CHAPTER 17

Seiring berjalannya waktu claude menjadi sibuk dengan adanya berbagai macam kejadian aneh yang menimpa kerajaan iblis

Kia yang juga tidak tega melihat claude sibuk seharian karena kejadian kejadian aneh tersebut bertekad membantu claude menanganinya

Claude yang memiliki kia di sampingnya merasa bersyukur dan akhrinya mereka mulai bekerja sama dalam menyelesaikan krisis kejadian aneh tersebut

beberapa hari telah berlalu dan kejadian kejadian aneh itu semakin menjadi jadi dan tak terkendali

kia telah kesal dengan kejadian aneh tersebut dan kemudian meminta claude membantunya belajar dalam menggunakan ilmu sihir

claude tak merasa berat hati dan meluangkan waktu untuk mengajari kia ilmu sihir

dan hari ini terlihat kia yang hanya melatih kekuatan sihirnya sendirian dengan bantuan buku yang dulu Alrecha Nero berikan padanya

"baiklah…lakukan ini dulu…lalu luncurkan!" ucap kia seraya menyerang orang orangan sawah yang ada di depannya

seketika semua orang orangan sawah tersebut tumbang dalam sekali serangan

"wah…aku berhasil!" Ucap kia dengan senang karena telah bisa menggunakan ilmu sihir dengan efek serangan yang sudah lebih kuat dari biasanya

"aku harus pergi mencari claude dan mengatakannya padanya." ucap kia kemudian pergi dari sana dan ke ruang rapat

di sana terlihat claude yang sedang sibuk dengan masalah kekeringan di desa desa sebelah kerajaan iblis yang juga merupakan sebagian kecil dari Kerajaan iblis

kia yang mendengar hal tersebut langsung menerobos masuk

"aku tahu cara menangani masalah kekeringan ini." Ucap kia para semua orang yang ada di sana

"Oh, kalau begitu silahkan nona ke sini dan mulai menjelaskan bagaimana cara mengatasinya." ucap salah satu menteri pada kia

kia dengan berani masuk ke dalam ruangan rapat

"apakah di dekat desa itu ada sungai atau Danau?" tanya kia pada semua orang yang ada di sana termasuk claude

"ada sungai di sana, jaraknya juga sangat dekat, kenapa?" ucap claude pada kia

"bagus, kita hanya perlu membuat itu dan menempatkannya di sungai itu dan mengalirkan air sungai ke desa yang kekeringan." ucap kia pada semua orang

"apa ada yang membawa kertas dan pena?" tanya kia pada semua orang yang ada di sana

"ini nona." ucap salah satu menteri sambil memberikan kia sebuah kertas kosong dengan pena

"baiklah, kita akan menggambar Kincir air." ucap kia seraya menggambar

tak lama setelahnya Gambar Kincir air selesai di gambar oleh kia

"gambarnya seperti ini, kalian buatlah Kincir air dulu baru kalian bawa ke sungai itu, tapi ingat ajak aku juga, aku akan mengarahkan kalian." ucap kia pada semuanya

"sangat unik dan luar biasa." ucap semua menteri secara bersamaan

"Baik, kami akan kembali dulu yang mulia dan nona." ucap semua menteri kemudian pergi dari ruang rapat

"tak di sangka kau benar benar pintar." Ucap claude pada kia

"tidak perlu memuji, oh Iya, kekuatan sihirku telah meningkat, bagaimana? apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Ucap kia pada claude

"hm…kau pergilah besok berlatih di kamp militer yang dekat istana, aku akan mengantarmu." ucap claude pada kia

kia mengangguk anggukkan kepalanya kemudian pergi dari sana dengan senang

Sedangkan claude yang sangat sibuk harus kembali ke ruang kerjanya dan mengerjakan semua dokumen yang menumpuk

keesokan harinya Kia bangun dengan pagi sekali dan pergi ke kamar claude

tok! tok! tok!

suara ketukan pintu

"claude? apakah kau sudah bangun?" Ucap Kia di luar kamar claude

"aku sudah bangun, kau tunggulah aku di luar." ucap claude dari dalam kamar

"um…baiklah." ucap Kia yang sedang menunggu claude di depan pintu kamar

tak lama setelahnya claude membuka pintu kamarnya dan pergi bersama Kia ke kamp militer

di sana terlihat banyak sekali prajurit yang memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat sedang berlatih bersama

"perhatian semuanya! mulai dari sekarang Kia afgan akan latihan bersama dengan kalian, kalian harus baik padanya." Ucap claude kemudian meninggalkan Kia di sana bersama dengan prajurit prajuritnya

"baiklah, nona Kia, kita bisa mulai dengan pengukuran tingkat kekuatan." Ucap seorang kepala prajurit pada Kia

"baik, silahkan tunjukkan jalannya." Ucap Kia pada Kepala prajurit tersebut

mereka berdua akhinya pergi ke aula sihir kamp militer

di sana terlihat sebuah bola kristal yang sangat cantik dan berwarna warni

"nona Kia hanya perlu menaruh tangan Nona Kia di atas baru kristal ini dan menyalurkan sedikir energi sihir ke bola kristal dan menunggu sampai mana tingkat kekuatan Nona." Ucap kepala prajurit tersebut pada Kia

"baik." ucap Kia seraya meletakkan tangannya ke atas bola kristal tersebut dan perlahan menyalurkan sedikit energi sihir

dan dengan cepat muncul warna kuning tak lama setelahnya berubah menjadi Jingga tak lama setelahnya lagi berubah warna menjadi merah

"wow! gadis itu sangat berbakat! dia memiliki tingkat kekuatan merah yang berarti tingkat ke tiga, dia setara dengan kepala prajurit dan jenderal saja." Ucap salah satu prajurit yang menyaksikan hal tersebut

"benar, bahkan dia hanya satu tingkat di bawah kaisar." Ucap salah satu prajurit lainnya

tapi tidak hanya sampai disitu saja, warna dari bola kristal berubah lagi dan menjadi warna biru

tentu saja hal tersebut membuat semua prajurit terkejut karena tingkat kekuatan sihir yang berwarna biru hanyalah kaisar saja

"wow! naik tingkat lagi! dia sungguh seorang jenius!" pekik salah satu prajurit pada prajurit lainnya

sedangkan kepala prajurit yang melihat hal tersebut terkejut

tapi karena masih merasa tidak puas maka Kia menambah sedikit energi sihirnya lagi dan berhasil menemus tingkat selanjutnya yaitu warna Ungu kemerah mudaan

hal tersebut membuat semua prajurit yang ada di sana sangat terkejut

see you

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!