Marcho mempersilakan Sanny, buat mandi duluan.
Setelah Sanny siap mandi,Sanny mengambil handuk kimononya,memakainya.Dia lupa,bahwa mereka satu kamar saat ini.
Setelah di luar,Sanny menyuruh Marcho keluar kamar,karena dia mau berganti pakaian.
"Marcho yang usil hanya diam.Dorongan kuat Sanny tidak membuat Marcho bergeser sedikitpun.Malahan Marcho memeluk Sanny,dan mengecup bibir Sanny dengan ciuman ringan.
"ah..........Dasar genit.Kamu mengambil ciuman pertamaku,ujar Sanny dengan sangat marah"
"Tapi Marcho sangat senang mendengar itu semua,kemudian Marcho dengan senyuman kemenangan melangkah ke luar kamar"
"ah.........Sanny menggaruk kepalanya yang tidak gatal,karena kekesalannya".
Sanny pun kembali mengambil laptopnya,mencek rekening nya.
Tanpa papa nya ketahui,selama dari SMP ,Sanny sangat pandai mengelola keuangan nya.Gaji yang papanya berikan karena membantu papanya di perusahaan selalu rapi dalam tabungannya,serta uang jajan semasa sekolah,dia gunakan seminimal mungkin.Sanny mempunyai beberapa usaha rumah kontrakan,tanpa pengetahuan papa nya.
Dan rumah kontrakan yang Sanny miliki,sangat strategis,dekat dengan area perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Dulu rumah itu dibelinya dengan memakai KTP nenek dari mamanya.Dan sudah di urus ke notaris,di limpahkan kepada Sanny.
Makanya bisa menggunakan nama Sanny walaupun belum genap usia 18tahun.
Sanny memeriksa transferan anak kos nya.Kos- kosan yang dibangunnya sangat bagus,dan semua fasilitas disediakan.Kebersihannya juga dijaga, beberapa orang pekerja.Sehingga, para penghuni kos nya ,sangat betah tinggal disana.
Sanny melihat dan mengolah data kos kosannya.Menandai yang sudah bayar kos dan kemudian men cek kedua rekening bank nya.
Sanny bukan gak mau menolong perusahaan papanya.Jumlah kerugian yang di alami papanya,sangat banyak.Bahkan ketiga rumah kos kosannya pun dijual,digabung dengan uang tabungannya,tidak memungkinkan menolong dari kesulitan ini.
Sanny sudah berganti baju,dia sudah duduk di lobby hotel.
Dan Marcho tiba- tiba duduk di sampingnya saat ini.Sanny pun menutup data, dalam laptopnya.
"Apa kamu, sudah lapar San?tanya Marcho"
Sanny hanya diam.
"Kalau kamu tidak minat makan,yah sudah,ujar Marcho.Marcho pun, berjalan meninggalkan Sanny,menuju restoran di bagian gedung sebelah.Antara ketiga gedung,mempunyai penghubung.
Sanny di kenal ,beberapa petugas operasional hotel.Karena Sanny pernah mengunjungi peresmian hotel ini bersama papanya dan juga beberapa kali kunjungan kerja papanya.
Sanny mendatangi Mas Hans,bagian Penanggung jawab hotel.
"Mas Hans,boleh Sanny pinjam kunci mobil mas?tanya Sanny."
"Boleh San,kamu mau kemana?tanya Hans"
"Kangen dengan makanan sewaktu disini mas,ujar Sanny".
"Apa mau Mas aja yang anatarin?tanya Hans menatap Sanny"
"Gak usah mas,Sanny pengen jalan jalan juga,malas hanya di kamar,ujar Sanny."
Hans pun memberikan kunci mobil fortunernya pada Sanny.
Hans tau,Sanny sangat lihai mengemudi.Karena selama Kunjungan papanya beberapa kali,Sanny membawa beberapa mobil hotel.Dan tuan Mark memberi Sanny ijin.
"Sanny meminjam hoodie Hans,Hans memberikan hoodienya yang baru."
"Jangan pulang larut San,dan jangan lupa makan ya.Kamu sangat malas makan,itu selalu tuan Mark keluhkan,ujar Hans."
"Siap bos.....sambil memberi hormat Sanny menerima kunci mobil dari Hans".
"Di area parkiran,Sanny bertemu dengan Juan asisten Marcho."
"Mau kemana San?tanya Juan"
Sanny hanya senyum mencibir.Sangat kesal melihat asisten Marcho.
"Tuan sama anak buah ,sebelas duabelas,ujar Sanny dalam umpetannya.Kepo amat sih."
Sanny melangkah,langsung meng gas fortuner yang dibawanya,karena kesalnya melihat Juan.Dengan melihat Juan, mengingatkannya pada Marcho.
"Juan bengong dengan atraksi Sanny.Ternyata gadis ini sangat liahai menguasai fortuner dalam hatinya"
"Jangan heran pak,ujar seorang pekerja.Non Sanny sudah terbiasa dari SMP membawa segala jenis mobil,Dia juga suka menembak dan memanah.Sifatnya sangat tomboy dari kecil."
"Apa bapak mengenalnya?Tanya juan"
"Saya pernah beberapa tahun, bekerja di rumah tuan Mark,ujar pekerja itu.Saya sangat mengenal Sanny.Sejak kecil ,dia tidak mengenal mamanya,karena mamanya meninggal dalam kecelakaan."
"Kalau Sanny dilarang membawa mobil,dia selalu berdalih,mencuri -curi bawa mobil,sampai tuan Mark menyerah dan membiarkannya,asalkan permisi dan sudah perjanjian Sanny tidak boleh ikut balapan liar".
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
jangan lupa like ,vote dan komennya guys.....
happy reading
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Mrs.Riozelino Fernandez
ditaman kan udah pernah dicium marcho
2023-01-30
0