EPISODE 18

Sedangkan kepala prajurit yang melihat hal tersebut terkejut

tapi karena masih merasa tidak puas maka Kia menambah sedikit energi sihirnya lagi dan berhasil menemus tingkat selanjutnya yaitu warna Ungu kemerah mudaan

hal tersebut membuat semua prajurit yang ada di sana sangat terkejut

......................

"apa?! tingkat ke tujuh! dia tingkat ketujuh! lebih tinggi dari paus munitions." ucap semua prajurit secara bersamaan

"dia juga sama besarnya dengan tingkatan kaisar claude." ucap kepala prajurit pada dirinya sendiri

"tidak, masih belum." Ucap Kia pada kepala prajurit tersebut dengan suara kecil dan pelan

dan benar saja warna tersebut berubah menjadi warna hitam dan putih yang saling bersebelahan satu kanan dan satu kiri

hal tersebut membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut bukan main

"warna…warna itu…itu warna legendaris yang tidak pernah muncul dalam ratusan juta tahun yang lalu!" pekik semua prajurit dengan terkejut

sedangkan kepala prajurit tersebut sudah hampir pingsan di buat oleh Kia

"Sepertinya aku sangat berbakat." Ucap Kia pada dirinya sendiri

"nak, sebaiknya kau menjaga dirimu sendiri dari bahaya yang mengintaimu." ucap kepala prajurit tersebut pada Kia

"seseorang yang jenius seperti dirimu banyak orang yang mengincarnya." ucap kepala prajurit tersebut pada Kia lagi

"benar adik kecil, kau harus merahasiakan kejeniusanmu ini." ucap seseorang dari belakang Kia yang tiba tiba muncul

"ah! pangeran muda! hamba memberi hormat pada pangeran muda." ucap kepala prajurit yang diikuti oleh yang lainnya

sedangkan Kia yang tidak mengetahui apa apa hanya mengikuti apa yang kepala prajurit tersebut lakukan

"hahaha…gadis kecil…tidak perlu memberi hormat padaku, siapa namamu dan kau tinggal di mana?" Ucap seseorang itu pada Kia

"namaku Kia afgan…aku tinggal di istana claude." Ucap Kia pada seseorang itu

"ternyata namamu Kia…tunggu, kau bilang kau tinggal di istana claude?" ucap seseorang itu pada Kia

"iya, kenapa?" tanya Kia pada seseorang itu

"tidak ada apa apa, aku hanya penasaran wanita seperti apa yang membuat kakakku sangat tertarik, ternyata wanita yang membuat kakakku tertarik hanyalah gadis kecil sepertimu." Ucap seseorang itu pada Kia

"apa maksudmu kakakmu?" ucap Kia pada seseorang itu

"oh, aku hampir lupa memperkenalkan diri, perkenalkan namaku adalah Criz zoster, aku adalah adik claude zoster, semua orang memanggilku pangeran muda." ucap Criz pada Kia

"oh…senang bertemu denganmu pangeran muda." ucap Kia pada Criz

"baiklah, sampai jumpa lain waktu, aku pergi dulu ya." ucap Criz pada Kia

Kia tak menggubris perkataan Criz dan pergi ke tempat pelatihan bersama dengan kepala prajurit tersebut

tak lama setelahnya mereka berdua sampai di tempat pelatihan tahap pertama

"nah, ini adalah pelatihan tahap pertama, yang harus kau lakukan adalah menyerap semua mineral sihir yang ada di sekitarmu dan menyatukan semuanya dan membangun alam jiwamu, jika sudah selesai kau bisa ke tahap keduanya." ucap kepala prajurit tersebut pada Kia

"baiklah, Tuan kepala prajurit tolong tunggu sebentar, aku coba." ucap Kia kemudian duduk lotus dan mulai menyerap mineral sihir di sekitarnya dan membangun alam jiwanya

tak membutuhkan waktu setengah menit untuk Kia selesai melakukan hal tersebut

juga hal tersebut membuat kepala prajurit terkejut untuk yang sekian kalinya

"huft…sudah selesai, sekarang ke tahap kedua." ucap Kia pada kepala prajurit tersebut

semua prajurit yang juga berlatih di sana juga terkejut bukan main

"memang pantas sebagai Jenius sejati." ucap salah satu prajurit yang sedang latihan disana

"haish…anak jenius jaman sekarang, perlahan menjadi luar biasa dan sangat kuat, bahkan bisa disebut monster." ucap kepala prajurit pada Kia

"tapi aku bukan monster, jadi kau tidak harus memanggilku monster." ucap Kia dengan polos pada kepala prajurit tersebut sambil menuju ke tempat pelatihan tahap kedua

di lain sisi terlihat claude yang sudah sibuk mengurusi dokumen yang menumpuk di meja kerjanya juga mengurusi para menteri yang ingin membuat kerusuhan di balai rapat

di sisi lainnya juga terlihat semua kuli bangunan dan tukang besi juga tukang yang sedang mengerjakan kincir air rancangan Kia

satu hari brlalu dengan sangat lambat bagaikan kura kura yang terus berjalan lambat

dan juga penuh dengan rasa lelah pada diri sendiri

see you

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!