa,armadamu kan banyak,ujar Sanny".
David:"Baiklah,tapi kamu janji,beberapa hari lagi,kita akan ngumpul bareng yang lain seperti biasa".
Sanny:"baiklah,bye Vid".
David:"bye San".
"Harga sudah deal.Kalian melanjutkan dengan perusahaan mereka,ujar Sanny".
"Sanny pun mengambil coffee nya,meneguk sambil pandangannya mengarah ke hotel sang papi."
Marcho mengamati Sanny,sejak dia berbicara dengan perusahaan penyedia material.
Dari cara Sanny bekerja,Sanny sudah berpengalaman.
"Kenapa proyek ini bisa sampai jatuh ke tangan kontraktor sebelumnya?tanya Marcho menatap Sanny."
"Sangat susah beradu argument dengan papa,dia terlalu mempercayai dan menganggap semua orang baik dan aku lelah,bekerja dikantornya,ujar Sanny".
"Papi selalu dalam hal mengelola perusahaan,sangat berbeda denganku,dan aku udah beberapa bulan meninggalkan kantor,menyibukkan diri dengan bimbingan belajar,ujar Sanny".
Juan,Damar dan Marcho memperhatikan Sanny.
Sanny hanya diam.kembali mengetik beberapa data di laptopnya.
"Kalau tidak ada pembahasan lagi,kita akhiri pertemuan ini,ujar Marcho".
Meeting pun selelsai.
Sanny duluan menutup laptopnya dan melangkah duluan ke luar.
"Juan,tolong kamu selidiki kinerja Sanny dari dia SMP sampai sekarang di kantor papa nya,saya mau datanya lengkap dan jangan ada tertinggal apapun,ujar Marcho".
"Baik bos,ujar Juan".
"Dia bisa membaca gambar proyek,ujar Damar".
"Aku takjub,padahal usianya sangat belia dan masih kelas 3 SMA,ujar Damar."
"Analisa nya kuat dalam segi budget dan material,ujar Sang kontraktor bernama Hartono".
Marcho pun punya pemikiran yang sama dengan mereka.
Terlalu banyak kejutan mu San,dalam hati Sanny.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like,vote dan koment
happy reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Mrs.Riozelino Fernandez
terkadang papa, terkadang papi. maaf thor... lebih fokus lagi 🙏
2023-01-30
0
Ade Safitri
Sany manggil bapaknya papa atau papi sih?kok kadang2 papa kadang2 papi....
2020-09-12
0