Dokter Sinta, banyak memberikan masukan pada Sanny,Dokter Sinta ........seorang dokter yang nyaman bicara,dokter Sinta ,banyak menggunakan metode modern, dalam melakukan konseling dan memberi kenyamanan, bagi menangani setiap masalah ,Sanny merasa sangat terbantu.Beda dengan metode pengobatan ,sewaktu dia kecil dan remaja ,selalu di bawa papinya ke beberapa psikiater .
Sanny hanya di beri beberapa obat,dan vitamin,oleh dokter Sinta.Kwalitas tidur dan makan Sanny pun sudah sangat baik.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pagipun tiba,
Sanny mandi dan berkemas,sudah waktunya dia menuju bandara.
Mas David tetangganya akan membawanya ke bandara.
David membantu Sanny memasukkan kopernya ke bagasi.
Sanny sudah memakai jaketnya,udara sangat dingin subuh ini,tepatnya pukul 4 pagi.
Sanny belum mengaktifkan handphonenya dari sore,karena batrenya habis.
"Di Inggris nanti,kamu serius belajar ya San,biasanya pelajar pilihan mendapatkan beberapa beasiswa.Mas yakin kamu bisa,kan lumayan San,dapat beasiswa,dapat asrama,dan masa depan lebih terjamin."
"Iya Mas,Sanny akan berjuang,Mas bantu doain yah,ujar Sanny".
"Pasti.....tapi Mas juga akan kehilanganmu San,tetanggaku idolaku,ujar Mas David.sambil tersenyum.Tapi Mas akan selalu support,ujar mas David."
Merekapun sampai bandara,dan ketika Sanny keluar dari mobil,Sanny sangat terkejut,melihat Marcho pun keluar dari mobilnya.
"Marcho menggenggam tangan Sanny,dan mengambil koper Sanny dari tangan David."
"Kamu siapa?kenapa bawa Sanny?"tanya David.
"Saya calon suaminya,ujar Marcho".
"Sanny memberi kode sama David,ngoceh bilang makasih."
Sanny melepaskan genggaman tangan Marcho,ketika Marcho berhenti menerima telepon.
Sanny menuju David.
"Makasih mas,sudah antar Sanny".
"Titip rumah ya Mas,ujar Sanny.Titip papi juga."
"David memeluk erat Sanny,Jangan lupa makan,tetap semangat,jangan lupa balas Wa Mas,jadi anak yang baik,okey?".
"okey mas,jawab Sanny".
"Miss you San.....".
"hmmmm....ujar Sanny".
Marcho hanya memandang dengan tajam ke arah David.
"Mas balik aja.Sanny gak apa- apa mas,bentar lagi gabung sama Denis dan utusan dari bagian pendidikan mas,ujar Sanny".
"Baiklah,ujar David."
David melambaikan tangannya,Sanny pun membalasnya.
"Kamu gak meng aktifkan handphone mu San?tanya Marcho".
"Gak tau mas,Sanny gak ada liat".ujar Sanny.
Sanny pun mengambil handphone dari kantong jaketnya,ternyata benar,handphonenya,gak hidup.Sanny pun menekan tombol di samping agar handphonenya hidup.Dan sangat banyak notifikasi muncul di layar handphonenya.
"Mas tadi kerumah mu San,tapi kamu udah berangkat 5 menit sebelumnya,bi Tami yang info ke mas,kamu berangkat bareng David tetanggamu,ujar Marcho".
"Kamu gak baca Wa mas,padahal udah mas info,Mas yang akan antar kamu ke bandara".ujar Marcho.
"Gak apa-apa mas.....Maaf....jadi merepotkan,ujar Sanny".
"Jika ada waktu,mas akan mengunjungimu.Jangan lupa rutin makan,tetap konsultasi dengan dokter Sinta ya San,Marcho mengelus rambut Sanny.Sanny sedikit mundur dan menghindar dari Marcho."
Marcho tetap menggenggam tangan Sanny.
"Ini Atm no limit,kalau ada yang mau beli,gunakan.Mas beri ya San.Jaga diri,semangat belajar,okey.Ujar Marcho".
"Gak usah mas,Sanny disana akan dapat uang saku,ujar Sanny.Kalau mas lagi ke kota ini,mas singgah liatin papi.Ujar Sanny".
"Baiklah San,mas akan selalu Wa kamu dan nelepon kamu disana.Tentang keadaan papimu,jangan Kawatir".ujar Marcho."
Sanny permisi menuju toilet,Marcho pun mengambil tas ransel Sanny,memasukkan beberapa mata uang Pound sterling ke dalam dompet Sanny.juga memasukkan kartu Atm nya.menulis nomor pin nya,sesuai tanggal lahir Sanny.
Marcho menatap Sanny,badannya yang tinggi,semua sangat indah di pandang mata.Marcho juga memasukkan beberapa syal ,yang baru Marcho beli di salah satu stand di sekitar bandara.
Sanny melihat Denis ,temannya.Juga melihat perwakilan dari pendidikan sebagai pembimbing utusan dari pendidikan.Dan Sanny menemui mereka.
Marcho menyalami pembimbing mereka,utusan dari Indonesia hanya mereka ber dua,dan pembimbing seorang pria.
Marcho meminta nomor hp pembimbing mereka,menanyakan tempat mereka tinggal,menaya negara apa saja yang ikut.
"Marcho memeluk Sanny dengan sangat erar.Memberinkecupan di dahi Sanny".
Sanny ,Denis dan pembimbing pun cek in,menuju Gate 7 sesuai tiket mereka.
Pesawat mereka pun menuju Inggris.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Jangan lupa like,vote dan koment
happy reading guyss.....
jangan lupa baca novel saya yg lain:
1.my bodyguard my wife(end)
2.Terbentuknya saru hati:(end)
3.Ketika hati bertuan(end)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments